
Hari yang paling bersejarah untuk Aldo dan Cika pun berakhir seiring kepergian satu persatu tamu undangan yang telah menghadiri pesta pernikahan mereka. Hari yang sangat melelahkan tentunya untuk pasangan pengantin baru yang tengah berbahagia itu.
Sela yang tadinya sangat bahagia menyambut pernikahan sahabat dan sepupunya itu, malam ini terlihat sedikit murung setelah kepergian ayah dan ibunya.
"Sela, sayang! Kamu kenapa?" tanya Ara yang mulai memperhatikan perubahan pada wajah Sela.
"Gak apa-apa, Tan! Sela hanya merasa lelah." sahut Sela yang tidak ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya mengganggu pikirannya.
"Benar? Kamu bohong kan sama tante, tante tau kalau kamu sedang bersedih." sambung Ara yang mulai mendekati ponakan kesayangannya itu.
"Tan,,, hiks,,,hiks,,,hiks." Sela akhirnya menangis sambil memeluk tantenya.
"Sudah, jangan menangis! Kalian semua adalah anak mama, kalau kalian sedih mama juga ikut sedih." tambah Ara sambil mengusap rambut Cika dengan lembut.
"Iya, sayang! Biarkan saja mereka memilih jalan hidup mereka masing-masing. Tidak usah dipikirkan!" tambah Alvin yang juga sudah menganggap Sela seperti anaknya sendiri.
Sela pun tersenyum setelah mendengar ucapan Ara dan Alvin yang begitu menyayanginya.
"Om, Tante! Sela mau tinggal disini dulu ya beberapa hari ini." pinta Sela yang belum siap untuk kembali tinggal sendirian di apartemen miliknya.
"Kenapa cuma beberapa hari? Seterusnya juga gak apa-apa! Setidaknya sampai aku menemukan laki-laki yang pantas untukmu." sahut Aldo yang mulai menggoda sepupunya itu.
"Tante,,, Aldo menggodaku lagi." rengek Sela yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak melihat kepolosan gadis manis itu.
"Dasar cengeng! Dikit-dikit nangis, pantas saja tidak ada yang mau sama kamu!" ejek Aldo yang membuat Sela semakin kesal mendengarnya.
"Aldo! Jangan gitu!" ujar Cika sambil mencubit perut suaminya.
"Auuu, sakit sayang!" ketus Aldo yang meringis kesakitan sambil mengusap perutnya yang terasa panas.
"Jangan berlebihan kalau bercanda!" tambah Cika yang sedikit kesal dengan suaminya.
"Hahahaha, rasain! Emangnya enak." sahut Sela yang tertawa puas melihat raut wajah sepupunya itu.
"Sudah, sudah! Apa kalian tidak capek berantem terus?" sambung Ara yang sudah sangat lelah seharian ini.
"Ayo, Pa! Biarkan saja mereka begadang sampai pagi disini!" ucap Ara sambil berjalan memasuki kamarnya dan diikuti oleh Alvin.
Sejenak suasana terasa hening setelah kepergian Ara dan Alvin yang meninggalkan mereka di ruang keluarga.
"Kakak juga mau tidur." ucap Ilham sambil menarik tangan Mila dan melangkah masuk ke kamar mereka.
__ADS_1
"Aku juga." tambah Sela yang juga ikut meninggalkan Aldo dan Cika berdua di ruang keluarga.
Aldo menatap tajam ke wajah istrinya karena tidak ada lagi orang lain di ruangan itu kecuali mereka berdua. Sejenak Cika merasa takut melihat tatapan aneh suaminya itu. Cika pun melangkah meninggalkan Aldo dan bergegas masuk ke dalam kamar mereka.
Malam ini adalah malam pertama bagi sepasang suami istri yang baru saja sah dimata hukum dan agama itu. Cika merasa senang ketika memasuki kamar mereka yang sudah dihias selayaknya kamar pengantin pada umumnya.
Cika segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah mulai berkeringat. Setelah selesai Cika segera memakai pakaian tidur yang sudah tersusun rapi di dalam lemari pakaian.
Aldo masuk dan segera menghampiri istri cantiknya. Sejenak Cika merasa takut melihat suaminya itu. Jantungnya terasa berdetak tak menentu melihat tatapan yang tak biasa dari laki-laki tampan yang ada dihadapannya itu.
"Kamu mau ngapain?" ucap Cika sambil menahan tubuh suaminya yang semakin mendekat kearahnya.
"Mau ngapain lagi kalau sudah berdua seperti ini." ucap Aldo dengan senyum yang menggoda.
"Mandi sana!" ucap Cika sambil mendorong tubuh kekar suaminya.
"Iya, sayang!" balas Aldo sambil tersenyum.
Aldo masuk ke kamar mandi, sementara Cika mulai merebahkan tubuhnya di atas kasur. Rasa lelah yang seharian dia tahan, membuat Cika tidak dapat menahan matanya lagi. Cika pun terlelap tanpa menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.
Aldo keluar dari kamar mandi. Seperti biasa Aldo hanya menggunakan singlet dan celana pendek saat berada di kamarnya.
"Sayang! Aku sudah selesai." ucap Aldo tanpa melihat kearah istrinya.
"Sayang, apa kamu siap?" tanya Aldo yang benar-benar sudah ingin melakukannya.
"Sayang!" Aldo segera mengangkat tubuhnya dan menoleh kearah wajah istrinya.
Aldo hanya bisa mengurut dadanya ketika melihat istri tercintanya yang sudah tertidur dengan nyenyak.
"Ya ampun, Cika! Bahkan di malam pertama kita aku harus kembali menahan semua ini." gumam Aldo yang hanya bisa tersenyum tipis sambil menggaruk kepalanya.
Aldo ingin sekali membangunkan istrinya, tapi dia juga tidak tega karena dia tau istrinya sangat lelah karena seharian ini tidak bisa beristirahat.
Aldo akhirnya memilih untuk tidur sambil memeluk erat tubuh istrinya dari belakang.
Pagi harinya, Cika terbangun dari tidur lelapnya. Cika mencoba beranjak dari tempat tidur, namun dengan cepat Aldo menahan tangannya.
"Aldo, lepaskan!" ucap Cika yang ingin buru-buru ke kamar mandi.
"Tidak mau!" balas Aldo yang masih memejamkan matanya.
__ADS_1
"Aku sudah tidak tahan, Aldo! Aku kebelet pipis." ucap Cika yang sudah memegangi area sensitif nya.
Mau tidak mau akhirnya Aldo melepaskan tangan istrinya, dan Cika pun bergegas berlari memasuki kamar mandi.
"Apa dia ingin menyiksaku?" batin Cika yang sedikit jengkel dengan suaminya.
Aldo bangkit dari tempat tidur dan mengikuti Cika ke kamar mandi.
"Buka, sayang!" ucap Aldo yang juga ingin membuang sesuatu ke kamar mandi.
"Kamu mau ngapain?" tanya Cika yang mulai sedikit gugup.
"Sama, aku juga sudah tidak tahan." jawab Aldo yang masih menahan kantuk dimatanya.
Cika bergegas membukakan pintu, Aldo segera masuk dan membuang apa yang seharusnya dia buang.
Setelah selesai, Aldo keluar dan mendekat kearah Cika yang sedang merapikan tempat tidur. Tanpa basa basi Aldo menarik tangan Cika ke pelukannya.
"Kenapa meninggalkan ku semalam?" tanya Aldo sambil menggerayangi bagian belakang Cika dengan tangannya.
"Kamu mau ngapain, Aldo? Lepaskan aku!" ucap Cika yang mulai panik melihat tingkah suaminya.
"Aku ini suamimu, sayang! Kenapa masih takut kepadaku?" ucap Aldo yang mulai mengecup bibir istri cantiknya.
"Jangan sekarang, Aldo! Ini masih pagi." ucap Cika yang mulai gelisah berada di dekapan suaminya.
"Apa salahnya kalau masih pagi?" tanya Aldo menatap dalam ke wajah istrinya.
"Aku harus segera turun, mama dan yang lainnya pasti sudah menunggu di bawah. Aku harus membantu mama menyiapkan sarapan." jelas Cika yang seketika membuat Aldo terdiam.
"Ya sudah, mandilah! Tapi untuk pagi ini saja ya." ucap Aldo.
"Maksud kamu?" Cika sedikit bingung dengan ucapan suaminya.
"Setelah sarapan kita akan melakukannya." jawab Aldo dengan santai.
"Tapi,,,"
"Sudahlah, tidak ada tapi-tapi! Siapa suruh tidur duluan semalam?" ucap Aldo sambil tersenyum menatap istrinya.
"Dasar gila!" gumam Cika sambil melangkah meninggalkan suaminya.
__ADS_1
Cika kembali ke kamar mandi untuk bersih-bersih, sementara Aldo kembali naik keatas kasur melanjutkan tidurnya.