Hati Berdarah

Hati Berdarah
Bab 56


__ADS_3

Lagi-lagi Cika berhasil membuat Aldo tersiksa, menahan hasrat yang sudah bergejolak di hati suaminya. Aldo hanya bisa menatap wajah istrinya yang tengah tertidur pulas sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


Aldo kemudian berbaring di sebelah Cika dengan raut wajah penuh kekecewaan.


Laki-laki tampan itu bisa saja membangunkan Cika untuk meminta haknya, namun dia juga mengerti dengan keadaan istrinya saat ini. Aldo hanya bisa menggaruk kepalanya sembari menatap kearah pusaka nya yang masih on.


"Sungguh malang nasibmu bro, sarang mu tak bisa di ganggu!" gumam Aldo sembari memperbaiki letak tongkat ajaibnya itu.


Aldo kembali menarik nafas dan membuangnya dengan pelan. Reaksi pusaka nya itu sungguh diluar dugaan. Bukannya tidur, tongkat ajaib itu malah semakin mengeras yang membuat Aldo menjadi semakin pusing.


"Ayolah bro, jangan seperti ini! Kau dan sarang mu sama saja, benar-benar membuatku gila!" gumam Aldo yang sudah tidak kuat lagi menahan keinginannya.


Aldo akhirnya memilih untuk menjauh dari istrinya. Mungkin cara itu bisa membuat pusaka nya tidur dengan segera.


Setelah cukup lama berusaha, akhirnya bom molotov itupun berhasil di jinakkan. Aldo merasa sedikit lega sembari memegang kepalanya yang sedari tadi sudah sangat pusing menahan hasrat yang sudah menguasai dirinya.


*****


Sore harinya, Cika terbangun dan mendapati tempat tidur yang sudah kosong di sebelahnya. Cika mengucek kedua matanya dan menatap ke setiap sudut kamar. Aldo sama sekali tidak terlihat di kamar yang cukup luas itu.


Cika bangkit dari tempat tidur dan melangkah kearah kamar mandi.


"Aldo, apa kamu didalam?" ucap Cika dari balik pintu.


Cika tidak mendengar sahutan sama sekali. Istri Aldo itupun kemudian mendorong pintu kamar mandi dengan pelan. Benar saja, tidak ada suaminya didalam sana.


Cika hanya terpaku sembari mengernyitkan keningnya. Namun wanita cantik itu tidak terlalu memikirkan suaminya, di benaknya mungkin saja Aldo sedang berada dilantai bawah.


Karena sudah terlanjur berada didalam kamar mandi, Cika pun sekalian membersihkan tubuhnya dan berendam didalam bathtub.


Setelah kurang lebih setengah jam berada di kamar mandi, akhirnya Cika keluar dengan tubuh yang sudah lebih segar dari sebelumnya. Rasa pegal di kakinya pun sudah tidak terasa lagi setelah cukup lama berendam dengan air hangat.


Cika keluar dan tersenyum mendapati suaminya yang sudah berbaring di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


"Aldo, kamu dari mana?" tanya Cika sembari membuka pintu lemari dan mengambil pakaian yang akan dia pakai.

__ADS_1


"Aku habis berolahraga di bawah." sahut Aldo dengan santainya.


"Oh, apa kamu mau mandi? Biar aku siapkan air hangat untukmu!" ucap Cika sembari mengenakan pakaian didepan suaminya.


"Tidak perlu, aku bisa menyiapkannya sendiri!" sahut Aldo sembari menatap tubuh istrinya yang belum tertutup dengan sempurna.


Aldo kemudian melangkah menghampiri Cika dan memeluk istrinya sembari menghirup wangi tubuh Cika yang begitu menggoda.


"Sayang,,,!" bisik Aldo tepat di telinga istrinya.


"Hmm, ada apa Aldo?" tanya Cika kepada suaminya.


"Aku menginginkannya,sayang!" bisik Aldo sembari menggigit kuping istrinya.


"Hah, yang benar saja Aldo. Baru tadi pagi kita melakukannya, kenapa minta lagi? Lagian aku baru saja selesai mandi, masa' aku harus mandi lagi?" sahut Cika yang terkejut mendengar permintaan suaminya.


"Ya sudah, tidak apa-apa!" sahut Aldo sembari melepaskan pelukannya dan melangkah ke kamar mandi.


Dilantai bawah, semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga. Alvin dan Sela baru saja pulang dari kantor. Sementara Ilham sudah sampai dari setengah jam yang lalu.


"Sudah Pa, dia ada di kamarnya!" sahut Ara kepada suaminya.


"Apa Aldo berhasil menemukan Cika, Tan?" tambah Sela yang mulai kepo dengan sepupunya itu.


"Iya sayang, Aldo berhasil membawa Cika pulang. Sahabat kamu sudah kembali." sahut Ara sembari mencubit pipi keponakannya.


"Serius Tan, Cika sudah kembali?" ucap Sela sembari tersenyum penuh kebahagiaan mendengar kepulangan sahabat yang sangat dia sayangi itu.


Saking senangnya, Sela sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Dengan cepat Sela berlari meninggalkan ruang keluarga dan menaiki anak tangga menuju kamar Cika.


"Hati-hati sayang!" teriak Ara sembari tersenyum melihat reaksi keponakannya itu.


"Biarkan saja Ma, dia pasti sudah tidak sabar ingin bertemu Cika!" sambung Alvin kepada istrinya.


Dilantai atas, Sela sudah berdiri di depan pintu kamar Cika. Sela sangat bahagia dan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sahabat yang sangat dia rindukan itu.

__ADS_1


Sela menyelonong masuk kedalam kamar Cika tanpa mengetuk pintu dan permisi terlebih dahulu.


"Cika...!" teriak Sela yang membuat Cika terkejut bukan main.


Cika menoleh kearah Sela dengan netra yang membulat tanpa berkedip sedikitpun. Perasaan rindu yang sama-sama sudah tidak tertahan membuat mereka saling memberikan pelukan hangat satu sama lain.


"Cika, kemana saja kamu selama ini? Aku sangat merindukanmu, hiks!" ucap Sela sembari meneteskan air mata yang sudah tergenang di kelopak matanya.


"Sela, maafkan aku ya!" sahut Cika yang juga mulai meneteskan air matanya.


"Sudahlah, aku senang kamu sudah kembali. Lain kali apapun yang terjadi, jangan pernah pergi lagi ya! Biar aku yang mengurus si Aldo sialan itu!" ucap Sela sembari tersenyum dan mengusap pipi Cika yang sudah basah dengan air matanya.


"Iya Sela, waktu itu aku terlalu emosi. Aku pikir Aldo benar-benar mengkhianati cinta kami. Jadi aku tidak bisa berpikir secara sehat." jelas Cika kepada sahabatnya itu.


"Ya sudah, tidak usah di bahas lagi! Biarkan semua itu menjadi pelajaran untuk kalian berdua. Sekarang saatnya membuka lembaran baru!" ucap Sela sembari tersenyum kearah Cika.


Saking asyiknya mengobrol, Cika dan Sela bahkan sampai tidak menyadari kalau Aldo sudah keluar dari kamar mandi dan berdiri di belakang mereka. Aldo hanya bisa mengernyitkan keningnya melihat Sela yang tengah asyik mengobrol dengan istrinya itu.


"Hmm...!"


Secara serentak Cika dan Sela menoleh kearah pusat suara. Sela yang terkejut melihat Aldo yang hanya menggunakan handuk dengan cepat mengalihkan pandangannya.


"Apa-apaan kamu Aldo, tidak tau malu!" ketus Sela yang merasa malu melihat keadaan sepupunya.


"Dasar wanita bodoh! Kamu yang apa-apaan, jelas-jelas ini kamarku! Ngapain kamu disini?" jawab Aldo sembari mengatai sepupunya itu.


Karena merasa terganggu dengan kehadiran Aldo, akhirnya Sela buru-buru keluar meninggalkan kamar Cika dan masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang sudah gerah sepulang dari kantor.


Sementara itu, Cika menatap suaminya dengan tatapan yang tak biasa. Wanita cantik itupun merasa sedikit kesal mendengar ucapan Aldo yang terlalu kasar terhadap sahabatnya.


"Aldo, kamu ini bisa gak sih sedikit saja menghargai Sela! Walaupun dia itu sepupu kamu, tapi dia tetap saja seorang wanita yang lemah. Cobalah belajar bersikap lembut kepadanya, aku tidak suka kalau kamu selalu menjadikannya sebagai bahan bercandaan!" ketus Cika yang kesal dengan sikap suaminya.


"Sayang, kenapa kamu marah? Sela saja tidak pernah mempermasalahkan sikapku padanya!" sahut Aldo dengan santai.


"Sela memang tidak pernah mempermasalahkannya, tapi sikapmu itu terlalu berlebihan." ucap Cika sembari melangkah meninggalkan suaminya sendirian didalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2