Happy Ending

Happy Ending
Bab 87: Bertahan lah


__ADS_3

"Biar aku yang membawa mobilnya," tukas Malvin. Dariel kemudian mengangguk. Membawa Casey menuju mobilnya.


"Aku ikut.." ucap Adeline.


"Tidak sayang. Kamu di rumah saja," balas Malvin menolak. Adeline menggelengkan kepalanya.


"Jangan melarangku Malvin, aku ingin melihatnya. Casey adik ku," ucap Adeline dengan suara meninggi. Malvin menghela nafasnya dan akhirnya membiarkan Adeline ikut.


Malvin mengemudikan mobilnya ke rumah sakit milik Arthur kakak Dariel.


"Sayang.. bertahan. Ku mohon.." ucap Dariel dengan suara bergetar mengusap wajah pucat Casey.


"Da.. Dariel.. sakit se.. sekali.." ucap Casey menangis terbata di pangkuan Dariel.


"Casey... kakak mohon, bertahan lah," ucap Adeline menggenggam tangan Casey.


"Semuanya akan baik-baik saja..." Dariel mengecup kening Casey.


"Jantung.. jantung ku sakit sekali," ucap Casey meringis kesakitan.

__ADS_1


"Ya sayang, kita akan segera ke rumah sakit," balas Dariel meneteskan air matanya. Dariel tidak sanggup melihat Casey yang sedang menahan rasa sakitnya. Casey bukanlah pria yang mudah menagis. Bahkan dulu saat Jenifer dinyatakan meninggal, Dariel berusaha tegar dan tidak menangis. Tapi kali ini berbeda. Dariel selalu saja dibayangi rasa takut kehilangan Casey.


"Casey.. sayang... oh tidak! Casey.. bertahanlah," ucap Dariel menggoyang-goyangkan tubuh Casey saat wanita itu hampir kehilangan kesadarannya.


Tak lama kemudian mereka tiba di rumah sakit. Casey langsung di bawa ke ruangan VVIP untuk di periksa.


"Maaf Pak Dariel, sebaiknya anda menunggu di luar bersama yang lainnya," ucap dokter.


"Tidak, biarkan saya masuk. Saya harus melihat istri saya," balas Dariel menolak.


"Tapi Pak_"


Tatapan Dariel tidak beralih sedikit pun dari dokter dan perawat yang sedang menangani Casey. Tubuhnya dipasang infus dan alat bantu pernafasan.


Setelah memeriksa keadaan Casey Dokter menghampiri Dariel.


"Begini Mr Garfield. Istri anda mengalami penyakit serius. Istri anda mengalami pembekuan darah di otak. Dan sepertinya istri anda tidak menyadarinya. Kemungkinan hal ini terjadi karena istri anda mengalami cedera di kepalanya sebelumnya," ucap Dokter.


"A.. apa? lalu bagaimana selanjutnya," tukas Dariel dengan suara yang bergetar. Dariel tidak tau apa yang sudah terjadi dengan Casey sebelumnya.

__ADS_1


Samar-samar Casey masih bisa mendengar pembicaraan dokter dengan Dariel. Casey ingat, satu tahun yang lalu ia pernah di rampok dan mencoba menyelamatkan dirinya, namun sayang Casey terjatuh dan kepalanya mengenai batu. Saat itu ia tidak sadarkan diri. Ketika bangun, Casey sudah berada di sebuah panti.


"Kita harus segera mengoperasinya?" ucap Dokter.


"Baiklah, lakukan segera. Aku hanya ingin istriku baik-baik saja," ucap Dariel tegas.


"Dengan berat hati saya harus mengatakan kepada anda, jika tingkat keberhasilan operasi ini hanyalah 20 persen saja. Jika istri anda selamat, kemungkinan besar dia akan mengalami kelumpuhan dan amnesia," ucap Dokter membuat Dariel terpaku bak disambar petir di siang bolong. Pernyataan dokter barusan membuat Dariel menatap kosong ke arah Casey.


"Tidak.. apa pun yang terjadi, kalian harus menyelamatkan istriku," bentak Dariel mendekati brankar bad Casey dan menggenggam erat tangan Casey. Menatap wajah Casey.


"Sayang.. kamu tidak akan meninggalkan ku kan," ucap Dariel meneteskan air matanya. Tidak sanggup menerima kenyataan. Casey hanya menagis menatap wajah Dariel. Tubuhnya sangat lemas, hanya untuk berbicara sedikit saja rasanya ia tidak sanggup. Kepalanya terasa ingin pecah.


"Kita harus segera mengoperasinya Mr Garfield," ucap Dokter memerintahkan perawat untuk mendorong brankar menuju ruang operasi. Dariel ikut mendorong brankar itu sembari memegang tangan Casey.


"Sayang... ku mohon. Jangan membuat ku takut," ucap Dariel.


Adeline yang melihat Casey di bawa ke luar dari ruangan mengikuti dari belakang bersama Malvin.


"Harusnya aku yang berada di sini bukan kamu," ucap Dariel mengecup tangan Casey.

__ADS_1


"Mr Garfield, kali ini anda tidak bisa masuk ke dalam. Kami mohon kerja samanya," ucap dokter menahan Dariel agar tidak masuk ke dalam.


__ADS_2