Hati Berdarah

Hati Berdarah
Bab 20. Ketangkap Basah


__ADS_3

Cika sedikit tertunduk, karena merasa malu sambil tersenyum tipis. Dia juga sedikit merasa bersalah, karena sudah mencubit perut Aldo. Dia mulai bangkit dan duduk di hadapan Aldo.


"Sela dimana?" tanya Cika sedikit bingung.


"Di kamar mandi." jawab Aldo dengan nada sedikit kesal.


Aldo segera berdiri, dan hendak melangkah meninggalkan Cika. Namun dengan cepat Cika menahan tangan Aldo yang sudah membelakanginya.


"Kamu mau kemana?" tanya Cika sambil menggenggam tangan Aldo.


"Keluar," jawab Aldo tanpa menoleh kearah Cika.


Cika kemudian berdiri, dengan spontan Cika memeluk tubuh Aldo dari belakang. Aldo pun terkejut, dia sama sekali tidak menyangka kalau Cika akan memeluknya. Senyuman nya kembali muncul dari wajah tampannya itu.Namun, Aldo sengaja berpura-pura untuk sedikit bersikap cuek terhadap Cika.


"Aku kangen sama kamu." ucap Cika sambil menempelkan wajahnya di garis punggung Aldo.


Aldo melepaskan tangan Cika dari tubuhnya. Seketika Cika merasa sedih, mata nya mulai berkaca-kaca karena berpikir kalau Aldo ingin menghindarinya.


Aldo segera berbalik, dan menatap wajah Cika yang mulai memerah karena menahan sesuatu.


Aldo dengan cepat mendekap tubuh indah Cika dan mencium kepala Cika berulang kali.


Cika merasa senang mendapat pelukan dari Aldo. Tangan nya dengan cepat melingkari tubuh Aldo. Air mata yang tadi tergenang di kelopak matanya, akhirnya jatuh berderai membasahi pipinya. Bukan karena sedih tapi karena bahagia berada di pelukan Aldo. Mereka hanya terdiam memeluk satu sama lain.


Sela keluar dari kamar mandi. Matanya langsung melotot, sejenak dia terdiam melihat pemandangan langka di depan matanya. Raut wajah nya seketika berubah antara malu dan juga senang melihat dua sejoli yang tengah berpelukan itu.


"Hmmm," Sela mendehem.


Cika yang masih memeluk Aldo seketika terkejut dan dengan cepat melepaskan tangannya dari tubuh Aldo. Dia pun sedikit mendorong Aldo agar melepaskan pelukan dari tubuh nya. Muka Cika pun seketika memerah karena merasa malu di pergoki Sela. Berbeda dengan Aldo yang lebih bersikap santai dan cuek meskipun ada Sela di depannya.


"Kamu sudah selesai mandi?" ucap Aldo dengan tampang begitu santai didepan Sela.


"Sudah, kalian lagi ngapain?" tanya Sela sambil sedikit menahan tawa melihat muka Cika yang sudah seperti udang rebus.


"A,,a,, aku"(Cika begitu gugup)


"Seperti yang kamu lihat tadi." jawab Aldo dengan tampang cuek memotong perkataan Cika.


"Hahahaha, lanjutkan saja! Aku mau keluar." ucap Sela sambil tertawa geli dan meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.


Sela pun melangkah menuju dapur sambil senyum-senyum sendiri mengingat apa yang baru saja di lihat oleh kedua matanya.

__ADS_1


Cika hanya melongo melihat reaksi Sela, bukannya marah tapi Sela malah menertawai mereka.


"Dia kenapa?" tanya Cika yang semakin terlihat bingung dan berdiri seperti patung.


Aldo hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya. Melihat ekspresi Cika, Aldo kembali bersuara.


"Katanya kangen sama aku, kok cuma diam di situ."


Cika kembali memeluk tubuh Aldo dengan sangat erat. Aldo pun melingkarkan tangannya ke tubuh Cika dan mengecup kepala Cika berulang kali.


"Sudah sayang, ayo mandi dulu!" ucap Aldo yang mulai merasa sesak karena erat nya pelukan dari Cika.


Cika segera melepaskan pelukannya dari tubuh Aldo. Tanpa berkata-kata Cika memberanikan diri mengecup bibir Aldo dan segera berlari masuk ke kamar mandi karena merasa malu dengan tingkah anehnya sendiri.


Aldo hanya terdiam mendapat kecupan di bibirnya. Dia sama sekali tidak menyangka, kalau wanita polos itu mulai berani menciumnya tanpa malu-malu lagi. Aldo malah semakin penasaran dengan Cika yang biasa nya lebih banyak diam, sekarang sudah berani bersikap nakal di depan nya. Dia hanya tersenyum sambil mengusap-usap kepalanya sendiri.


"Cika,, Cika." batin Aldo sambil senyum-senyum sendiri seperti orang kehilangan akal.


Aldo meninggalkan kamar dan melangkah menuju lantai bawah.


Senyumnya masih saya merekah menghiasi wajah tampannya. Pikiran nya tak lepas dari tingkah konyol wanita yang sangat dicintainya itu.


"Cie,cie, yang lagi berbunga-bunga."


"Apaan sih Sela? Gak lucu!" ucap Aldo dengan santainya.


"Hahahaha,, aku bilangin tante ya." ucap Sela kembali menggoda Aldo.


"Hus,, bisa diam gak!" ucap Aldo yang mulai merasa kesal dengan kelakuan Sela.


"Tan,,,,,,,,,,"


Aldo segera menutup mulut Sela dengan tangannya. Sela pun hanya tertawa melihat kepanikan Aldo itu.


"Kenapa sih kalian berdua ini?" ucap Ara penasaran.


"Gak ada apa-apa Ma! Sela aja yang jahil sama Aldo." jawab Aldo dengan wajah sedikit panik.


"Jadi gini tante,,,"


Aldo dengan cepat kembali menutup mulut Sela. Ara hanya tersenyum melihat tingkah putra dan keponakan nya itu sambil menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu bisa diam gak! Awas ya kalau sampai mama tau. Nanti kamu gak aku izinkan pacaran, mau!" ucap Aldo berbisik di telinga Sela dengan nada yang semakin kesal.


"Kok gitu sih Do?" ucap Sela mulai kehilangan semangat menggoda Aldo.


"Makanya diam!" ucap Aldo sambil menaikkan sebelah bibirnya.


"Iya,, iya,, tapi aku boleh pacaran kan?" tanya Sela.


"Silahkan saja! Emang nya ada yang mau sama kamu?" ucap Aldo membalas godaan Sela.


"Ah, kamu kok ngomong gitu sih." balas Sela sambil memukul lengan Aldo.


"Hahahaha,,," Aldo membalas menertawakan Sela.


"Nanti aku carikan calon suami buat kamu. Kamu mau yang seperti apa?" ucap Aldo.


"Ah, gak mau! Memang nya ini zaman Siti Nurbaya?" ucap Sela sambil berlalu dari hadapan Aldo.


Sela memilih untuk kembali ke dapur, sementara Aldo melangkah menuju ruang keluarga. Di sana sudah ada Alvin yang sedang menonton televisi.


Tidak lama, Cika juga turun dari lantai atas menuju dapur. Cika sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya. Plester di kening nya pun sudah dia lepaskan karena merasa luka nya sudah mulai mengering.


Aldo yang melihat Cika turun hanya terdiam memandangi setiap langkah wanita cantik itu sampai hilang dari pandangan nya. Alvin yang melihat ekspresi putranya hanya tersenyum.


"Kamu kenapa?" tanya Alvin sambil memukul pelan pundak putranya dan seketika membuat Aldo terkejut bukan main.


"Aldo, Aldo!" ucap Alvin sambil memegang kepala putranya.


"Kenapa Pa?" tanya Aldo kepada papa nya.


"Kamu yang kenapa? Kok malah nanyain papa?" ucap Alvin sambil tertawa melihat tingkah putra bungsu nya itu. Aldo pun hanya menunduk karena malu terhadap papanya.


Aldo kembali melihat ke arah televisi.


Tapi pikiran nya mulai berpetualang entah kemana. Dia merasa sudah tidak sanggup lagi menutupi perasaan nya terhadap Cika. Dia juga ingin memperjelas hubungannya dengan Cika.


"Pa, dulu sebelum menikah dengan mama, apa kalian pacaran dulu?" tanya Aldo kepada Alvin mencari tau.


"Kok kamu nanya itu?" ucap Alvin dengan raut wajah sedikit bingung.


"Cuma pengen tau aja Pa" balas Aldo.

__ADS_1


__ADS_2