Hati Berdarah

Hati Berdarah
Bab 19. Ganggu Cika Tidur


__ADS_3

Ara sudah sampai di kediamannya bersama Cika. Mereka turun dari mobil dan melangkah memasuki rumah.


Sementara Sela sudah ada di ruang keluarga menunggu kedatangan mereka. Sela ingin mengajak Cika untuk kembali pulang ke apartemen miliknya.


"Hai Tan, udah pulang?" tanya Sela sambil menyalami tangan tantenya.


"Udah sayang, kamu sendirian aja? Aldo mana?" tanya Ara balik.


"Tadi aku duluan Tan, mungkin Aldo masih di jalan." jawab Sela.


"Ya sudah, tante ke kamar dulu ya." ucap Ara sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua di ruang keluarga.


Cika merasa sangat lelah, dia duduk di samping Sela dengan wajah yang sedikit terlihat lesu.


"Kamu kenapa Cika?" tanya Sela sedikit khawatir.


"Gak apa-apa Sela! Aku cuma kecapean aja." jawab Cika sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa.


"Emang nya kamu dari mana sama tante Ara? Kok baru pulang?" tanya Sela sedikit penasaran.


"Kami dari butiknya tante Ara." ucap Cika sambil menarik nafas dan membuangnya pelan.


"Oh, jadi kalian dari butik. Aku pikir kemana, gak ada kabar soalnya?" ucap Sela yang mulai merasa tenang.


"Maaf ya Sela, ponsel aku mati. Aku juga baru sadar pas di butik tadi." ujar Cika.


"Ya sudah, gak apa-apa! Tapi kita hari ini pulang ke apartemen ya!" ajak Sela.


"Sekarang?" tanya Cika melongo sambil mengangkat tubuhnya dari sandaran sofa.


"Gak sekarang juga kali Cika, tungguin Aldo pulang dulu!" ucap Sela sambil tersenyum tipis.


"Oh ya sudah, aku mau istirahat dulu sebentar." ucap Cika sambil mulai memejamkan matanya.


"Ehh Cika, ngapain tidur di sini?" ucap Sela sambil menepuk lengan Cika.


"Terus aku mau istirahat dimana? masa' di kamar Aldo lagi, aku kan malu sama orang tuanya." ucap Cika sambil berbisik di telinga Sela.

__ADS_1


"Ya gak di kamar Aldo juga kali Cika, kan ada kamar tamu." ucap Sela sambil tertawa. Cika pun tersenyum melihat ke arah Sela.


Mereka berdua akhirnya melangkah menuju kamar tamu. Sela sebenarnya juga sangat lelah pulang dari kantor. Dia juga ingin istirahat sejenak untuk kembali melenturkan otot-otot nya yang mulai terasa kaku.


Sesampainya di dalam kamar, mereka berdua langsung naik keatas ranjang dan berbaring di sana tanpa membersihkan tubuh mereka terlebih dahulu.


Aktivitas hari ini membuat mereka benar-benar merasa sangat lelah. Tidak lama berbaring, akhirnya mereka berdua tertidur dengan sangat lelap.


Mobil Aldo datang memasuki gerbang rumah mewah itu, dengan segera Aldo memarkirkan mobilnya di garasi. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Cika. Belum juga satu hari, rasa rindunya terhadap Cika sudah seperti orang yang tidak bertemu berhari-hari. Kesibukannya di kantor, juga membuat nya tidak punya waktu untuk menghubungi Cika sama sekali.


Ara sedang asik di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka semua. Aldo masuk dan segera menyapa mama tercinta nya.


"Mama sudah pulang?"


"Sudah dari tadi sayang, kamu kok baru pulang?" tanya Ara balik.


"Banyak pekerjaan yang harus Aldo selesaikan tadi Ma." jawab Aldo sambil menoleh ke sana kemari untuk mencari keberadaan Cika. Tapi batang hidung Cika tak terlihat sama sekali.


"Cika sama Sela dimana Ma?" tanya Aldo mencari tau keberadaan kekasih dan sepupunya itu.


"Mungkin di kamar sayang, mama juga belum melihat mereka sejak keluar dari kamar tadi." jawab Ara sambil asik membalikkan masakan yang ada di atas kompor.


Dia masih mencari-cari keberadaan Cika. Aldo berpikir mungkin Cika sedang berada di kamarnya. Setelah memasuki kamar pribadinya, tetap saja Aldo tidak menemukan Cika.


"Apa mereka sudah pulang ke apartemen Sela? Tapi mobil Sela masih ada dibawah, atau mereka di kamar tamu?" batin Aldo bertanya-tanya sendiri dalam hatinya.


Aldo yang sudah berada di dalam kamar, memilih untuk mandi terlebih dahulu. Tubuh nya sudah terasa sangat lengket setelah seharian beraktivitas.


Aldo masuk ke kamar mandi dan mengguyur tubuh nya di bawah shower. Setelah selesai mandi, Aldo keluar. Dia memilih untuk menggunakan singlet dan celana pendek, karena memang dia lebih nyaman seperti itu kalau berada di rumah.


Aldo melangkahkan kaki meninggalkan kamar. Dia berjalan menuju kamar tamu dan segera mengetuk pintu.


Tok,,tok,,tok(suara ketukan pintu)


"Sela, Cika! Apa kalian ada di dalam?"


teriak Aldo dari balik pintu.

__ADS_1


Seketika hanya hening tanpa ada suara dari dalam kamar.


Aldo kembali bersuara. "Sela, Cika!" tapi masih saja tidak ada sahutan sama sekali.


Aldo kemudian mengocek pintu dan mendorongnya, seketika Aldo langsung tersenyum melihat dua orang gadis yang disayanginya itu tengah terlelap di atas ranjang. Karena hari sudah mau magrib, Aldo memutuskan untuk segera membangunkan mereka berdua.


"Sela, bangun hei! Sela bangun!" ucap Aldo sambil menepuk nepuk sebelah pipi Sela.


Seketika Sela pun terbangun dan membuka kedua mata nya.


"Apaan sih Aldo? Gangguin orang tidur aja." ketus Sela sambil mengucek kedua matanya.


"Ayo bangun! Bantuin mama di dapur sana!" ucap Aldo yang seketika membuat Sela langsung bangkit dari atas kasur.


Sela berniat untuk membangunkan Cika tapi Aldo dengan segera melarangnya.


"Ssttt,,,"


"Biar aku saja yang bangunin Cika! Sana mandi!" suruh Aldo yang ingin agar Sela meninggalkan mereka berdua.


Dengan muka bantal nya, Sela memanyunkan bibir dan mengambil pakaian ganti di dalam lemari, kemudian melangkah masuk ke kamar mandi.


Aldo mendekat ke arah Cika, hatinya merasa sangat senang melihat wanita cantik yang tengah terlelap di hadapannya itu. Dia segera menekuk kakinya di lantai agar posisinya setara dengan ranjang.


Aldo mengecup kening Cika dengan penuh kasih sayang. Rasa rindu yang dari tadi dia tahan, sudah tidak sanggup lagi dia bendung.


Aldo segera mengecup bibir Cika yang tengah terlelap itu dengan sangat lembut. Cika yang merasakan sesuatu, langsung terbangun dan membuka kedua matanya.


Cika terkejut melihat Aldo sudah berada di hadapannya. Saking kagetnya Cika hampir saja berteriak sambil melotot kan matanya kearah Aldo.


Namun, belum sempat Cika berteriak, dengan cepat Aldo membungkam bibir manis itu dengan bibirnya. Cika pun tak dapat mengeluarkan suaranya.


Cika berusaha untuk mendorong Aldo, tapi tubuh Aldo tidak selemah yang dia bayangkan. Aldo terus saja ******* bibir manis Cika. Cika sedikit merasa malu melihat tingkah Aldo, dia berpikir kalau Sela masih tidur di sampingnya.


Apa yang akan terjadi kalau sela sampai melihat semua ini. Dengan cepat Cika mencubit perut Aldo dan seketika Aldo pun melepaskan ciumannya dari bibir Cika.


"Auuu, sakit sayang!" ucap Aldo sambil memegangi perutnya yang terasa sedikit panas.

__ADS_1


"Rasain, dasar otak mesum! Kalau Sela lihat gimana?" ketus Cika sambil menoleh ke sebelahnya.


Namun sesaat Cika hanya terdiam karena tidak melihat Sela sama sekali di sampingnya. Dia benar-benar menjadi salah tingkah di depan Aldo.


__ADS_2