Hati Berdarah

Hati Berdarah
Laki-laki Misterius


__ADS_3

Pukul 08.00 pagi, semua anggota keluarga sudah selesai sarapan dan bersiap- siap untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing.


Hari ini adalah hari pertama bagi Aldo kembali ke perusahaan, setelah sekian lama mengabaikan tanggung jawabnya sebagai calon pewaris Alvin Group.


Aldo berpamitan kepada Cika sembari mencium kening dan perut istrinya dengan penuh kasih sayang.


Tak lupa juga dia menyalami dan mencium tangan Ara dan kakak iparnya Mila.


Pagi itu Aldo berangkat bersama Alvin, sedangkan Sela berangkat sendiri karena ada sesuatu yang ingin dia beli sebelum berangkat ke kantor.


Berbeda dengan Ilham yang memang harus berangkat sendirian karena perusahaannya berbeda arah dengan perusahaan Papanya.


Sementara itu, Ara juga harus pergi ke butik karena ada beberapa job yang harus dia selesaikan dengan segera. Cika pun ikut menemani mama mertuanya itu.


Sesaat, suasana didalam rumah itupun terasa begitu sepi. Yang tinggal hanyalah Mila bersama bayi kecilnya. Namun, Mila tidak merasa kesepian karena masih ada Bi Wati yang menemaninya dan membantunya mengurus Mikaila.


Ditempat lain, Sela sedang memarkirkan mobilnya di sebuah mall besar yang tidak terlalu jauh dari kantornya.


Sela turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk kedalam mall. Sela berjalan kearah toko kosmetik karena ingin membeli perlengkapan kecantikannya yang sudah hampir habis.


Saat ingin membayar barang belanjaannya, Sela terdiam dan langsung mengernyitkan keningnya. Wanita cantik itu terkejut setelah membuka tasnya yang ternyata kosong melompong. Tidak ada dompet sama sekali didalam sana, bahkan kunci mobil pun tidak ditemukannya didalam tas itu.


"Ya Tuhan, dompet dan kunci ku ketinggalan didalam mobil! Kenapa aku bisa seceroboh ini?" gumam Sela sembari mendekat kearah kasir.


"Mbak, ini tolong disimpan dulu ya! Aku akan segera kembali!" ucap Sela kepada kasir toko kosmetik itu.


"Baik, Mbak!" sahut kasir itu dengan ramah.


Tanpa berlama-lama, Sela memperbesar langkah kakinya menuju parkiran mall. Pikirannya mulai dibayangi dengan hal buruk yang bisa saja terjadi.


Sesampainya di parkiran, Sela akhirnya bisa bernafas dengan lega setelah melihat mobilnya yang masih terparkir pada posisinya.


"Huft... Mobilku, aku pikir kau sudah pergi meninggalkanku!" gumam Sela sembari membuang nafasnya dengan kasar.


Sela berjalan kearah pintu mobilnya, dan segera membukanya untuk mengambil kembali dompet dan kunci mobil yang masih tergantung di kontaknya.


Bukannya senang, Sela malah terkejut dan berteriak meminta pertolongan saat melihat sesosok laki-laki yang tengah duduk di bangku kemudinya.


"Hei, siapa kamu? Kamu mau maling ya! Tolooooooong..."

__ADS_1


Mendengar jeritan Sela yang memekakkan telinga, laki-laki yang tidak diketahui identitasnya itupun segera menurunkan kakinya dari dalam mobil dan menutup mulut Sela dengan tangannya.


"Uhh... Uhh..."


"Kamu bisa diam gak?" ucap laki-laki misterius itu sembari mendorong tubuh Sela masuk kedalam mobil.


Sela yang sudah sangat ketakutan hanya bisa meneteskan air matanya sembari meronta ronta melakukan perlawanan.


"Kamu ini berisik sekali, aku bukan orang jahat!" ucap laki-laki misterius itu sembari melepaskan tangannya dari mulut Sela.


"Siapa kamu, apa yang kamu lakukan didalam mobilku?" tanya Sela sembari menundukkan kepala saking takutnya.


"Kamu tidak perlu tau siapa aku! Apa mobil ini milikmu?" tanya laki-laki misterius itu sembari menatap dalam ke wajah cantik Sela.


"Iya... Ini mobilku!" jawab Sela singkat.


"Ya sudah. Karena kau sudah disini, aku pergi dulu! Aku hanya ingin menjaga mobilmu saja. Lain kali jangan meninggalkan kunci seperti ini lagi! Untung saja aku datang tepat waktu, kalau tidak pasti kamu sudah pulang jalan kaki saat ini." ucap laki-laki misterius itu dan segera turun dari mobil Sela.


Laki-laki misterius itupun masuk kedalam mobilnya yang ada di sebelah mobil Sela.


"Tunggu...!" teriak Sela yang terburu-buru turun dari mobilnya.


"Terimakasih!" gumam Sela sembari mematung melihat buntut mobil yang sudah semakin menjauh darinya.


Sela kembali masuk kedalam mobilnya dan mengambil kunci beserta dompet yang masih utuh tanpa ada yang kurang sedikitpun.


Wanita cantik itu hanya bisa tersenyum sembari mengingat wajah tampan yang sudah membantunya itu.


"Kenapa kamu tidak mengenalkan dirimu padaku?" batin Sela sembari senyum- senyum sendiri seperti orang gila.


Tidak lama, Sela kembali teringat dengan kosmetik yang akan dia beli. Wanita cantik itupun segera mengunci mobilnya dan melangkah masuk kedalam mall.


Ditempat lain, laki-laki yang tadi membantu menjaga mobil Sela itu sudah berada didalam kantornya.


Laki-laki tampan itupun berjalan masuk kedalam ruangannya dengan raut wajah yang dihiasi senyuman yang begitu menawan.


"Apa tampang ku ini seperti maling?" gumam laki-laki misterius itu sembari menatap wajahnya dari kamera ponsel.


Laki-laki tampan itupun memperhatikan wajahnya yang sama sekali tidak memiliki tampang seperti seorang penjahat.

__ADS_1


"Wanita itu benar-benar polos. Siapa dia? Aish... Kenapa aku tidak menanyakan namanya?" gumam laki-laki misterius itu sembari mengingat kembali wajah cantik Sela.


Tidak lama, laki-laki yang sedang memikirkan Sela itupun terperanjat saat mendengar suara ketukan pintu dari arah luar.


"Tok... Tok... Tok..."


"Kreeek"


Seketika pintu ruangan laki-laki tampan itupun terbuka dan masuklah sesosok laki-laki paruh baya mendekati meja kerjanya.


"Papa, tumben pagi-pagi sudah kesini! Ada apa Pa?" tanya laki-laki tampan itu kepada papanya.


"Papa ingin mengajakmu menemui klien bisnis Papa! Kamu tidak sibuk kan hari ini?" tanya laki-laki paruh baya itu kepada putra semata wayangnya.


"Tidak Pa, aku tidak sibuk!" jawab laki-laki itu kepada papanya.


"Baguslah, apa kita bisa berangkat sekarang?" tanya laki-laki paruh baya itu.


"Tentu saja Pa, ayo jalan!" ucap laki-laki tampan itu sembari memeluk lengan papanya.


"Lepaskan, kamu pikir Papa sudah uzur harus dipapah seperti ini! Papa masih kuat berjalan sendiri." ketus laki-laki paruh baya itu sembari mendorong tangan putranya.


Laki-laki tampan itupun hanya bisa menurut dengan keinginan papanya. Mereka berdua akhirnya meninggalkan perusahaan dan melaju menuju perusahaan klien bisnis mereka.


Ditempat lain, Sela baru saja tiba di Alvin Group. Wanita cantik itupun bergegas masuk kedalam ruangannya karena sudah sedikit terlambat sampai di kantor itu.


"Kau dari mana saja, kenapa baru sampai?" tanya Aldo yang melihat Sela memasuki ruangannya.


"Maaf Aldo, tadi jalanan sedikit macet!" sahut Sela berbohong kepada sepupunya.


"Macet darimana? Kalau gak bisa bohong, jangan dipaksain! Jalan lancar begitu dibilang macet." ketus Aldo yang mengetahui kalau Sela tengah berbohong kepada dirinya.


"Kalau tidak percaya ya sudah, aku mau ke ruangan ku dulu!" ketus Sela yang merasa kesal dengan sikap Aldo.


Sela menghentakkan kakinya dengan kuat sembari melangkah kedalam ruangannya. Dia bahkan tidak memperhatikan Aldo sama sekali.


"Ada apa dengan wanita itu? Apa dia sudah gila?" batin Aldo sembari menggelengkan kepalanya.


Aldo pun akhirnya memilih untuk kembali ke ruangannya. Laki-laki yang tengah berbahagia karena istrinya yang sudah kembali itupun menyelesaikan pekerjaannya dengan penuh semangat.

__ADS_1


__ADS_2