Happy Ending

Happy Ending
Bab 73: Panggil Mommy Saja


__ADS_3

Alferd sedang bermain-main dengan Oliver dan Casey di halaman samping rumah, sedangkan yang lainnya sedang bermain tenis meja.


"Boy.. tunggu sebentar ya. Aunty mau mengambil minum dulu," ucap Casey. Alferd lalu mengangguk.


Casey berjalan menuju pintu samping. Rasanya menjadi canggung saat Casey melihat Luvena di dapur bersama seorang pelayan yang sepertinya sedang membuat sesuatu. Tak sengaja tatapan keduanya bertemu.


"Ma.. maaf Mrs Luvena. Saya ingin mengambil minum," ucap Casey gugup. Mengingat hubungan mereka tidak baik. Luvena sepertinya belum menerimanya.


Casey berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil minuman dari sana. Casey yang tidak enak hati mencoba menawarkan dirinya untuk membatu Luvena.


"A... apa ada yang bisa saya bantu," ucap Casey mendekati Luvena dan pelayan.


"Tidak ada, kamu bergabung saja dengan mereka," balas Luvena membuat adonan untuk kulit luar Apple Pie.


"Sejujurnya saya tidak enak hati karena datang ke sini hanya makan dan tidak melakukan apapun," ucap Casey menunduk setelah mengungkapkan isi hatinya.

__ADS_1


"Saya tidak ingin anda semakin membenci saya karena tidak pernah membantu anda sementara saya datang beberapa kali ke rumah ini," lanjut Casey.


Luvena terdiam sejenak. Sebenarnya ia tidak pernah berpikiran seperti itu. Ia kemudian menghela nafasnya.


"Baiklah, kalau begitu kamu memotong apelnya saja," ucap Luvena. Casey menatap Luvena dan tersenyum kemudian mengangguk.


Casey dengan telaten memotong-motong buah apel di tangannya. Meskipun ia dan Luvena hanya diam saja mengerjakan bagian masing-masing.


"Mrs. Luvena bahan fillingnya sudah selesai," ucap Casey mematikan kompor dan menuangnya di dalam mangkuk kaca.


"Bantu mommy membuat topping untuk Pizza nya,"


ucap Luvena tidak sadar dengan apa yang dikatakannya. Mungkin karena dia terlalu serius dengan kegiatannya. Seperkian detik kemudian keduanya tersadar. Casey kemudian mengambil loyang Pizza untuk menghilangkan kecanggungan nya.


Setelah semua adonan selesai, Luvena memasukkan adonan Pizza dan Apple Pie ke dalam oven.

__ADS_1


"Terima kasih sudah membantu saya," ucap Luvena.


"Sama-sama Mrs Luvena," ucap Casey.


"Panggil mommy saja," balas Luvena membuat Casey terkejut dengan apa yang didengarnya.


"Mommy pergi sebentar, tolong lihat Pizza dan Apple Pie nya," ucap Luvena lalu pergi meninggalkan Casey yang masih menganga di tempatnya. Sebenarnya itu hanya alasan Luvena saja karena ia juga merasa canggung saat ini. Padahal ia dan Casey sebelumnya sering berbicara saat Casey masih bekerja di toko rotinya. Luvena memang tidak suka dengan Casey saat tau jika dia merusak hubungan Dariel dan kakaknya. Dan tiba-tiba menikah dengan Dariel. Ia pikir keduanya tidak saling mencintai. Namun Luvena sejak tadi melihat bagaimana gerak-gerik diantara Dariel dan Casey. Ia pikir pernikahan mereka memang murni karena cinta.


Casey tersenyum dengan apa yang baru saja di dengarnya. Perasaannya begitu senang saat Luvena sudah mulai menerimanya. Ia harap hubungan mereka semakin baik kedepannya.


Casey duduk di kursi sembari menunggu makanan yang mereka buat matang dan tidak menyadari Dariel yang sedang berjalan ke arahnya.


"Sayang.. kamu di sini," ucap Dariel membuat Casey menoleh kebelakang dan melihat Dariel yang terlihat tampan saat memakai celana pendek dengan atasan kaos. Pria itu terlihat semakin sexy di mata Casey dengan keringat di dahinya. Dariel mengambil minuman dingin dari dalam kulkas.


"Aku baru saja membuat pizza bersama mommy," ucap Casey dengan raut wajah senang. Dariel yang sedang meneguk minumannya tampak mengerutkan alisnya.

__ADS_1


"Mommy? kamu memanggil mommy?" tanya Dariel mendekati Casey. Seingatnya Casey selalu memanggil ibunya dengan Mrs Luvena. Karena memang ibunya dulu menolak pernikahan mereka. Wanita itu kemudian mengangguk.


__ADS_2