
Jenifer mendatangi Dariel ke kantornya. Wanita itu tidak terima saat Dariel meninggalkannya begitu saja di acara ulang tahun pernikahan Mr Bradley.
"Nona Jenifer, apa yang anda lakukan di sini?" tanya Chris saat melihat Jenifer baru saja keluar dari lift.
"Saya ingin menemui Dariel, apa dia ada di ruangannya?" tanya Jenifer. Chris menganggukkan kepalanya.
"Dariel ada di ruangannya saat ini," ucap Chris. Jenifer lalu melangkahkan kakinya menuju ruangan Dariel.
Ceklek.... pintu terbuka.
Dariel menoleh ke arah pintunya dan melihat Jenifer berdiri di daun pintu tersenyum padanya. Untung saja Jenifer yang membuka pintu. Kalau tidak mungkin ia sudah memberi pelajaran pada orang yang membuka pintunya sembarangan.
Jenifer merona ketika mengingat kegiatan panas mereka di ruang kerja Dariel saat mereka masih pacaran dulu.
__ADS_1
"Dariel.. kenapa kamu meninggalkan ku begitu saja tadi malam? dan kamu lebih memilih mengejar Casey yang jelas-jelas sudah menyiram pakaian ku," ucap Jenifer mendekati Dariel.
"Casey istriku Jenifer. Tidak ada salahnya aku mengejarnya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya," ucap Dariel fokus menatap laptopnya.
"Apa maksud mu Dariel? jangan bilang kamu sudah menerimanya sebagai istrimu," ucap Jenifer menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu benar Jenifer," ucap Dariel menghela nafasnya. Butuh suatu keberanian mengatakannya di hadapan Jenifer.
"Kamu bohong Dariel. Kamu bohong. Kemarin kamu mengatakan jika kalian hanya menikah karena Casey sudah membuat mu berpisah dengan kakaknya. Lalu apa ini? apa kamu mencintainya? kamu sudah berjanji pada ku untuk meninggalkannya dan kembali pada ku. Katakan Dariel.. katakan jika kamu sedang berbohong sekarang," pungkas Jenifer mulai berkaca-kaca.
"Aku yakin kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik dari ku," ucap Dariel bangkit dari kursinya.
"Aku tidak ingin pria lain. Aku hanya ingin kamu Dariel, hanya kamu. Kenapa kamu secepat itu melupakan diri ku Dariel. Kita pernah berjanji akan selalu bersama," Jenifer memeluk erat tubuh Dariel seolah tidak ingin kehilangan pria yang dicintainya. Dariel terdiam. Ia tau perasaan Jenifer saat ini sedang hancur. Tapi ia tidak bisa berbuat lebih. Ia sudah memutuskan untuk memilih Casey dalam hidupnya.
__ADS_1
"Aku minta maaf Jenifer, tapi aku tidak bisa," Dariel memeluk tubuh Jenifer yang saat ini sedang menangis.
"Aku tidak mau Dariel. Aku mencintaimu. Aku akan berjuang untuk mendapatkan mu kembali," kata Jenifer.
"Jangan lakukan itu Jenifer. Karena sekeras apapun kamu melakukannya, aku tidak bisa kembali pada mu. Jangan habiskan waktumu hanya untuk mengejar sesuatu yang tidak pasti," balas Dariel mengusap punggung Jenifer.
"Aku akan meminta supir untuk mengantar mu pulang," ucap Dariel merogoh sakunya dan mengambil ponselnya dan menghubungi supirnya.
"Pulanglah, supir ku sudah menunggumu di depan," ucap Dariel melepas pelukannya lalu pergi dengan raut wajah yang tak terbaca.
"Aku tidak akan pernah membiarkan Casey memiliki mu Dariel. Karena kamu hanya milik ku," ucap Jenifer membuat langkah kaki Dariel berhenti sejenak. Namun ia kembali melangkahkan kakinya ke luar.
"Arrgghh.... semua ini karena Casey. Seharusnya aku meminta Dariel menceraikannya saat itu," pekik Jenifer marah. Wanita itu mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Lihat saja, dalam waktu dekat ini aku akan membuatmu kembali pada ku. Aku akan membuat Casey membencimu dan kamu akan kembali padaku," gumam Jenifer menyeringai.