
"Hubby.. kamu sudah pulang," timpal Casey menuruni tangga melihat Dariel duduk bersama ibunya dan anak-anak.
"Aku pulang lebih cepat, karena sudah berjanji kalau hari ini kita akan ke taman hiburan," tukas Dariel.
"Ayo kita makan siang dulu, nanti makanannya keburu dingin," ajak Casey. Mereka lalu berjalan menuju ruang makan.
Di meja makan sudah tersedia banyak makanan untuk mereka.
"Lily, apa kamu sudah memasak makan siang untuk semua pekerja di rumah ini?" tanya Casey pada Lily yang sedang menyajikan makanan di meja.
"Sudah nyonya. Silahkan dinikmati makan siangnya," ucap Lily lalu pamit.
"Dariel mendudukkan George di kursi khusus untuknya tepat di samping Dariel.
"I like seafood. Hmmm yummy. Thanks granny," ucap Ella menghirup aroma udang dan cumi di piringnya yang disajikan Matilda. Sedangkan Casey menyiapkan makanan di piring Dariel.
"Sama-sama sayang," balas Matilda.
__ADS_1
"Mari makan.." ucap Ella mulai menyantap makanannya. Mereka lalu menikmati makan siangnya. Dariel sesekali menyuapi putranya.
"Mom Nula dimana?" tanya Elle saat menyadari kucing peliharaannya tidak ada di sampingnya.
"Nula dan Ollie dibawa Carla untuk diberi makan siang sayang," jawab Casey. Ollie adalah anjing milik George.
"Princess kalau bicara itu habiskan makanan di mulutmu dulu. Nanti kamu bisa tersedak," kata Dariel mengusap kepala Casey.
**
Mereka berjalan menuju ruang keluarga untuk istirahat setelah lelah bepergian. Casey lalu naik ke atas sofa bad dan meluruskan kedua kakinya.
"Sayang.. sepertinya putra kita sedang haus," ucap Dariel memberikan George pada Casey.
"Sejak tadi siang putra kita belum minum susu," balas Casey memangku putranya dan memberinya ASI. Dariel duduk di samping Casey dan meluruskan kedua kakinya. Sedangkan Elle tampak sibuk dengan boneka Barbie dan alat-alat masak mainannya. Anak itu seakan tidak ada lelahnya.
"Putri kita tidak ada lelahnya. Padahal dia yang paling banyak menaiki wahana tadi," ucap Dariel melingkarkan tangannya di pinggang istrinya lalu mengecup keningnya.
__ADS_1
"Aku juga heran melihat putri kita yang sangat aktif," tukas Casey menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku sangat mencintai kalian," ucap Dariel menatap istrinya penuh cinta.
"Terima kasih sudah hadir dihidupku sayang. Aku sangat bersyukur memiliki istri seperti mu. Rasanya hidupku semakin lengkap setelah kehadiranmu bersama anak-anak kita," kata Dariel memeluk Casey.
"Setiap hari aku tidak sabar untuk segera pulang dari tempat kerja karena merindukan kalian. Rasanya aku tidak akan sanggup jika berjauhan dari kalian," ucap Dariel.
"Kau tau, sejak dulu aku berdoa agar diberikan pria yang baik dan tulus mencintaiku jika suatu saat aku menikah. Dan ternyata doaku terkabul. Aku mendapatkan pria sepertimu. Pria yang sangat luar biasa. Pahlawan bagi ku dan anak-anak. Aku beruntung menjadi istrimu. Aku sangat mencintaimu Dariel," ucap Casey tersenyum bahagia menatap wajah Casey.
"Mom.. dad... kenapa kalian tidak mengajak ku berpelukan," timpal Elle melipat kedua tangannya dengan wajah cemberutnya. Dariel dan Casey lalu tertawa melihat putri mereka yang menggemaskan itu.
"Kemari sayang... " panggil Dariel merentangkan satu tangannya. Elle lalu menaiki sofa bed. Mereka lalu berpelukan.
"I love you mom, dad," ucap Elle.
"We love you too princess," balas Dariel dan Casey bersamaan.
__ADS_1