Happy Ending

Happy Ending
Bab 79: Kalung Permata


__ADS_3

Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. Hubungan Casey dengan Dariel semakin baik. Dua hari ini Dariel sedang pergi ke Inggris untuk pengembangan bisnisnya. Dan selama Dariel pergi, Casey menginap di rumah mertuanya.


"Casey.. kami pergi dulu ya," ucap Arthur pada adik iparnya. Arthur dan istrinya sengaja datang dari New York untuk menghadiri acara amal di California.


"Aku titip Alferd ya, dia sedang tidur," ucap Ashley yang tampak Cantik dengan gaun malamnya.


"Siap kakak ipar," ucap Casey menatap kalung di leher Ashley yang terlihat tidak asing baginya. Permata biru itu mengingatkannya pada cincin yang pernah di tinggalkan pria yang sudah melecehkannya.


"Ada apa Casey? apa kakak tidak cantik ya?" tanya Ashley.


"Ti.. tidak kak, kakak cantik sekali malam ini. Kalung kakak juga sangat cocok di kulit kakak," ucap Casey tersenyum memuji Ashley.

__ADS_1


"Aku pikir kakak tidak cantik. Oh ya.. Dariel juga punya permata seperti ini. Apa dia belum memberikannya pada mu?" tanya Ashley. Casey menggeleng.


"Astaga... anak itu. Kamu tau tidak. Grandma dulu memberikan Arthur dan Dariel hadiah pada mereka untuk diberikan pada istri mereka setelah mereka menikah. Arthur mendapat kalung dan Dariel mend__"


"Sayang, kalian lanjutkan ceritanya nanti saja. Kita hampir terlambat," timpal Arthur memotong pembicaraan Ashley.


"Ah iya.. baiklah. Kalau begitu kami pergi dulu Casey," pungkas Ashley.


"Sayang.. kamu mau kemana?" tanya Luvena yang bertemu dengan Casey di tangga.


"Aku mau melihat Alferd di kamar mom. Kakak ipar sudah pergi dan menitipkan Alferd pada ku," jawab Casey. Hubungan Luvena dengan Casey sudah baik. Keduanya semakin kompak. Luvena bahkan sering berkunjung ke rumah Dariel untuk bertemu dengan Casey. Luvena juga meminta Dariel agar mereka tinggal di rumah yang sama saja. Namun Dariel menolaknya. Pria itu tidak ibunya memonopoli istrinya. Luvena meminta bantuan pada Casey agar mau membujuk Dariel supaya mereka tinggal di rumah yang sama. Tapi tetap saja Dariel menolaknya.

__ADS_1


"Ya sudah, kamu temani anak itu. Mommy mau mengambil minum dulu," ucap Luvena. Casey kemudian mengangguk.


Casey masuk ke dalam kamar Alferd dan melihat anak itu yang sedang tidur nyenyak. Dengan hati-hati Casey naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Alferd. Anak kecil itu menggeliat karena merasa terganggu.


"ssstt.. tidur lagi ya.." ucap Casey mengusap rambut kepala Alferd. Anak itu membuka matanya dalam keadaan setengah sadar dan melihat Casey tidur di sampingnya.


"Aunty.." gumam Alferd lalu memeluk Casey.


"Ya boy, ini aunty.. tidur lagi ya sayang.." ucap Casey mengecup kening Alferd. Tak lama kemudian anak itu tidur kembali.


Saat Casey hampir memejamkan matanya ponselnya berdering. Casey merasa kesal karena ia hampir tidur dan batal karena bunyi ponselnya. Itu tidak mungkin Dariel karena mereka sudah berbicara sebelum Arthur dan Ashley menghampirinya. Casey meraih ponselnya dari atas nakas dan melihat panggilan masuk dari Jenifer. Casey langsung mematikannya. Ia tidak ingin berbicara dengan wanita itu. Beberapa kali Jenifer memang menghubunginya dan mengatakan jika hubungan nya dengan Dariel dalam waktu dekat ini akan berakhir, karena Jenifer akan mengambil kembali Dariel darinya. Tapi Casey tidak peduli dengan perkataan Jenifer.

__ADS_1


__ADS_2