Hati Berdarah

Hati Berdarah
Bab 50. Kelahiran cucu pertama


__ADS_3

Sementara Aldo dan Sela pergi menemui Dokter yang baru saja dikunjungi Cika, di ruang lain Mila baru saja berhasil melahirkan seorang putri yang sangat cantik.


"Oweeek,,, oweeek,,,"


Tidak lama, pintu ruangan itupun terbuka dan keluarlah seorang Dokter yang sudah membantu persalinan Mila.


"Selamat ya, Pak Ilham! Istri bapak baru saja melahirkan seorang putri yang cantik, mirip dengan ibunya." ucap seorang Dokter yang baru saja keluar dari ruang bersalin.


"Terimakasih, Dok! Bagaimana keadaan istri saya? Apa mereka berdua baik-baik saja?" tanya Ilham yang terlihat agak gelisah memikirkan kondisi istri dan anaknya.


"Mereka berdua sehat, tidak ada yang perlu di khawatirkan!" sahut Dokter yang menangani Mila itu.


"Syukurlah! Terimakasih banyak, Dok!" sambung Ara sembari tersenyum kearah Dokter cantik itu.


Didalam ruangan yang lain, Aldo sedang mencari info tentang istrinya kepada Dokter Hana.


"Permisi, Dok! Maaf mengganggu waktunya sebentar." sapa Aldo sembari duduk di atas kursi yang ada di ruangan Dokter Hana.


"Ada yang bisa aku bantu? Apa bapak sudah membuat janji sebelumnya?" tanya Dokter Hana.


"Kak Hana?" sapa Sela yang sangat mengenali Dokter yang mereka temui itu.


"Sela, kebetulan bertemu disini! Apa kabar?" ucap Dokter Hana sembari berdiri dari tempat duduknya.


Sela mendekat dan memeluk kakak seniornya itu dengan erat.


"Kak Hana bekerja di rumah sakit ini?" tanya Sela yang sudah lama tidak bertemu dengan seniornya itu.


"Iya, belum lama. Baru beberapa bulan. Ada apa kamu kesini? Dan ini, apa ini suami kamu?" tanya Dokter Hana yang tidak mengenali Aldo.


"Hahahaha,,, suami dari mana? Aku belum menikah, Kak! Ini sepupu aku, namanya Aldo! Kami ada perlu sama Kak Hana sebentar, bisa kan?" ucap Sela yang ikut duduk di sebelah Aldo.


"Kakak pikir dia suami kamu. Jadi apa tujuan kalian kesini sebenarnya?" tanya Dokter Hana sedikit kebingungan.


"Aku butuh bantuan, Kakak!" ucap Sela.


"Bantuan apa?" sahut Dokter Hana.


"Sebelum kami kesini, kakak baru saja menerima pasien kan? Apa wanita itu bernama Cika?" tanya Sela yang langsung pada pokok pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu." sahut Dokter Hana yang tidak bisa memberikan info tentang pasiennya kepada orang lain.


"Kak, tolonglah! Cika adalah istrinya Aldo. Mereka itu saling mencintai satu sama lain. Dia lari dari rumah karena hasutan orang ketiga. Semua hanyalah kesalahpahaman, kami sudah mencari Cika kemana-mana tapi tidak berhasil menemukannya. Kebetulan tadi aku melihatnya keluar dari ruangan ini. Aku sudah mencoba mengejarnya, tapi aku terlambat. Kakak bisa bantu aku kan? Wanita tadi benar-benar Cika kan, Kak?" ucap Sela menjelaskan panjang kali lebar.


"Jadi, kamu ini suaminya Cika?" tanya Dokter Hana yang mulai tersentuh mendengar ucapan Sela.


"Iya, Kak! Jadi benar wanita tadi istriku?" tanya Aldo dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Setelah mendengar semua penjelasan dari Sela, Hana akhirnya menjelaskan semuanya kepada Sela dan Aldo tanpa ragu.


"Kurang lebih sebulan yang lalu, Cika datang kesini diantar oleh seorang laki-laki. Waktu itu Cika sedang tidak sadarkan diri, dia menjadi korban sebuah kecelakaan. Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata Cika tengah hamil 7 minggu. Untung saja kandungannya tidak bermasalah waktu itu. Hari ini Cika datang kembali untuk mengecek kandungannya. Hari ini usia kandungan Cika sudah genap 3 bulan, dan sudah memasuki tri semester kedua." jelas Dokter Hana yang membuat Aldo langsung meneteskan air matanya.


"Apa? Istri saya hamil, Dok?" tanya Aldo yang seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Iya, benar! Ini salinan hasil USG Cika tadi." ucap Dokter Hana sembari menunjukkan sebuah foto hasil USG kepada Aldo.


Sesaat Aldo terdiam, perasaan bersalah pun seketika menghantui perasaannya setelah melihat foto yang ada di tangannya.


"Ya tuhan, Cika menghadapi semua ini sendirian! Aku tidak bisa membayangkan, betapa beratnya mengandung seorang anak tanpa seorang suami disampingnya." tambah Sela dengan raut wajah sedih.


"Baiklah, kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, kalian boleh keluar dulu! Aku masih ada janji dengan pasien lain." ucap Dokter Hana dengan sopan.


"Aku bisa memberikannya, tapi tolong jaga rahasia ini ya! Aku tidak ingin mendapatkan masalah karena telah melanggar peraturan rumah sakit ini." ucap Dokter Hana sembari memberikan secarik kertas ke tangan Aldo.


"Terimakasih, Dokter! Aku berhutang budi padamu. Akan ku balas semua kebaikanmu ini setelah aku mendapatkan cintaku kembali." ucap Aldo sambil berlari meninggalkan ruangan Dokter Hana.


Aldo bergegas meninggalkan rumah sakit dan pergi mencari keberadaan istrinya.


"Kak Hana, terimakasih untuk semuanya." ucap Sela yang kembali memeluk kakak seniornya itu.


"Tidak masalah, semoga kesalahpahaman ini cepat berakhir!" ucap Dokter Hana.


Sela berjalan meninggalkan ruangan Dokter Hana.


"Semoga Aldo bisa menemukan Cika dan membawanya kembali." batin Sela sambil berjalan kearah ruang bersalin.


"Sela, ada apa sayang?" tanya Ara dengan tatapan penasaran.


"Ada apa, Dek?" tambah Ilham yang juga penasaran melihat raut wajah Sela.

__ADS_1


"Tante, Kak Ilham! Yang Sela lihat tadi itu memang Cika." ucap Sela sembari duduk disebelah Ara.


"Apa kalian berhasil menemukan Cika? Mereka dimana?" tanya Ara yang semakin penasaran.


"Aldo pergi, Tan." ucap Sela sedikit tertunduk.


"Apa yang terjadi sebenarnya? Kemana Aldo pergi?" tanya Ara lagi.


"Tan, Cika sekarang sedang hamil. Dia mengandung anaknya, Aldo!" ucap Sela memberitahukan kenyataan itu kepada tantenya.


"Apa? Jangan bercanda Sela!" sahut Ara yang berpikir kalau Sela sedang mempermainkan nya.


Sela akhirnya menjelaskan semua yang dikatakan Dokter Hana kepada Ara dan Ilham.


Ara begitu bahagia mendengar penjelasan dari Sela. Dia berharap, Aldo bisa secepatnya menemukan Cika dan membawanya kembali ke rumah mereka.


"Keluarga Ibu Mila." ucap seorang Suster yang baru saja keluar dari ruangan bersalin itu.


"Iya, kami keluarganya Mila! Apa kami sudah diperbolehkan untuk masuk kedalam?" ucap Ilham yang sudah tidak sabar ingin melihat istri dan putrinya.


"Silahkan, Pak!" sahut Suster dengan sopan.


Ara, Ilham, dan Sela pun bergegas melangkah masuk kedalam ruangan untuk melihat keadaan Mila.


"Mama..." sapa Mila yang melihat kedatangan keluarganya.


"Selamat ya, sayang! Kalian berdua sudah resmi menjadi orang tua. Dan mama juga akan menjadi seorang nenek. Hmmm,,, mama senang sekali." ucap Ara sambil tersenyum penuh kebahagiaan.


Ilham menggendong putrinya dengan penuh rasa haru. Kebahagiaan yang sedang dia rasakan saat ini, tidak akan bisa tergantikan oleh apapun juga.


"Ponakan tante Sela cantik sekali. Cepat besar ya sayang, biar bisa main sama tante." ucap Sela sembari mencium pipi putri kecil yang sangat menggemaskan itu.


"Kamu ini, ponakan kamu baru juga lahir. Udah disuruh cepat besar. Hahahaha," goda Ara yang membuat Sela langsung memajukan bibirnya.


Ara pun tertawa terkekeh kekeh melihat ekspresi Sela yang terlihat sangat lucu.


"Gimana mau jadi tante? Baru segitu saja udah ngambek. Hehehehe," tambah Ilham yang ikut menggoda adiknya itu.


Semua orangpun akhirnya ikut menertawakan Sela, termasuk Sela sendiri yang merasa begitu konyol didepan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2