Happy Ending

Happy Ending
Rahasia


__ADS_3

"Eheem! Apakah kalian sedang bermesraan Mrs. and Mr. Douglas?"


Mendengar suara Missy yang tiba-tiba muncul dari balik pintu, Keyla mendorong tubuh Darrel agar menjauh. Tapi, tidak terduga justru Darrel menarik pinggang Keyla ke arahnya. "Tentu saja, Nn. Missy. Kami adalah suami istri." Darrel tersenyum senang. Tak malu menunjukkan kemesraan di depan anak kecil.


"Aku harap kemesraan kalian berlangsung lama. Aku tidak mendoakan hal buruk terjadi, tapi, di keningmu tertulis bahwa kau memiliki banyak masalah Mr. Douglass."


"Begitulah Nn. Missy?"


"Ya. Lihatlah tingkahmu sekarang. Tidak seharusnya kau bermesraan di depan anak-anak. Iya kan, Bin?"


Bintang muncul dari balik pintu. "Yeup! Missy bilang aku akan punya adik. Benarkah?" tanya anak itu polos dengan mata yang bersinar dan bersemangat membayangkan akan seperti apa adiknya nanti.


"Bukan aku yang bermesraan di depan kalian, Nn. Kecil. Kalianlah yang mengintip dari balik pintu sejak tadi."


"Upss!" Missy menutup mulutnya lalu berjalan mundur. "Apakah aku ketahuan Mr. Douglas? Apa kau akan memarahiku?"


Darrel pura-pura berpikir keras. Wajahnya terlihat serius sementara Bintang bersembunyi dibalik tubuh Missy. "Aku tidak akan menghukummu jika kau berteman baik dengan Bintang."


"Setuju. Lagipula dia akan menjadi adikku."


Bintang menarik tangan Missy. Mendongak ke atas dan seolah mencari penjelasan. Adik? "Kenapa, Bin? Aku akan menikahi Awan saat dewasa nanti. Otomatis kau akan menjadi adikku. Paham, kan?" Jari telunjuk Missy menempel di dahi Bintang dan dia mendengarkan serta berusaha mencerna kalimat Missy.


"Tapi, kakak bilang ia tak menyukai gadis cerewet sepertimu."


"Hmmm. Kakakmu itu hanya berbohong. Kaum laki-laki memang seperti itu. Benarkan Mr. Douglas?" Lirikan Missy seketika itu juga membuat Darrel salah tingkah.


"Mmmm. Ya ... manusia kadang-kadang harus berbohong. Untuk kebaikan."

__ADS_1


"Jangan mengatas namakan kebaikan untuk sebuah kebohongan Mr. Douglas. Apa kau pernah meminum susu dicampur tinta?"


"Benar kata Missy. Apa kamu pernah minum susu yang dicampur dengan tinta?" Keyla ikutan nimbrung. Ia penasaran dengan jawaban suaminya.


"Susu ibarat kebenaran karena warnanya putih, tak bernoda dan tinta adalah kebohongan karena warnanya hitam. Jika diminum bersamaan, apakah tinta akan berubah menjadi susu? Apakah warna susu tidak berubah? Apakah masih layak untuk diminum?"


"Mungkin hanya orang gila yang akan meminumnya." Darrel sampai kehabisan kata-kata. Barangkali anak itu akan menjadi agen mata-mata atau seorang diplomat di kemudian hari. Cara bicara, ekspresi dan gesture nya tak seperti anak-anak pada umumnya.


"Kuharap Mr. Douglas tidak akan menjadi gila dan membohongi Mrs. Douglas."


"Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" Keyla bertanya curiga. "Ayo ke kamar," katanya lagi lalu menarik tangan Darrel menuju lantai atas.


"Semoga beruntung Mr. Douglas!" teriak Missy senang sedangkan Bintang hanya melongo karena tak begitu paham pemikiran teman kakaknya itu.


"Apa kau senang?" tanya Awan sambil membalikkan halaman novel di tangannya. Harry Potter.


"Itu hanya gosip."


"Ingat ya ... tidak akan ada asap jika tidak api."


"Gosip apa?" Bintang bertanya penasaran.


"Jangan dengarkan Missy. Dia hanya kurang kerjaan." Awan membalikkan lagi halaman buku.


"Ini bukan urusan anak kecil." Missy memencet hidung Bintang dan gadis itu terlihat kesal karena kakak dan teman barunya itu menyimpan rahasia.


"Sesama anak kecil tidak boleh menyimpan rahasia! Hummpphh!" Bintang berbalik dan kembali ke kamarnya. Aku tidak mau bermain lagi dengan Missy sebelum dia memberitahuku sebuah rahasia.

__ADS_1


_____🗼🗼🗼🗼🗼___


"Curiga padaku?" Darrel menatap Keyla. Wajahnya terlihat masam dan sorot matanya memancarkan kecurigaan. Missy memang anak kecil yang omongannya bisa saja mengada-ngada. Tapi, untuk sebuah alasan yang tidak ia ketahui secara persis, Keyla memasukkan kata-kata Missy dalam hati.


"Apa ada rahasia yang tidak aku ketahui? Sejak pulang dari pembukaan film, kamu sering sibuk dengan ponselmu. Punya kekasih di luar sana?"


"Itu hanya perasaanmu saja."


"Benarkah? Kalau begitu berikan ponselmu padaku."


"Masih di charge." Darrel nyengir.


"Huuufft. Baiklah ... sepertinya kamu memang menyembunyikan sesuatu." Keyla melangkah kecewa dari kamarnya, menuruni tangga dengan lesu sementara Darrel berusaha menata kembali pikirannya. Dia tidak menyangka secepat ini dia harus mengatakan sebuah berita yang bisa saja meretakkan rumah tangganya.


Darrel meraih ponselnya di meja, ia mencabut kabel charge dan membuka daftar nomor telepon lalu membuat panggilan. "Ammy ... mari kita bertemu."


🍀


Author Note :


Dear my lovely readers ... maafkan aku karena telah mengecewakan kalian (lama gak update). Selain karena kesibukan pasca corona, juga sempat down karena lebih dari lima kali Happy Ending ditolak kontrak dengan alasan data minim. (Meskipun views nya banyak, tetapi yang like & komen sedikit. Misal; sehari views 1.000 yang like cuma 5. Sedih gak sih😭kalau aku bilang gak sedih, that's lie. Karena nulis butuh waktu, tenaga, pikiran dan juga materi. Itu sebabnya aku sering bikin note please comment, subscribe and like).


Mungkin bakalan ada readers yang bilang, " Ih, author kok mata duitan? Gak konsisten, dan lain²". Namanya author juga manusia biasa ya kan ... ketika menulis ingin juga dapat reward berupa materi dan (tadinya) ingin melanjutkan menulis setelah ketrima kontrak.


Tapi eh tapi ... ngajuin lagi ditolak lagi dan akhirnya sampai lah aku pada titik "Aku ingin menulis untuk kalian!" dan tadi pagi, aku baca komen² kalian, hal itu membuatku semangat lagi.


Now, i don't care about contract. I only care 'bout you guys. Please support me. I'll try my best to update every day.

__ADS_1


(Sekian curhatnya. Aku mau nangis di pojokan😭😭).


__ADS_2