
Tiba-tiba saja Aldo ingin mengetahui kisah cinta papa dan mamanya sewaktu muda dulu. Dia dengan semangat menanyakan itu semua kepada papanya.
"Kami bahkan tidak pernah pacaran, dulu papa cuma beberapa kali bertemu sama mama. Tapi karena papa menyukai mama, papa langsung melamarnya." ucap Alvin yang membuat Aldo berpikir sedikit lama.
"Apa waktu itu mama langsung menerima papa?" tanya Aldo ingin tau.
"Tidak!" jawab Alvin singkat.
"Terus kenapa akhirnya mama bisa menikah dengan papa?" tanya Aldo lagi yang semakin penasaran.
"Semua itu butuh perjuangan nak, mamamu dulu hidupnya serba kekurangan, dia menjadi tulang punggung keluarganya. Tidak semudah itu mama bisa menerima papa. Mamamu tidak menginginkan laki-laki yang tampan atau pun kaya untuk mendampinginya, tapi dia mencari laki-laki yang bisa bertanggung jawab untuk hidupnya dan juga keluarganya. Dan papa bisa membuktikan itu semua sama mama kamu." jawab Alvin menjelaskan panjang kali lebar kepada putra bungsunya.
Aldo hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia mengerti apa yang di maksud oleh papanya itu.
Seketika Aldo teringat kembali dengan penolakan Cika sewaktu mereka di apartemen. Aldo sedikit merasa ragu dengan keputusannya yang ingin menikahi Cika. Dia takut kalau Cika akan menolaknya kembali.
Tapi disisi lain, Aldo juga tidak ingin kehilangan Cika. Aldo sudah sangat mencintai Cika, dia sudah merasa begitu nyaman bersama Cika. Dia bertekad untuk memperjuangkan cintanya, apapun yang terjadi dia harus bisa seperti papanya yang berhasil memperjuangkan cintanya.
Sementara di dapur, Cika, Sela, dan Ara sudah selesai memasak untuk makan malam mereka. Semua sudah terhidang di atas meja.
"Sela, panggil om sama Aldo ya!" ucap Ara kepada Sela.
"Iya Tan." jawab Sela.
Sela melangkah menuju ruang keluarga untuk memanggil om dan sepupunya. Setelah itu Sela kembali ke meja makan disusul Alvin dan Aldo dibelakangnya.
Setelah semua berkumpul, mereka pun segera menyantap hidangan yang sudah tersedia di atas meja makan.
"Aldo! Kamu tau gak apa yang terjadi di butik mama tadi siang?" ucap Ara membuka pembicaraan.
"Memang nya ada apa Ma? Mama sama Cika baik-baik saja kan?" tanya Aldo sedikit merasa khawatir.
"Kami baik-baik saja sayang, bukan itu maksud mama. Tapi mama hampir saja kehilangan customer mama, untung saja ada Cika." jawab Ara sambil melihat ke arah Cika.
Aldo semakin bingung dengan apa yang di katakan mamanya itu. Begitupun Alvin dan Sela yang saling melirik satu sama lain.
"Memang nya kenapa sama Cika Ma?" tambah Alvin yang juga bingung dengan ucapan istrinya.
"Ternyata Cika itu punya bakat terpendam loh Pa. Dia bisa membuat desain yang sangat indah dalam waktu singkat." ucap Ara sambil tersenyum lebar di depan semua orang.
__ADS_1
"Masa' sih Tan?" tambah Sela yang terkejut mendengar ucapan Ara.
"Iya sayang, bahkan customer tante langsung menyukai desain yang di buat oleh Cika." ucap Ara lagi menyanjung Cika.
Semua menatap ke arah Cika, Cika hanya membalas dengan senyuman.
Dia merasa sedikit malu karena Ara memujinya terlalu berlebihan.
"Kalau gitu kamu kerja sama tante Ara saja Cika! Jadi desainernya tante Ara. Iya kan Do?" ucap Sela menambahkan.
"Iya, aku setuju." balas Aldo sambil tersenyum ke arah Cika.
"Mama juga setuju, kamu mau kan sayang?" tanya Ara kepada Cika.
"Tapi Tan,,,"
"Sudah, tidak usah banyak mikir! Mulai besok kamu kerja sama mama saja." tegas Aldo sambil mengedipkan matanya ke arah Cika yang membuat Cika menjadi salah tingkah.
Cika hanya mengangguk, dia tak dapat menolak permintaan Ara. Ara sudah sangat baik kepada dirinya.
Semua orang pun tersenyum melihat Cika yang mengangguk pertanda dia setuju.
"Tante, Om! Malam ini Sela sama Cika mau pulang ke apartemen, besok biar Sela yang mengantarkan Cika ke butik tante." ucap Sela yang membuat senyum di wajah Aldo menghilang seketika.
Sela menjadi serba salah melihat kesedihan yang terpancar di wajah tantenya. Sementara Aldo hanya terdiam sambil menghabiskan makanannya.
Selesai makan Aldo meminta izin untuk meninggalkan meja makan lebih dulu. Aldo melangkah meninggalkan semua orang di meja makan, dan berjalan menuju kamarnya. Dia merasa sedih mendengar ucapan Sela yang akan meninggalkan rumahnya bersama Cika.
"Sayang, kalian di sini saja ya! Kalian gak kasihan sama tante? Aldo juga pasti akan sedih dengan kepergian kalian." ucap Ara dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Sela semakin bingung melihat tantenya yang hampir meneteskan air mata. Tapi dia berusaha membujuk tantenya itu.
"Tan, jangan sedih! Besok kami kesini lagi. Kan mulai besok Cika kerja di butik tante. Jadi kita bakalan sering ketemu." ucap Sela meyakinkan tante nya.
"Ya sudah, terserah kalian saja kalau begitu." ucap Ara.
Selesai makan, Ara melangkah meninggalkan meja bersama Alvin. Sementara Sela bergegas membersihkan meja, dan Cika mencuci piring di dapur.
Setelah semua pekerjaan di dapur selesai, mereka kembali menaiki anak tangga menuju kamar untuk mengambil barang-barang mereka.
__ADS_1
"Sel, pakaian aku masih di kamar Aldo." ucap Cika.
"Ya sudah, kamu ambil saja dulu! Sekalian pamit sama Aldo. Kasihan dia pasti sedih karena kita akan pulang ke apartemen." ucap Sela.
Cika menganggukkan kepalanya, dia melangkah meninggalkan Sela dan berjalan menuju kamar Aldo.
Tok..Tok..Tok(suara ketukan pintu)
"Siapa?" tanya Aldo dari dalam kamar.
"Aku, Cika!" jawab Cika dari balik pintu.
Aldo berjalan ke arah pintu dan membukakannya untuk Cika.
"Ada apa?" tanya Aldo sedikit cuek.
"Aku mau mengambil pakaian." jawab Cika sedikit gugup di depan Aldo.
"Ya sudah, ambil saja!" jawab Aldo sambil melangkah menjauh dari Cika dan duduk di ujung ranjang kamarnya.
Cika masuk dan bergegas mengambil pakaiannya yang ada di dalam kamar mandi Aldo. Setelah mendapatkan pakaiannya, Cika keluar dari kamar mandi dan melangkah mendekati Aldo.
"Aldo, aku pulang dulu ya." ucap Cika sedikit bergetar karena masih gugup.
"Iya, pulang saja!" jawab Aldo singkat tanpa melihat Cika.
Cika yang merasa bingung dengan sikap Aldo, kemudian berjalan menuju pintu. Namun, disaat akan melangkahkan kaki keluar kamar, Aldo datang memeluknya dari belakang.
Seketika langkah kaki Cika pun terhenti, dia hanya terdiam. Cika mengerti apa yang di rasakan Aldo saat ini. Cika pun membalikkan tubuhnya, dan memeluk Aldo kembali.
"Kamu kenapa?" tanya Cika menatap wajah laki-laki tampan itu.
"Jangan pergi!" ucap Aldo sambil menahan air matanya.
"Aku gak pergi Aldo. Aku hanya mau pulang ke apartemen Sela, bukan ke Surabaya. Besok kita bisa bertemu lagi." ucap Cika meyakinkan Aldo.
"Tapi aku mau kamu tetap disini bersamaku!" ucap Aldo sambil mempererat pelukannya.
"Tapi aku gak bisa berlama-lama di sini Aldo. Aku harus ikut pulang bersama Sela." ucap Cika yang semakin bingung dengan tingkah Aldo.
__ADS_1
"Kamu gak sayang sama aku?" tanya Aldo.
"Ini bukan masalah sayang atau gak sayang Aldo, tolong mengerti posisi aku! Aku di sini sebatang kara, Sela lah yang menampung aku selama ini. Aku tidak mungkin membiarkannya pulang sendirian." ucap Cika memberi penjelasan kepada Aldo.