Happy Ending

Happy Ending
Bab 93:


__ADS_3

5 Tahun Kemudian


"Ella.... Ella .." panggil Casey mencari keberadaan Dariella putrinya yang saat ini sudah berusia 4 tahun. Casey memberi nama putrinya demikian karena ia mengingat jika ibu mertuanya selalu memanggul Dariel dengan nama itu karena menginginkan anak perempuan. Karena tidak ada jawaban dari putrinya, Casey memutuskan untuk mencari keberadaan anak itu.


Casey mencari putrinya di ruang menggambar tempat kerjanya. Dalam waktu 5 tahun ini, Casey sudah menjadi desainer dan memiliki butik sendiri. Sejak kehamilan pertamanya, Casey berhenti mengajar.


Casey membuka pintu ruangan kerjanya yang ada di rumah mereka dan melihat Dariella ada di sana bersama kucing peliharaannya.


"Putri mommy ternyata ada di sini," ucap Casey refleks membuat anak kecil itu menoleh pada ibunya.


"Oh mom.." ucap Ella kembali fokus mewarnai gambarnya.


"What are you drawing dear?" tanya Casey mendekati putrinya.

__ADS_1


"I'm drawing Nula mom," jawab Ella menunjukkan gambarnya pada Casey. Anak itu menggambar kucingnya. Wanita itu takjub melihat gambar putrinya yang cukup bagus diusianya yang masih 4 tahun.


"Wow.. amazing. You are great dear," puji Casey mengecup pipi Ella. Putrinya itu juga sangat cepat dalam menangkap pelajaran baru. Sepertinya kepintarannya menurun dari Dariel.


"Apa daddy sudah pulang mom? daddy has promised to take us to Disneyland," ucap Ella.


"Mungkin daddy sebentar lagi akan pulang. Ayo kita makan siang dulu. Granny dan George sudah di bawah menunggu kita," ucap Casey. Tadi pagi Matilda datang dan membawa George pergi jalan-jalan. George adalah anak kedua dari Casey dan Dariel. Usianya baru saja satu tahun seminggu yang lalu. Hubungan Casey dan Matilda membaik sejak ia sadar dari komanya 5 tahun lalu. Casey sangat bahagia setelah ia sadar dari komanya. Impiannya terwujud. Memiliki ibu dan sekarang memiliki keluarga kecil bersama Dariel, suami dan ayah terbaik bagi dia dan anak-anak mereka. Casey memilih memaafkan Dariel dan memulai kehidupan baru bersama pria itu. Lagi pula waktu itu ada kesalahpahaman yang terjadi. Dariel tidak murni ingin memperkosanya. Ia hanya salah mengenali orang dan sedang dalam pengaruh obat perangsang. Casey sangat bersyukur dikelilingi oleh orang-orang yang sangat mencintainya. Terlebih suaminya yang memperlakukannya seperti ratu.


"Really mom. I really miss Granny," pekik Ella senang lalu berdiri dan keluar dari ruangan itu mendahului Casey diikuti Nula kucingnya dari belakang.


"Hati-hati sayang, nanti kamu jatuh," ucap Matilda memperingati cucunya. Ella naik ke atas sofa.


"Hai sayang. Bagaimana sekolah mu tadi?" tanya Matilda mengecup pipi Ella.

__ADS_1


"Menyenangkan granny," balas Ella mencium pipi Matilda dan adiknya.


"Daddy pulang," ucap Dariel berjalan memasuki rumah.


"Daddy..." pekik Ella turun dari sofa dan berlari mendekati Dariel.


"Ya ampun putri daddy yang cantik ini menggemaskan sekali," kata Dariel mengangkat tubuh Ella dang mengecup kepalanya.


"Oh hai mom.." sapa Dariel melihat ibu mertuanya.


"Bagaimana pekerjaan mu di kantor nak?" tanya Matilda.


"Baik mom," ucap Dariel menaruh tas kerjanya di meja lalu duduk di sofa.

__ADS_1


"Dada.. dadahh.." gumam George memanggil ayahnya. Merentangkan tangannya ingin di gendong oleh Dariel. Dariel memindahkan Ella dari pangkuannya agar duduk di sampingnya. Ia kemudian membawa George ke pangkuannya.


"Hubby.. kamu sudah pulang," timpal Casey menuruni tangga melihat Dariel duduk bersama ibunya dan anak-anak.


__ADS_2