Hati Berdarah

Hati Berdarah
Bab 26. Berkunjung Ke Rumah Kakak


__ADS_3

Cika seketika mematung melihat Aldo yang sudah berdiri di hadapannya. Dia hanya tersenyum menatap laki-laki tampan itu.


Aldo sedikit heran melihat wajah Cika yang tak seperti biasanya. Cika yang biasanya lebih sering terlihat murung, hari ini justru lebih cerah dan berseri-seri.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Aldo memperhatikan wajah Cika.


"Gak apa-apa!" jawab Cika yang semakin melebarkan senyumannya.


"Gak ada apa-apa, tapi senyum-senyum sendiri, kamu masih sehat kan?" ucap Aldo sambil memegang kening Cika.


"Apaan sih?" ucap Cika sambil mencubit perut Aldo.


"Awww, sakit sayang! Kok kamu suka banget sih nyubitin perut aku, apa kamu mau melihatnya? Tunggu nanti malam, aku bukain semuanya untuk kamu." ucap Aldo menggoda Cika.


"Awas saja, kalau berani macam-macam! Gak hanya aku cubit, tapi aku gigit sekalian biar tau rasa." ucap Cika yang mulai geram.


"Aku gak mau di cubit lagi sayang, sakit! Tapi kalau digigit sama kamu, aku mau." ucap Aldo sambil berbisik ditelinga Cika.


"Husss, kamu bisa diam gak! Malu tau di dengar orang." ucap Cika yang mulai merasa sedikit kesal dengan tingkah Aldo.


Cika berjalan meninggalkan Aldo, dia merasa malu karena banyak orang yang menatap mereka.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Aldo sambil mengejar Cika dan menahan tangannya.


"Aku cuma bercanda sayang, jangan marah!" ucap Aldo dengan tampang khasnya.


"Siapa juga yang marah?" jawab Cika sambil kembali tersenyum.


"Kamu ngerjain aku?" ucap Aldo sedikit kesal.


"Hahahaha, emang enak." Cika tertawa sambil mengedipkan mata ke arah Aldo.


"Oh, udah mulai berani ya sama aku. Tunggu saja nanti! Gak akan aku kasih ampun." ucap Aldo dengan wajah yang mulai terlihat aneh dan membuat Cika langsung terdiam tanpa bisa berkata-kata lagi.


Aldo menarik tangan Cika. Mereka berdua masuk ke ruangan Ara.


"Ma," ucap Aldo menyapa mamanya yang tengah asik memainkan komputer di meja kerjanya.


"Iya sayang, kamu sudah datang?" tanya Ara sambil berdiri dan melangkah mendekati putra dan calon menantu nya itu.


"Sudah dari tadi Ma, Aldo izin ya mau bawa Cika keluar." ucap Aldo sambil memeluk mamanya.


"Iya, hati-hati ya sayang! Ingat pesan mama, jangan nakal!" ucap Ara dengan suara pelan agar tidak di dengar Cika.


"Aldo gak bisa janji Ma, abisnya Cika godain Aldo terus." ucap Aldo berbisik ditelinga mamanya.


"Jangan macam-macam sayang! Mama tidak pernah mengajarkan kamu untuk menjadi laki-laki yang kurang ajar. Semua itu ada waktunya." ucap Ara kembali memperingatkan putranya.

__ADS_1


Aldo hanya tersenyum sambil melangkah menuju pintu.


Cika kemudian berjalan mendekati Ara untuk berpamitan.


"Ma, Cika sama Aldo pergi dulu ya." ucap Cika sambil menyalami dan mencium tangan Ara.


"Iya sayang, kalian hati-hati ya. Jangan pulang terlalu malam!" ucap Ara sedikit khawatir dengan sepasang calon pengantin itu.


"Iya Ma," jawab Cika singkat, dan segera menyusul Aldo yg sudah berada di pintu.


"Aldo mau nginap di apartemen malam ini Ma. Mama gak perlu nungguin Aldo. Mama bisa berduaan sama papa malam ini." teriak Aldo dari balik pintu dan bergegas meninggalkan ruangan Ara.


"Jangan gila sayang!" teriak Ara yang sudah tidak melihat Aldo lagi. Ara hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol putranya itu.


Aldo dan Cika melangkah meninggalkan butik, mereka masuk ke dalam mobil dan melaju menuju rumah Ilham.


Tidak ada kata yang terucap antara mereka berdua di dalam perjalanan. Cika hanya terdiam sambil menatap setiap sudut jalan yang mereka lewati.


Namun tidak lama berselang, Cika tertidur karena merasa sangat lelah. Aldo sama sekali tidak menyadari itu, dia hanya fokus menyetir karena siang itu suasana jalan sedang ramai.


"Sayang, kita makan dulu ya. Aku lapar." ucap Aldo tanpa menoleh ke arah Cika.


Aldo sedikit heran, tidak ada jawaban sama sekali dari Cika. Aldo pun dengan cepat menoleh ke arah Cika. Aldo hanya tersenyum setelah melihat wanita yang dicintainya itu, tengah tertidur lelap di sampingnya.


Aldo kembali fokus menyetir, dia tidak ingin mengganggu tidur Cika.


"Sayang, bangun! Kita sudah sampai." ucap Aldo sambil menyentuh pipi Cika.


"Hmmm,"


Cika mencoba untuk membuka matanya. Tapi matanya masih terasa sangat berat karena cuma tertidur beberapa menit saja.


"Ayo, turun! Apa kamu mau tetap di sini?" ucap Aldo yang sudah turun dari mobilnya.


"Aku ikut," ucap Cika sambil bergegas membuka pintu dan turun mengikuti Aldo.


Aldo memegang tangan Cika, mereka melangkah mendekati pintu rumah Ilham.


Tok...Tok...Tok(suara ketukan pintu)


Aldo mengetuk pintu rumah Ilham yang saat itu sedang terbuka.


Seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah dan menyapa mereka.


"Ada Nak Aldo, silahkan masuk!" ucap Bi Susi yang menyambut kedatangan mereka.


Aldo dan Cika pun masuk ke dalam rumah Ilham. Cika hanya melongo melihat rumah Ilham yang tidak kalah mewah dengan rumah Aldo.

__ADS_1


"Silahkan duduk Nak Aldo! Bibi mau ke belakang dulu." ucap Bi Susi sambil berlalu meninggalkan mereka berdua di ruang tamu.


"Iya Bi, terimakasih!" ucap Aldo sambil duduk di atas sofa yang ada di sana.


"Ini rumah Kak Ilham?" tanya Cika yang begitu kagum dengan kemewahan rumah Ilham.


"Iya, lebih tepatnya rumah istrinya." jawab Aldo.


"Beruntung sekali Kak Ilham dapat istri yang kaya raya seperti ini." ucap Cika.


"Aku juga beruntung dapat calon istri seperti kamu," ucap Aldo sedikit menggoda Cika.


"Apanya yang beruntung, aku cuma gadis kampung yang tidak punya apa-apa. Jauh banget kalau di bandingkan dengan istrinya Kak Ilham." ucap Cika yang sedikit merasa minder.


"Jangan mulai lagi Cika," ucap Aldo.


"Maaf, tapi aku merasa tidak pantas berada di tengah-tengah kalian." ucap Cika.


Aldo sedikit pusing mendengar perkataan Cika. Mau di jawab salah, gak di jawab bikin kesal.


Untung saja Mila datang di saat yang tepat. Jadi Aldo tidak perlu menanggapi semua ocehan Cika.


"Aldo, tumben main ke sini dek. Ada apa?" ucap Mila yang ikut duduk bersama Aldo dan Cika di sofa ruang tamu.


"Aldo mau bertemu Kak Ilham," ucap Aldo sambil menyalami kakak iparnya itu.


"Kak Ilham belum pulang dek. Mungkin sebentar lagi. Tunggu aja!" ucap Mila yang terlihat sedikit pucat.


"Kenalin Kak, ini Cika calon istri Aldo." ucap Aldo mengenalkan mereka berdua.


Cika dengan segera mendekati dan menyalami kakak ipar Aldo yang sebentar lagi juga akan menjadi kakaknya itu.


"Kamu Cika temannya Sela bukan?" tanya Mila sedikit mencari tau.


"Iya Kak, kok Kak Mila bisa tau." tanya Aldo heran.


"Kak Ilham pernah cerita," ucap Mila.


"Memang nya kamu sudah kenal sama Kak Ilham sayang?" tanya Aldo kepada Cika.


"Kenal lah, bahkan aku lebih dulu kenal sama Kak Ilham daripada kamu. Kita pernah bertemu sekali, waktu aku sama Sela baru sampai di sini, Kak Ilham yang jemput malam itu." ucap Cika.


"Kok aku gak tau." tanya Aldo.


"Kamu aja gak pernah nanya, untuk apa juga aku jelasin sama kamu." ucap Cika.


"Ya sudah, gak usah di ributkan." ucap Mila sambil tersenyum melihat tingkah mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2