
Pagi harinya, Aldo dan Cika terbangun dari tidur mereka dengan wajah yang berseri-seri. Sudah tidak tampak lagi kesedihan di wajah mereka berdua, yang terlihat hanyalah senyuman manis yang merekah.
"Selamat pagi sayang!" ucap Aldo sambil mengecup kening Cika dengan lembut.
"Selamat pagi laki-laki tampanku!" balas Cika sedikit malu-malu.
Aldo terlihat begitu semangat ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut Cika. Mata nya terbuka lebar memandangi wanita cantiknya itu.
"Kamu mau menggodaku lagi?" ucap Aldo dengan nada sedikit genit.
"Tidak, aku tidak bermaksud menggoda mu!" balas Cika sambil menjauh dari Aldo.
Cika lupa kalau si bucin Aldo sama sekali tidak bisa untuk digoda. Dia bergegas turun dari tempat tidur sebelum Aldo bertindak konyol lagi seperti sebelumnya. Dia berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian ganti dan bergegas masuk ke kamar mandi.
Aldo mencoba bangkit dari tempat tidur. Dia duduk di ujung kasur menunggu Cika keluar dari kamar mandi.
Cika keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Pemandangan itu sejenak membuat pikiran Aldo berkelana kemana-mana.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Cika yang mulai risih dengan tatapan mata Aldo.
"Aku,,,"
"Ssttt, diam lah Aldo! Ingat! Kamu sedang terluka, jadi jangan berpikir macam-macam!" tegas Cika yang sebenarnya sudah mengerti maksud dari tatapan itu.
"Aku tidak apa-apa! Kalau kamu mau, aku bisa melakukannya." ucap Aldo sambil melangkah mendekati Cika.
Kaki Cika mulai bergetar melihat Aldo sudah semakin dekat dengan dirinya. Tanpa ragu Cika melempari handuk yang ada di tangannya kearah Aldo sehingga menutupi wajah laki-laki tampan itu.
"Cium handuk ini saja! Hahahaha,,,"
Cika mulai tertawa dan berlari meninggalkan Aldo sendirian di dalam kamar.
Jantung Cika berdetak tak beraturan. Nafasnya sedikit ngos-ngosan karena harus tertatih berlari menghindari Aldo.
"Dasar laki-laki gila! Lagi sakit saja sudah begitu, gimana kalau sudah sembuh? hiiiih," gumam Cika sambil tersenyum geli mengingat tampang Aldo yang sudah seperti macan kehausan.
Selesai mandi Aldo mengenakan pakaiannya sendiri karena rasa sakit pada lukanya sudah mulai berkurang. Dia berjalan keluar mencari keberadaan Cika.
Cika tengah memasak sarapan untuk mereka berdua. Aldo hanya tersenyum sambil melangkah mendekat kearah Cika.
"Masak apa sayang?" bisik Aldo tepat di telinga Cika.
"Au, Aldo!" Cika memukul lengan Aldo karena terkejut dengan kedatangan Aldo yang tiba-tiba dan memanyunkan bibirnya.
"Hahahaha,,," Aldo tertawa melihat Cika yang terlihat sangat menggemaskan dengan bibir monyong nya itu.
__ADS_1
Masakan Cika sudah terhidang di atas meja. Mereka segera menyantapnya karena sudah sangat kelaparan dari semalam belum makan.
"Sayang hari ini kita ke butik mama ya!" Aldo mengajak Cika untuk melanjutkan rencana fitting baju mereka yang sempat tertunda karena kesalahpahaman diantara mereka berdua.
"Hmmm, iya." balas Cika singkat.
"Gitu doang,,," ucap Aldo.
"Terus aku harus teriak, biar semua orang yang ada di apartemen ini keluar dan berkumpul melihat kita." balas Cika sedikit jutek.
"Gak gitu juga sayang," ucap Aldo sambil menaikkan alisnya.
Selesai sarapan, mereka kembali ke kamar untuk mengganti pakaian. Aldo menghubungi Sela untuk meminta tolong menyelesaikan tugasnya di kantor hari ini.
"Halo, Aldo! Ada apa?" ucap Sela dari balik telepon.
"Sel, kamu tolong selesaikan pekerjaan aku hari ini ya! Aku mau ke butik mama dulu, nanti kalau sempat aku usahakan datang ke kantor." ucap Aldo.
"Iya! Tapi aku gak mau bantuin kamu secara cuma-cuma ya." balas Sela yang ingin meminta imbalan dari semua itu.
"Iya, tenang saja!" ucap Aldo sambil mematikan sambungan telepon mereka.
Pukul 09.00 pagi, Aldo dan Cika berangkat menuju butik mama Ara.
"Selamat pagi Pak Aldo! Selamat pagi Cika!" jawab Putri yang juga tersenyum kearah mereka berdua.
"Mama sudah datang?" tanya Aldo sambil melihat sekelilingnya.
"Buk Ara ada di ruangannya." jawab Putri.
Tanpa menunggu lama, Aldo meraih tangan Cika dan membawanya masuk ke ruangan Ara.
"Selamat pagi Ma!" sapa Aldo sambil melangkah ke meja kerja mamanya.
"Pagi sayang! Kalian sudah datang." ucap Ara sambil memeluk tubuh Aldo dan Cika secara bergantian.
Aldo sedikit merasakan ngilu pada lukanya saat Ara memeluk tubuhnya. Namun Aldo berusaha menahan dengan mengigit bibirnya agar Ara tidak curiga dengan keadaannya.
Ara membawa putra dan calon menantunya naik ke lantai atas butik.
Di sana mereka akan melakukan pemotretan.
Sesampainya di lantai atas, Cika sedikit melongo karena di situ sudah ada tukang rias dan fotografer yang menunggu mereka.
"Sayang! Kamu ikut mama ya!" ucap Ara sambil melangkah ke kamar ganti di ikuti Cika dan 2 tukang rias tadi.
__ADS_1
Cika hanya terdiam menuruti permintaan calon mertuanya itu.
Sesampainya di kamar, Ara menyuruh Cika duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Lakukan pekerjaan kalian dengan baik! Aku ingin calon menantu ku tampil sangat cantik hari ini!" ucap Ara. Ara pun kembali keluar untuk menemui putranya Aldo.
"Sayang, ayo ganti pakaian mu!" ucap Ara.
Aldo menganggukkan kepalanya, dia pun mengikuti semua instruksi dari mamanya. Dia bahkan sudah tidak sabar menunggu wanita cantiknya keluar dari kamar.
Setelah mengganti pakaiannya, Aldo keluar dari kamar ganti.
"Kamu tampan sekali sayang." puji Ara.
"Anak siapa dulu?" goda Aldo.
"Hahahaha, kamu bisa saja nak." balas Ara yang begitu bersemangat mengurus keperluan pernikahan putra bungsunya itu.
Tidak lama Cika pun keluar setelah selesai di rias. Wajah Cika terlihat sangat cantik dan anggun. Mata Aldo pun tak bisa berkedip menatap wanita yang dicintai nya itu.
Cika sedikit malu-malu melangkah kearah Aldo dan Ara. Dia merasa kalau dandanan nya sedikit berlebihan.
"Sayang, anak perempuan mama cantik sekali." puji Ara kepada calon menantunya itu.
"Terimakasih ya Ma! Tapi apa ini tidak berlebihan Ma?" ucap Cika yang sedikit risih dengan dandanan nya.
"Tidak sayang! Kamu terlihat sangat cantik. Aku suka." bisik Aldo yang seketika membuat pipi Cika semakin merah merona.
"Sudah, nanti saja bicaranya! Kalian harus melakukan pemotretan dulu. Kasihan fotografernya dari tadi menunggu." tambah Ara yang tidak ingin berlama-lama karena dia masih harus mengurus undangan dan segala macamnya.
Aldo dan Cika pun segera melakukan sesi pemotretan mereka sesuai arahan dari fotografer. Aldo bahkan hampir saja mencium bibir Cika di depan semua orang karena sudah tidak tahan melihat wanita cantik yang berdiri dihadapan nya itu.
"Kendalikan dirimu Aldo! Malu, disini banyak orang." gumam Cika yang hanya bisa di dengar oleh Aldo.
"Maaf sayang, aku terbawa suasana. Aku tidak tahan melihat bibir manis mu itu." ucap Aldo menggoda Cika.
"Husst, diam lah!" ucap Cika sambil kembali melihat kearah fotografer.
Mereka berdua benar-benar pasangan yang sangat serasi. Yang satu tampan dan yang satu lagi cantik. Sungguh pemandangan yang sangat indah dipandang mata.
Pemotretan pun selesai. Aldo dan Cika kembali mengganti pakaian mereka ke kamar tempat mereka mengganti pakaian sebelumnya.
__ADS_1