
Cika terus saja memeluk tubuh Aldo dengan sangat erat, yang membuat Aldo semakin tidak kuasa menahan hasrat yang sudah mulai merasuki pikirannya.
"Maafkan aku," ucap Aldo sambil sambil kembali memeluk tubuh Cika.
Cika mulai melepaskan tangannya dari tubuh Aldo, yang membuat Aldo sedikit merasa lega. Aldo berpikir untuk menghindar dari Cika, dia tidak ingin menuruti hasratnya dan menyakiti wanita yang dicintainya itu.
"Mandilah! Pakai air hangat saja! Aku akan menunggu di luar," ucap Aldo sambil melepaskan singlet yang sudah basah di tubuhnya.
Cika seketika melotot melihat Aldo yang sudah bertelanjang dada di hadapannya. Bukannya membiarkan Aldo pergi, Cika malah kembali memeluk tubuh Aldo dan menyandarkan wajahnya di dada laki-laki tampannya itu.
"Kamu mau ngapain?" tanya Aldo yang merasa kaget dengan tindakan Cika.
Aldo yang sudah bersusah payah menahan gairah di jiwanya, kembali merasakan gejolak di batinnya ulah perbuatan Cika.
Cika bahkan dengan santai mengecup dada Aldo yang membuat laki-laki tampan itu seperti tersengat sesuatu. Jantungnya mulai berdetak kencang, nafasnya pun mulai menggebu gebu.
"Sayang, apa yang kamu lakukan? Tolong jangan seperti ini!" ucap Aldo dengan suara yang mulai terdengar berat karena menahan hasrat yang semakin sulit dia kendalikan.
Cika bahkan tidak menghiraukan ucapan Aldo sama sekali. Dia terus saja mengecup dada Aldo, kemudian naik ke leher laki-laki tampan itu yang membuat tubuh Aldo bergetar seketika.
"Sayang, tolong maafkan aku!" ucap Aldo yang tidak kuat lagi menahan gairahnya, dia pun menyerang dengan membabi buta.
Aldo menghujani wajah Cika dengan bibirnya. Dia semakin sulit di kendalikan ketika bibirnya menyentuh bibir Cika. Dengan nafas yang sudah tidak beraturan Aldo ******* setiap inci bibir Cika dengan rakusnya. Cika bahkan tidak bisa sama sekali untuk mengambil nafas dan dengan cepat mendorong tubuh Aldo.
"Kenapa kamu mendorong ku?" ucap Aldo dengan nada yang mulai sedikit kasar.
"Aku,,,"
"Bukannya ini yang kamu inginkan?" ucap Aldo sambil meraih pinggang Cika.
Cika hanya terdiam seperti patung. Dia pun sebenarnya sangat menginginkan itu semua. Tapi batinnya seperti menolak keras keinginannya itu.
"Maafkan aku sayang," ucap Cika terbata-bata.
"Aku bingung dengan sikapmu ini Cika, aku sudah berusaha menahan semuanya sesuai janjiku padamu. Tapi kamu selalu saja memancingku untuk melakukannya. Sekarang giliran aku menginginkan nya, kamu malah menolak ku seperti ini." sambung Aldo.
Aldo benar-benar merasa kesal dengan sikap Cika. Dia memilih untuk meninggalkan wanita cantik itu dan keluar dari kamar mandi.
"Maafkan aku, aku juga menginginkannya, tapi aku takut kamu akan meninggalkanku setelah mendapatkannya." batin Cika sambil membuka pakaiannya yang sudah basah dan mengguyur tubuhnya si bawah shower.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, Cika keluar untuk mengambil pakaiannya. Dia melihat Aldo sedang berbaring di atas kasur. Cika sengaja tidak menghiraukan Aldo, dia tau Aldo sangat marah kepada dirinya saat ini.
Setelah selesai memakai pakaian, Cika melangkah hendak menuju dapur.
"Tidak perlu membuat sarapan, aku akan segera mengantar kamu pulang ke apartemen Sela." ucap Aldo sambil melangkah masuk ke kamar mandi.
Cika sejenak kembali terdiam, ucapan Aldo membuat matanya mulai berkaca-kaca.
"Aku tau ini salahku, maafkan aku." batin Cika sambil melangkah menuju ranjang dan merapikan nya kembali.
Cika berjalan keluar menuju ruang tamu. Dia hanya terdiam sambil menunggu Aldo di sofa.
Aldo sudah keluar dari kamar mandi. Dia segera memakai pakaian kantor dan keluar setelah merapikan pakaian ditubuhnya.
"Ayo, kita pergi!" ucap Aldo tanpa melihat Cika sama sekali.
Cika mengikuti Aldo dari belakang. Mereka berdua masuk ke dalam mobil. Tanpa berkata-kata Aldo segera melajukan mobil mewahnya menuju apartemen Sela.
Di tengah-tengah perjalanan, Aldo mulai membuka suara.
"Untuk sementara waktu sebaiknya kita tidak usah bertemu dulu." ucap Aldo sambil fokus menyetir.
Cika lagi-lagi tak bisa berkata apa-apa. Dia hanya diam, bahkan untuk menatap wajah Aldo pun dia tidak sanggup.
Sela yang sudah ingin berangkat ke kantor melihat mobil Aldo masuk lewat gerbang apartemen. Sela pun segera menghampiri mobil Aldo.
"Cie, cie, calon pengantin baru sudah pulang. Darimana saja kalian?" tanya Sela menggoda mereka berdua.
Namun, Sela dikagetkan dengan respon mereka yang tidak sama seperti biasanya. Dua wajah yang ada di depannya itu sama-sama datar sehingga Sela dibuat bingung sendiri.
"Kalian kenapa? Kok jadi aneh gini." tanya Sela yang semakin penasaran.
Aldo bahkan tidak menjawabnya sama sekali pertanyaan Sela. Dia malah mengalihkan pembicaraan.
"Kamu mau ke kantor? Bareng aku saja!" ucap Aldo yang mulai membuka suara.
"Kamu duluan saja! Nanti aku menyusul." sahut Sela.
Tanpa banyak bicara, Aldo kembali melajukan mobilnya tanpa berpamitan sama sekali kepada wanita yang dia cintai yang masih berdiri di samping mobilnya.
__ADS_1
"Cika, ada apa dengan kalian berdua? Kenapa kalian seperti orang yang sedang bermusuhan begini?" tanya Sela lagi yang semakin curiga dengan perbedaan sikap mereka berdua.
"Tidak apa-apa Sela, mungkin Aldo sedang pusing dengan urusannya." jawab Cika berbohong agar Sela tidak mengetahui masalah yang sebenarnya.
"Ya sudah, aku pergi dulu ya. Ini kunci apartemen." ucap Sela sambil memberi sebuah kartu kepada Cika.
"Kamu hati-hati ya!" balas Cika sambil berjalan memasuki apartemen.
Sela berlalu meninggalkan apartemen menuju kantor, begitupun Cika yang melangkah masuk ke apartemen.
Sesampainya di kamar, Cika segera membaringkan tubuhnya di atas kasur. Pikirannya kembali tertuju kepada laki-laki yang dia cintai itu.
"Kenapa kamu sampai semarah ini Aldo? Aku tidak tahan dengan sikapmu yang sedingin ini terhadapku. Apa kamu tidak benar-benar mencintaiku? Aku menjadi ragu dengan hubungan kita ini." gumam Cika sambil meneteskan butiran kecil dimatanya.
Cika sudah tidak sanggup membendung air matanya, semua tumpah berderai membasahi pipinya.
"Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidupku. Aku membutuhkan pelindung dalam hidupku. Kalau kamu seperti ini terhadapku, sebaiknya pernikahan ini kita batalkan saja." gumam Cika lagi.
Tidak lama, Cika pun tertidur tanpa mengisi perutnya terlebih dahulu.
Di kantor, Sela menemui Aldo di ruangannya. Sela masih penasaran dengan sikap aneh mereka berdua.
"Aldo, ada apa sebenarnya antara kamu dan Cika?" tanya Sela.
"Tidak ada apa-apa. Sudah kembali bekerja!" ucap Aldo.
Sela pun terdiam, bertanya lagi pun percuma, Aldo tidak akan memberitahunya apa yang terjadi. Dia memilih untuk kembali ke ruangannya.
Sementara, di butik Ara tengah berbahagia karena gaun yang dibuatnya untuk Cika sudah selesai lebih cepat dari perkiraannya.
Dia berpikir untuk memberitahukan nya kepada Aldo. Dia mencoba meraih ponselnya yang ada di atas meja.
Kring,,, kring,,, kring
"Halo ma, ada apa?" ucap Aldo.
"Kamu dimana sayang?" tanya Ara.
"Aldo di kantor ma. Banyak pekerjaan yang harus Aldo selesaikan. Ada apa ma?" jawab Aldo.
__ADS_1
Mendengar ucapan Aldo, Ara mengurungkan kembali niatnya untuk memberitahu Aldo tentang gaun Cika yang sudah selesai di butik.
"Ya sudah, tidak ada apa-apa sayang. Lanjutkan saja pekerjaan kamu!" ucap Ara sambil mematikan sambungan ponselnya.