Happy Ending

Happy Ending
Disappointed.


__ADS_3

"Aku akan keluar sebentar, Key." Darrel berdiri di depan Keyla yang sedang memangku laptop. Ia baru selesai menyaksikan sebuah video yang mengguncangkan dunianya yang baru beberapa ia bangun kembali. Haruskah semua yang kubangun hancur kembali dalam waktu sesingkat ini?


"Menemui Ammy?" tanya Keyla datar dan sebisa mungkin menahan air matanya saat menyebutkan nama Ammy. Wanita yang pernah tidur dengan suaminya dan kini mengandung anaknya. Ini semua terlalu mendadak. Seperti bukan nyata dan Keyla ingin cepat-cepat terbangun dari tidurnya. Terlalu sulit diterima dan terlalu sakit.


"Ya." Darrel membungkuk, berusaha mencium kening Keyla namun perempuan itu menghindar. Ia sedang tak ingin disentuh oleh suaminya sendiri. Sejak awal dia tahu kalau Antonius yang dikenalnya sekarang bukanlah lelaki yang hanya tidur dengan satu wanita. Tapi, entah kenapa hal itu justru menjadi bomerang baginya saat ini. Apakah dia menyesali keputusannya untuk menikah lagi dengan orang yang pernah mengecewakannya?


"Selesaikanlah masalahmu."


"Hmmm. Aku akan pulang secepatnya, Key."


"Aku akan menunggumu."


"Missy yang memperlihatkan video konferensi pers itu?"


"Ya. Dan sangat menyakitkan mendengar berita itu dari mulut orang lain. Jangan salahkan Missy. Gadis itu hanya terlalu pintar dan terlalu jujur." Keyla memalingkan wajahnya ke samping. Air matanya mendesak untuk keluar namun ia tahan sekuat tenaga. Aku tak boleh kalah. Aku tak boleh menangis dan terlihat lemah.


Darrel benar-benar merasa kacau. Ia tak tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi semacam ini. Ia mendadak berlutut di depan kaki Keyla. Menggenggam tangan istrinya dan menatap wajah perempuan itu yang merah padam karena menahan amarah. "Aku yang salah. Ammy baru memberitahuku setelah acara peluncuran film. Kupikir dia bercanda dan aku tak menanggapinya. Aku tak menyangka ia akan melakukan pernyataan di depan publik."


"Tak ada gunanya lagi dibahas, Antonius. Hampir semua orang di negeri ini mengetahui Ammy mengandung anakmu. Sekarang, apa yang akan kamu lakukan?"


Darrel tak menjawab. Ia benar-benar tak tahu harus menjawab apa. Situasi ini terlalu sulit baginya. Dan ia tak bisa mengambil keputusan begitu saja. "Biarkan aku memastikan bahwa itu anakku atau bukan, Key."

__ADS_1


"Bagaimana caramu memastikan?"


"Menunggu anak itu lahir."


Jawaban Darrel seperti petir yang menyambar-nyambar di siang hari.


"Berapa banyak wanita yang kamu tiduri hingga kamu lupa di mana saja kamu menanam benihmu?" Keyla menutup matanya. Menekan-nekan pelipisnya dan tak bisa memikirkan apa-apa lagi. Ia beranjak dari sofa. Hendak berjalan menuju kamar Awan.


"Key ...." Darrel menghentikan langkah wanita itu. "Key, percayalah padaku. Aku akan membuat keputusan yang tak akan mengecewakanmu."


"Kamu sudah mengecewakanku dan anak-anak, Antonius. Menunggu sampai anak itu lahir? Lalu kamu anggap apa kami ini? Haruskah kita bercerai agar kamu bisa menikahi perempuan itu?"


"Oke," jawab Keyla tanpa melihat ke arah Darrel. Ia berjalan menuju kamar Awan dan mengetuk pintu. "Masuk." Suara Awan terdengar mempersilakan.


"Sayang ... bisakah kamu menjaga adikmu? Mama sedang tidak enak badan dan ingin beristirahat. Pesanlah makanan untuk malam ini."


"Baiklah. Beristirahatlah. Jangan menangis. Mama bukan lagi anak-anak."


"Terima kasih, sayang." Keyla memeluk anaknya yang sedang bermain game.


"Hmmm berhentilah memelukku." Awan mendorong tubuh Keyla. Ia bukan lagi anak-anak yang suka dipeluk oleh orang tuanya. "Tidak usah pedulikan apa yang baru saja Mama lihat," katanya lagi. Ia tahu apa yang terjadi. Ini semu karena ulah Missy si ratu gosip yang setiap saat memantau berita di media sosial.

__ADS_1


"He? Missy memberitahumu?"


"Ya. Gadis itu penikmat gosip di sekolahan. Dia tak pernah serius belajar."


"Dan kamu penikmat game, komik dan novel? Kamu hanya sesekali membaca buku pelajaranmu."


"Buku pelajaran sangat membosankan."


"Apa kamu marah dengan Papa mu?"


Awan menghentikan permainannya dan melihat wajah Keyla. "Aku akan marah pada siapapun yang menyakitimu."


"You are so sweet, Darling." Keyla mengusap rambut Awan meski anak lelaki yang beranjak remaja itu menolaknya.


"Beristirahatlah. Jangan khawatirkan aku dan Bintang."


🍀


Note :


Thanks atas dukungannya sahabat²ku. Semoga kalian sehat selalu. Please, be savety mengingat korban Corona tiap hari makin bertambah baik di Indonesia maupun Singapura. Semoga badai cepat berlalu .... ❤️

__ADS_1


__ADS_2