
Malam harinya, Cika pulang ke kontrakan dengan raut wajah penuh kekecewaan. Cika terlihat begitu murung setelah diberhentikan dari pekerjaan yang sangat dia butuhkan saat ini.
Satu-satunya alasan karena konveksi itu tidak mau mengambil resiko mempekerjakan karyawan yang tengah hamil.
Cika masuk kedalam kontrakan dengan lesu dan melangkah masuk kedalam kamarnya. Seketika netra Cika membesar setelah membuka pintu kamar dan melihat sesosok laki-laki yang tengah berbaring di atas kasurnya.
"Hei, siapa kamu? Kenapa kamu bisa masuk kedalam kontrakan ini?" teriak Cika yang mulai bergetar ketakutan.
Aldo akhirnya bangkit dari kasur tipis itu dan melangkah menghampiri istrinya yang sudah lama dia rindukan.
"Sayang..."
"Kamu? Kenapa kamu bisa berada disini? Siapa yang mengizinkan kamu masuk?" teriak Cika yang terkejut melihat kedatangan suaminya.
Aldo tidak menjawab pertanyaan dari istrinya. Dia langsung saja mendekap tubuh Cika dengan erat dan menangis sambil mencium kening istrinya itu.
"Lepaskan aku!" bentak Cika sambil memberontak melepaskan diri dari suaminya.
"Aku sangat merindukanmu, Cika! Kenapa kamu tega meninggalkan aku sendirian?" ucap Aldo tanpa melepaskan pelukannya.
"Lepaskan aku! Aku tidak sudi disentuh oleh tangan kotor mu itu!" teriak Cika yang saat ini sangat membenci suaminya.
"Aku tidak akan melepaskan kamu lagi! Kamu sedang mengandung darah daging ku, sayang. Aku akan membawamu pulang ketempat yang seharusnya!" ucap Aldo sembari meneteskan air matanya.
"Darimana kamu tau kalau aku sedang mengandung anakmu?" tanya Cika yang juga mulai menangis di pelukan suaminya.
"Tidak penting darimana aku tau tentang semua itu. Kamu adalah istriku yang sah, aku tidak akan membiarkan kamu menderita lagi. Tempatmu bukan disini, tapi di sampingku!" tegas Aldo yang masih berderaian air mata.
Cika mendorong tubuh suaminya dengan sangat kuat hingga Aldo terjatuh di atas lantai. Cika sama sekali tidak ingin kembali bersama suaminya.
"Lupakan aku! Urus saja wanita itu, wanita yang tengah mengandung anakmu. Biarkan aku meneruskan hidupku dengan caraku sendiri. Aku tidak membutuhkan dirimu lagi!" bentak Cika yang mulai gemeteran.
Aldo terdiam mendengar semua perkataan istrinya itu. Hatinya terasa hancur berkeping-keping mendapatkan penolakan dari istri yang sangat dia cintai.
"Demi Tuhan, aku tidak pernah tidur dengan wanita itu. Anak yang dia kandung itu bukanlah anakku, sayang. Tolong, beri kesempatan untukku membuktikan semuanya!"
Aldo berusaha menjelaskan semuanya kepada Cika. Aldo tidak ingin kesalahpahaman ini menjadi berlarut-larut. Itu tidak akan baik untuk mereka dan janin yang sedang Cika kandung.
"Aku tidak percaya dengan ucapan mu itu. Kau itu laki-laki bajingan yang pernah aku kenal. Lebih baik anakku tidak perlu tau siapa ayahnya. Hiks... Hiks... Hiks,"
__ADS_1
Cika menangis terisak-isak. Hatinya terasa sangat hancur setelah menerima penghianatan dari laki-laki yang sangat dia cintai.
"Aku bersumpah Cika. Jika anak itu adalah anakku, detik ini juga aku akan mati di hadapanmu." ucap Aldo yang mulai putus asa.
"Aldo..."
Cika berteriak karena tidak suka mendengar sumpah yang keluar dari mulut suaminya.
"Tidak perlu bersumpah untuk menutupi kesalahan yang telah kamu buat. Pergilah, biarkan aku membesarkan anakku sendiri!"
Cika mengusir Aldo dari kontrakannya. Sulit baginya untuk percaya lagi kepada laki-laki yang sudah menghancurkan hatinya itu.
"Baiklah, aku akan pergi dari hidupmu untuk selama-lamanya! Tolong, jaga anakku dengan baik! Suatu saat nanti, tolong katakan padanya kalau aku sangat mencintainya." ucap Aldo sembari melangkahkan kakinya menuju pintu.
"Tunggu, Aldo...!"
Cika berteriak dan mengejar Aldo sampai ke pintu kontrakan.
"Kamu mau kemana?" tanya Cika sambil terisak.
"Aku akan mengakhiri semua ini. Tidak ada lagi gunanya hidup tanpa orang yang aku cintai. Lebih baik aku mati dari pada menanggung penderitaan ini. Maafkan aku, aku memang suami yang sangat buruk!"
"Jaga dirimu dan anak kita! Selamat tinggal!" ucap Aldo dengan penuh kekecewaan dihatinya.
"Aldo... Jangan pergi! Jangan tinggalkan kami! Hiks... Hiks... Hiks,"
Cika menangis dan memeluk tubuh Aldo dari belakang. Rasa bencinya terhadap Aldo memang sangat besar, namun dia juga tidak sanggup harus kehilangan suaminya untuk yang kedua kalinya.
Aldo membalikkan tubuhnya dan memeluk Cika dengan sangat erat.
"Percayalah padaku, Cika! Hanya kamu seorang wanita yang aku cintai. Aku tidak pernah mengkhianati cinta kita. Wanita itu menjebak ku, aku tidak pernah melakukan hal itu dengannya. Aku bersumpah."
Aldo mencoba meyakinkan Cika kembali agar istrinya benar-benar percaya kepada dirinya.
Flashback
Malam itu, Aldo tengah berada di luar kota. Aldo melakukan perjalanan bisnis bersama dengan rekan bisnisnya yang lain. Termasuk Melia dan ayahnya yang juga ikut saat itu.
Di malam terakhir mereka berada di luar kota. Melia menyelinap masuk kedalam kamar Aldo. Aldo yang waktu itu tengah tertidur, tidak menyadari kalau Melia sudah berada di atas tempat tidurnya.
__ADS_1
Namun disaat Melia naik ke atas tubuh Aldo, Aldo langsung tersintak dan mendorong tubuh wanita ****** itu dari atas tubuhnya.
Momen itulah yang dijadikan Melia sebagai barang bukti untuk menghancurkan rumah tangga Cika dan Aldo.
Melia yang saat itu terpental karena dorongan Aldo, meringis kesakitan karena merasakan kram di perutnya.
Aldo pun memanggil petugas hotel dan membawa Melia ke rumah sakit.
Hal yang paling mengagetkan adalah ketika Dokter memberitahukan kalau Melia tengah hamil saat itu.
Sontak saja Aldo semakin marah karena Melia telah menjebaknya untuk menjadi ayah dari anak yang tidak jelas asal usulnya itu.
Keesokan harinya, Aldo memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan keluarga Melia.
Hal itulah yang membuat Melia semakin sakit hati dan menghilang beberapa saat.
Namun disaat perutnya sudah membesar, Melia kembali untuk membalas sakit hatinya atas penghinaan dari Aldo.
Melia datang ke butik dan mengatakan kepada Cika kalau anak yang didalam kandungannya itu adalah milik Aldo.
Kesalahpahaman itulah yang membuat rumah tangga Aldo menjadi hancur berantakan.
Sekarang, Melia sudah pergi ke luar negeri karena sudah merasa puas melihat kehancuran rumah tangga Aldo.
Flashback Selesai
Setelah mendengar penjelasan dari Aldo, Cika menangis sejadi-jadinya didalam dekapan suaminya.
"Maafkan aku, aku terlalu bodoh karena sudah mempercayai kata-kata wanita itu." ucap Cika yang sangat menyesali kecerobohan dirinya.
"Tidak sayang, ini semua bukan salahmu! Aku yang salah, harusnya waktu itu aku langsung menceritakan semuanya kepadamu. Tapi aku malah memilih untuk diam." sahut Aldo penuh penyesalan.
Karena malam sudah semakin larut, akhirnya mereka berdua tidur di kontrakan dan berbagi kasur seadanya.
Cika menenggelamkan wajahnya di dada suaminya dan memeluk tubuh Aldo dengan erat.
Aldo pun berulang-ulang kali mengecup kening istrinya dengan lembut.
Malam itu menjadi malam yang sangat membahagiakan buat Aldo, karena sudah mendapatkan cintanya kembali.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Cika! Tolong, jangan pernah tinggalkan aku lagi!" gumam Aldo sambil mendekap tubuh istrinya yang mulai terasa padat dari sebelumnya.