
Ara melangkah masuk kedalam kamarnya, dia segera mandi karena merasa sangat gerah setelah pulang dari rumah sakit.
Pukul 16.00 sore, Ara keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam. Ara berniat merayakan kebahagiaan yang tengah menyelimuti hatinya saat ini bersama anggota keluarganya.
Didalam kamar, Cika dan Aldo sama-sama sudah terbangun dari tidur mereka. Pergulatan yang terjadi diantara mereka pagi tadi, membuat mereka merasa sangat lelah sehingga tidak menyadari kalau hari sudah semakin sore.
"Kamu sudah bangun, sayang?" tanya Aldo sembari menatap muka bantal istrinya yang terlihat sangat menggoda.
"Hmmm... Aku mau mandi dulu! Mama pasti sedang sibuk memasak makan malam untuk kita. Aku akan membantunya!" sahut Cika sembari bergeser dari tempat tidur.
Sesaat setelah Cika menurunkan kakinya ke lantai, tanpa sadar dia berteriak ketika menyadari kalau tubuhnya masih polos tanpa tertutup apapun.
"Akhh... Bodoh sekali aku!" ucap Cika sambil menarik selimut yang sedang menutupi tubuh suaminya.
Namun, setelah selimut menutupi tubuhnya, Cika kembali berteriak menyaksikan tubuh suaminya yang terpampang nyata didepan matanya.
"Akhh... Aldo! Apa itu?" teriak Cika sembari melompat ke atas kasur untuk menutupi kembali tubuh suaminya.
"Hahahaha...! Kenapa jadi panik seperti ini, sayang?" tanya Aldo sambil tertawa puas melihat raut wajah istrinya yang sangat menggemaskan.
"Kenapa tidak memakai apapun?" tanya Cika sedikit gugup.
"Apa bedanya sama kamu? Hahahaha...!"
Aldo mulai mendekat dan memeluk tubuh istrinya dengan penuh kehangatan.
"Le...lepaskan, Aldo!" pinta Cika yang mulai gemetar ketika merasakan benda asing menyentuh tubuhnya.
"Tidak akan! Aku ingin memakan mu sekali lagi!" bisik Aldo sambil menggigit kuping istrinya.
"Jangan gila, Aldo! Kamu pikir aku ini robot. Ini saja masih sangat perih!" sahut Cika sambil mendorong tubuh suaminya.
"Tidak akan perih, sayang! Aku akan melakukannya dengan sangat hati-hati." ucap Aldo sambil mengecup pipi istri cantiknya dengan lembut.
"Tidak mau! Enak di kamu gak enak di aku." ketus Cika sembari menjangkau kembali pakaiannya yang berserakan di atas lantai.
"Tapi kamu suka kan, sayang!" ucap Aldo yang membuat pipi Cika merah merona menahan rasa malu.
"Diam, Aldo! Jangan bahas itu lagi! Lebih baik kamu mandi sana!" ucap Cika yang mulai kesal dengan ucapan suaminya.
Aldo hanya tersenyum melihat ketegangan di wajah istrinya, sambil beranjak dari tempat tidur.
"Aldo! Kamu ini benar-benar tidak tau malu ya!" ketus Cika yang melihat suaminya keluar dari selimut tanpa memakai apapun di tubuhnya.
"Kenapa harus malu didepan istriku sendiri?" ucap Aldo sambil melangkah mendekati Cika.
__ADS_1
"Akhh... Dasar suami gila! Ini makan!" gumam Cika sambil melempari wajah suaminya dengan benda yang ada ditangannya.
Cika pun segera berlari memasuki kamar mandi karena takut akan dimakan lagi oleh suaminya.
"Jangan lari, sayang!" ucap Aldo sambil meraih benda yang menutupi wajahnya.
"Kacamata??? Dasar nakal! Apa dia ingin menggodaku?" batin Aldo sembari memandangi benda itu dengan raut wajah yang sangat aneh.
Sementara didalam kamar mandi, Cika tengah meringis kesakitan saat membasuh aset pribadinya. Air matanya pun menetes seketika, menahan perih yang begitu menyiksa dirinya.
"Akhh... Hiks,,,hiks,,,hiks,!"
"Sayang, buka pintunya!" ucap Aldo dari balik pintu kamar mandi.
Cika berusaha meraih gagang pintu dan membukakannya sambil jongkok di lantai kamar mandi.
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Aldo yang tercengang melihat kondisi istrinya.
"Sakit... Hiks,,,hiks,"
Aldo mulai panik, dia bergegas menggendong Cika dan mendudukkannya di atas kloset.
"Apanya yang sakit, sayang?" tanya Aldo yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh istrinya.
"Itu..."
"Ini..." ucap Cika sambil merengek menunjuk sarang burung balam nya.
"Sini, biar aku tiup!" ucap Aldo sambil mengarahkan kepalanya kearah yang bersangkutan.
"Huft... Huft... Huft..."
"Maafkan aku ya, sayang! Kamu pasti tersiksa sekali. Ini salahku, aku terlalu memaksamu untuk melakukannya." ucap Aldo dengan wajah sedihnya.
"Tidak perlu minta maaf, Aldo! Ini hal yang normal untuk wanita yang baru pertama kali melakukannya. Aku saja yang belum terbiasa." sahut Cika yang tidak ingin melihat suaminya menyalahkan dirinya sendiri.
"Ya sudah, hari ini biar aku yang mandikan!" ucap Aldo sambil mencium kening Cika dan menggendongnya kedalam bathtub.
Di lantai bawah, Alvin dan Sela baru saja datang setelah seharian bekerja di kantor. Dari raut wajah mereka berdua, terlihat jelas kalau mereka sangat kelelahan.
"Kalian sudah pulang?" sapa Ara menyambut kedatangan ponakan dan suami tercintanya.
"Sudah, sayang! Aku benar-benar lelah, aku akan berendam sebentar!" sahut Alvin sambil mencium kening istrinya.
"Sela juga mau mandi dulu, Tan! Pekerjaan hari ini benar-benar menguras tenaga." ucap Sela sambil berlalu menuju kamar tamu.
__ADS_1
Makan malam telah selesai di hidangkan. Mereka semua sudah berkumpul di meja makan.
Suasana makan malam kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Ara telah menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik. Dia sama sekali tidak ingin melewatkan momen bahagia dalam keluarganya.
"Sepertinya ini bukan makan malam biasa, Ma!" ucap Alvin yang merasa beda dari biasanya.
"Tentu saja, Pa! Makan malam kali ini sangat istimewa." sahut Ara yang sudah tidak sabar mengungkapkan kebahagiaan yang tengah dia rasakan.
"Ada apa sebenarnya, Ma!" tanya Aldo yang mulai bingung melihat ekspresi mamanya.
"Karena kalian semua sudah berkumpul, jadi mama pun akan segera mengatakannya pada kalian." ucap Ara yang semakin membuat penasaran.
"Jangan bikin penasaran dong, Tan! Ada apa sih?" sambung Sela yang juga mulai sedikit kepo.
"Hari ini mama sangat bahagia sekali. Selain menyambut Cika sebagai menantu baru di rumah ini, mama juga tengah bahagia karena kita akan kedatangan malaikat kecil dalam waktu dekat." ucap Ara sembari tersenyum dengan sangat manis.
"Apa? Jadi papa sebentar lagi akan jadi kakek?" sahut Alvin sembari melotot kearah istrinya.
"Iya, Pa! Melia sedang mengandung cucu kita. Mama akan segera menjadi nenek, hehehehe..."
"Sela akan jadi tante dong, hahahaha. Selamat ya, Kak Mila! Sela ikut bahagia." ucap Sela sambil tertawa kegirangan.
"Selamat ya, Kak Mila!" ucap Cika sembari tersenyum.
"Terimakasih ya, semuanya!" sahut Mila yang sedikit merasa gugup.
"Kamu kapan Cika? Jangan lama-lama ya! Jangan mau kalah sama Kak Mila! Hahahaha..." Sela pun segera memanfaatkan kesempatan untuk menggoda sahabatnya.
"Hei, anak kecil diam! Ini urusan orang dewasa." sahut Aldo yang ingin membalikkan keadaan.
"Aku sudah besar, aku bukan anak kecil lagi, Aldo!" ucap Sela yang mulai cemberut didepan semua orang.
"Hahahaha, kamu ini lucu banget sih, sayang!" sambung Ara yang sudah tidak bisa menahan tawanya melihat ekspresi Sela.
"Papa senang sekali! Setelah Ilham, giliran kamu ya, Aldo! Biar papa bisa punya dua cucu sekaligus." Alvin pun ikut-ikutan menggoda putra bungsunya.
"Aish, papa sama saja, hmmm... Aku sudah selesai makan. Ayo, sayang kita ke kamar!" ketus Aldo sambil menarik tangan istrinya.
"Tapi, Aldo,,,!"
"Ikut saja! Mau membantah suami?" ucap Aldo dengan tatapan yang sangat aneh.
"Ti... tidak, aku ikut!" sahut Cika yang mulai takut melihat tatapan suaminya.
"Tuh kan, baru juga diomongin. Udah gak sabar dia cepat-cepat masuk kamar. Hehehehe..." Sela kembali membuat Aldo semakin kesal dengan kata-katanya.
__ADS_1
"Bocah ingusan, diam!" ketus Aldo sambil melangkah meninggalkan meja makan.
"Aldo, jangan kasar sama Cika! Kasihan istri kamu." teriak Ara yang sedikit khawatir melihat raut wajah putranya yang sudah seperti kucing garong.