Hati Berdarah

Hati Berdarah
Bab 27. Minta Restu Kakak Tertua


__ADS_3

Mereka bertiga asik bersenda gurau bersama, sambil menikmati cemilan dan teh yang telah disediakan oleh Bi Susi.


Waktu terus berjalan. Hari sudah menunjukkan pukul 16.00 sore. Mobil Ilham datang memasuki pekarangan rumah, Mila dengan segera menyusul ke depan pintu karena mendengar suara mobil suaminya.


Ilham muncul dari balik pintu utama. Dengan cepat Mila menyambut kedatangan Ilham dan mencium tangan suami tampannya itu.


"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Mila sambil menggandeng lengan suaminya.


"Iya sayang, kamu baik-baik saja kan! Wajahmu terlihat pucat," sahut Ilham.


"Aku gak apa-apa! Ayo masuk! Ada Aldo sama calon istrinya di dalam." ucap Mila.


"Calon istri? Sejak kapan anak itu suka sama wanita?" ucap Ilham sedikit bingung.


"Ya sudahlah, temui saja dulu!" ucap Mila sambil menarik tangan suaminya. Mereka berdua melangkah ke dalam beriringan.


"Kak Ilham! Kakak sudah pulang?" tanya Aldo sambil mendekat dan memeluk kakaknya itu.


"Ada apa? Tumben main kesini? Biasanya kamu selalu sibuk dengan pekerjaan, sampai-sampai tidak ada waktu untuk kakakmu ini." ucap Ilham sambil mengusap punggung adiknya.


"Jangan marah Kak! Aku minta maaf, aku benar-benar sibuk di kantor, makanya jarang sekali menemui kakak." ucap Aldo sambil melepaskan pelukannya.


"Iya, iya, kakak gak marah. Duduklah!" ucap Ilham.


Ilham menyuruh adiknya kembali duduk di sofa. Diapun ikut duduk di samping istrinya. Namun, sesaat Ilham melotot melihat gadis cantik yang ada di sebelah adiknya. Tanpa basa basi Ilham kembali bersuara.


"Kamu Cika kan?" ucap Ilham sambil menatap gadis cantik itu.


"Iya Kak, aku Cika. Kakak masih ingat sama aku?" ucap Cika sambil mengulurkan tangan dan mencium tangan calon kakak iparnya itu.


"Ya ingatlah, kamu pikir kakak sudah pikun, ha, hahaha." ucap Ilham sambil tertawa dan diikuti oleh yang lain.


Sementara mereka tengah asik berbincang, Mila meminta izin untuk pergi ke dapur. Mila ingin membantu Bik Susi menyiapkan makanan untuk mereka semua.


"Sayang, aku ke dapur dulu ya, mau bantu Bik Susi." ucap Mila kepada suaminya.


"Aku ikut Kak," ucap Cika yang juga ingin membantu mereka.


Cika tidak ingin mengganggu pembicaraan Aldo dan Ilham. Cika memilih mengikuti Mila ke dapur. Cika juga merasa tidak nyaman berdiam diri tanpa melakukan apa-apa di rumah mewah itu.


Sesampainya di dapur, Mila mulai melakukan tugasnya. Begitu pun Cika yang tidak mau merepotkan calon kakak iparnya itu.

__ADS_1


"Cika, kamu duduk saja di depan bersama mereka." ucap Mila.


"Aku di sini saja bantuin kakak, aku senang melakukan ini semua." ucap Cika.


Mila pun tersenyum melihat sikap Cika yang menurutnya sudah sangat cocok untuk menjadi istrinya Aldo. Cika tidak hanya cantik, tapi juga sangat rajin.


Mila merasakan ada sesuatu yang berbeda ketika menatap gadis cantik itu. Dia merasa seperti mengenal Cika sudah sejak lama, tidak seperti orang asing yang baru saling mengenal.


Sementara diluar sana Aldo masih saja asik berbincang dengan kakaknya. Aldo menjelaskan semua tentang hubungannya dan Cika.


"Jadi, kalian,,,"


"Iya Kak, kedatangan Aldo ke sini untuk meminta restu pada kakak dan kakak ipar. Kami akan segera menikah," ucap Aldo menjelaskan maksud kedatangan mereka.


"Ha, hahaha, kamu mau menikah juga? Kakak pikir kamu akan menjadi bujang lapuk." goda Ilham sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kakak jangan gitu dong! Aku ini juga laki-laki normal seperti kakak. Apa aku salah?" ucap Aldo yang mulai sedikit kesal dengan ucapan kakaknya.


"Iya, iya, kakak tau kamu laki-laki normal. Tapi kan setau kakak selama ini kamu tidak pernah berhubungan dengan seorang wanita. Tiba-tiba udah mau nikah saja." balas Ilham kembali menertawai adiknya.


"Aku sendiri juga bingung, Cika berhasil membuat aku seperti orang bodoh. Aku bahkan tidak bisa untuk tidak melihatnya walaupun hanya sesaat." ucap Aldo.


"Itu lah yang dinamakan cinta Aldo, kadang kita tidak tau kemana hati kita akan berlabuh. Semua datang secara tiba-tiba." ucap Ilham.


"Sepertinya dia gadis yang baik. Pertama kali kakak melihatnya, kakak merasa ada yang aneh pada dirinya, kakak seperti melihat banyak kesedihan yang sedang dia pendam." balas Ilham.


"Iya kakak benar, kita semua sudah mengetahuinya, dia gadis yang sangat malang. Mama saja sampai menangis mendengar kisah hidupnya." ucap Aldo.


"Makanya kamu jangan sampai menyakiti hatinya, gadis seperti itu biasanya sangat rapuh. Mungkin Tuhan sengaja mengirimnya untukmu, agar kamu bisa menjaganya dengan baik." balas Ilham.


"Iya Kak, aku akan membuat hidupnya bahagia. Aku benar-benar sangat mencintainya Kak." ucap Aldo.


"Kakak percaya padamu." balas Ilham.


Tidak terasa hari sudah mulai gelap.


Ilham meninggalkan Aldo, dia ingin mandi dulu karena tubuhnya mulai terasa lengket. Aldo hanya diam duduk di sofa sambil menonton televisi.


Sementara di dapur semua pekerjaan sudah selesai. Makanan sudah terhidang di atas meja.


Mila melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Sementara Cika kembali ke depan dan duduk di samping Aldo. Aldo yang sedang bersandar di sofa, merangkul tubuh Cika dan menyandarkan kepala Cika di bahunya.

__ADS_1


Cika sama sekali tidak menolak, dia bahkan sampai tertidur di bahu Aldo yang merupakan tempat ternyaman untuk dirinya bersandar saat ini. Aldo yang menyadari kalau wanita cantiknya itu sudah terlelap, hanya bisa tersenyum sambil mengelus rambut panjang wanita yang sangat dicintainya itu.


Hari sudah menunjukkan pukul 19.00 malam. Ilham turun ke bawah sambil menggandeng tangan istri cantiknya.


Mereka berdua tersenyum melihat Cika yang tengah terlelap di dekapan Aldo.


"Aku pikir laki-laki itu tidak akan bisa bersikap romantis kepada seorang wanita, tapi aku salah." ucap Ilham sambil berbisik di telinga istri cantiknya.


"Mungkin dia benar-benar mencintai gadis itu, makanya sikapnya langsung berubah jika bersama Cika." balas Mila.


"Iya, kamu benar sayang. Aku sendiri merasa senang melihat perubahannya itu." ucap Ilham.


"Ayo lah, kita makan dulu! Aku mau ke meja duluan. Kamu panggil mereka ya!" ucap Mila sambil berlalu meninggalkan suaminya.


Ilham kemudian berjalan menghampiri adik dan calon adik iparnya itu.


"Aldo!" panggil Ilham dengan suara yang pelan agar Cika tidak terbangun.


Aldo pun segera menatap kearah kakaknya.


"Makan dulu!" ucap Ilham sambil memberi kode dengan tangannya yang bergerak kearah mulut. Aldo pun mengangguk dan Ilham berjalan meninggalkan mereka berdua.


"Sayang, bangun!" ucap Aldo sambil mengusap pipi Cika.


"Hmmmm,,,"


"Ayo, cepat bangun! Kakak sudah menunggu di meja makan." ucap Aldo.


"Iya,,,"


Cika membuka kedua matanya, dia tersenyum melihat wajah Aldo begitu dekat dengan matanya. Namun sesaat Cika seperti mengendus sesuatu yang mengganggu indra penciuman nya.


"Bau apa ini?" ucap Cika sambil mengendus area ketiak Aldo.


"Uwekk, bau sekali." ucap Cika sambil menjauhkan hidung nya dari ketiak Aldo.


"Kamu hati-hati ya sayang. Mana mungkin ketiak ku bau," ucap Aldo sambil mencium kearah ketiaknya secara bergantian.


"Bau kan?" ucap Cika.


"Sedikit, ha, hahaha," ucap Aldo sambil tertawa.

__ADS_1


"Jorok ih," balas Cika.


"Jangan bilang jorok! Wajar saja sedikit bau, aku kan belum mandi. Lagian walaupun bau, kamu tetap suka kan? Buktinya dari tadi tidur disini aman-aman saja." goda Aldo yang membuat wajah Cika berubah merah.


__ADS_2