Happy Ending

Happy Ending
Bab 74: Kepergok


__ADS_3

"Apa saja yang sudah ku lewatkan? kenapa aku baru tau kalau kalian sudah dekat," ucap Dariel mengangkat tubuh Casey ke atas meja. Kedua tangan pria itu bertumpu di pinggir meja dan menatap Casey seolah meminta penjelasan dari Casey.


Casey mengambil dua lembar tissue dari atas meja, "tadi aku datang ke dapur untuk mengambil minuman dingin dan melihat mommy sedang membuat adonan kue bersama pelayan," ucap Casey menghapus keringat di dahi Dariel.


"Aku bilang padanya kalau aku merasa tidak enak hati tiap kali datang ke sini tapi tidak pernah membantu mommy saat berkutat di dapur," tukas Casey.


"Mommy akhirnya membiarkan ku membantunya. Awalnya memang canggung dan kami hanya diam-diam saja. Dan aku tidak tau kenapa mommy tiba-tiba mengatakan agar aku memanggilnya mommy," ucap Casey senang.


"Aku juga sangat senang mendengarnya," ucap Dariel mengecup bibir Casey.


"Dariel.. apa kamu tidak tau ini dapur? bagaimana jika ada yang datang," kata Casey mencubit lengan Dariel.


"Mereka sedang di halaman samping. Pelayan juga tidak akan datang ke sini jika melihatnya," ucap Dariel mencium kembali bibir Casey.


"Kenapa kamu sangat cantik.." tukas Dariel menatap wajah Casey. Ia menyadari jika Casey memiliki paras yang cantik. Kalau boleh jujur, Casey lebih cantik dari mantan-mantannya.


"Hanya cantik saja?" tanya Casey menaikkan satu alisnya.

__ADS_1


"Baik hati dan menggemaskan..." ucap Dariel mencubit kedua pipi Casey, keduanya lalu tertawa bersama. Tidak menyadari kehadiran Luvena yang berdiri di sana mengamati sepasang suami istri itu.


"Berikan aku hadiah karena sudah memuji mu," tukas Dariel di sela-sela tertawa mereka.


"Jadi kamu tidak tulus mengatakannya.. " kata Casey memicingkan mata kanannya.


"Tentu saja tulus tapi aku ingin mendapat im__" Dariel terkejut saat Casey mencium bibirnya. Saat Casey ingin menjauhkan bibirnya, Dariel memegang kepala Casey dan mencium bibir Casey. Wanita itu mengalungkan tangannya di leher Dariel membalas ciuman Dariel.


"Ekhemm.." Luvena berdehem, refleks membuat Casey mendorong tubuh Dariel. Casey menatap malu ke arah Luvena. Rasanya seperti tertangkap basah mencuri sesuatu. Bersamaan dengan itu, bunyi Oven terdengar pertanda kue sudah matang.


"Mom.. " ucap Dariel kesal karena Luvena mengganggunya.


"Siapa suruh kalian bermesraan di sini. Ke kamar sana, buatkan mommy cucu yang imut," tukas Luvena.


"Casey, potong Pizza dan Apple Pie nya menjadi beberapa bagian ya. Mommy buat minuman dulu," ucap Luvena.


"Baik mom.." balas Casey.

__ADS_1


"Dariel, kenapa kamu masih di sini? apa kalian sudah selesai bermain tenisnya?" tanya Luvena mengambil bubuk teh. Ia ingin membuat Thai tea minuman asal Thailand yang akhir-akhir ini disukainya.


"Belum mom, hanya saja aku sudah bosan," ucap Dariel mengamati Casey yang sedang berdiri di sampingnya, menaruh Pizza dan Apple Pie di meja.


Dengan telaten Casey memotong Apple Pie menjadi beberapa bagian.


"Akh..." pekik Dariel refleks menjatuhkan Apple Pie di tangannya di atas meja. Lidahnya terasa terbakar saat memakan Apple Pie. Luvena yang terkejut menatap ke arah Dariel.


"Udah tau baru matang malah di makan langsung," ucap Casey menggelengkan kepalanya.


"Ada-ada saja," gumam Luvena.


"Sayang, ini panas sekali. Lidah ku rasanya seperti terbakar," kata Dariel manja, menjulurkan lidahnya dan mengipasnya dengan tangan. Casey berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil susu dingin.


"Ini minum dulu," ucap Casey membuka penutup susu dan memberikannya pada Dariel. Pria itu lalu meneguk susu di tangannya hingga tandas.


Setelah semua selesai, mereka kemudian membawa makanan dan minumannya ke halaman rumah.

__ADS_1


__ADS_2