Hati Berdarah

Hati Berdarah
Bab 32. Berbaikan


__ADS_3

Aldo dan Cika tidak bicara sepatah katapun. Mereka terus saja berdiam diri satu sama lain.


Keheningan dalam kamar itupun semakin terasa ketika Aldo mulai masuk ke alam bawah sadarnya.


Cika melangkah keluar dari kamar dan membiarkan Aldo untuk beristirahat. Dia berpikir untuk memberi tahu Sela dan Ara tentang kejadian yang dialami Aldo. Namun, perasaannya sedikit ragu mengingat perkataan Aldo tadi. Cika pun mengurungkan niatnya kembali karena tidak ingin membuat keluarga Aldo khawatir.


Pukul 19.00 malam Aldo terbangun dari tidurnya. Dia sedikit bingung menatap sekelilingnya, Cika sama sekali tidak terlihat di kamar itu.


Aldo berusaha untuk bangkit dari atas kasur. Dia melangkah keluar kamar dengan hati-hati untuk mencari keberadaan Cika.


"Cika, kamu di sini?" tanya Aldo yang melihat wanita cantiknya tengah bersandar di sofa.


"Kamu sudah bangun?" tanya Cika yang sedikit kaget melihat Aldo yang berjalan menghampirinya.


"Tubuhku terasa gerah, aku ingin mandi." ucap Aldo sambil membalikkan tubuhnya untuk kembali ke dalam kamar.


Aldo melangkah masuk ke dalam kamarnya. Sesaat Aldo merasa kesulitan saat mengangkat tangan untuk melepaskan bajunya.


"Awww," Aldo kembali meringis menahan sakit karena merasa perih saat mengangkat kedua tangannya.


Cika tiba-tiba muncul dari balik pintu, dia sudah menduga kalau Aldo akan kesulitan seperti yang sedang dia saksikan saat ini.


"Sini aku bantu!" ucap Cika.


Cika melangkah mendekati Aldo, dia segera membantu Aldo membukakan bajunya. Cika sudah tidak malu lagi melihat tubuh kekar laki-laki nya itu.


"Mandilah! Ingat, lukamu tidak boleh kena air! Aku akan menyiapkan pakaian ganti untukmu." ucap Cika sambil berbalik membelakangi Aldo.


Aldo masuk ke kamar mandi, sementara Cika melangkah menuju lemari pakaian. Cika sedikit merasa malu ketika mengambilkan ****** ***** untuk Aldo. Sesaat wajahnya memerah karena pikirannya dibuat melayang melihat segitiga milik Aldo yang belum pernah dia lihat sebelumnya.


Selesai mandi, Aldo keluar hanya menggunakan handuk. Cika sudah tidak ada lagi di dalam kamar. Aldo pun bergegas memakai pakaiannya.


Namun, lagi-lagi Aldo merasa kesulitan ketika ingin mengenakan baju.


Cika muncul dari balik pintu. Dia hanya tersenyum sambil berjalan mendekati Aldo.


"Ganti perban nya dulu ya!" ucap Cika sambil tersenyum dan menggantikan perban Aldo yang sudah basah terkena air.

__ADS_1


Aldo hanya membisu sambil menatap dalam ke wajah Cika. Perlakuan Cika yang begitu sabar mengurus dirinya semakin menumbuhkan rasa cinta Aldo kepada wanita cantik itu. Makin hari rasa cintanya kepada Cika pun semakin bertambah. Namun seketika raut wajah Aldo kembali terlihat sedih mengingat perkataan Cika tadi siang kepada dirinya.


Setelah mengganti perban dan memakaikan baju untuk Aldo, Cika pun mulai melangkah untuk keluar dari kamar Aldo.


"Tunggu!" ucap Aldo yang membuat langkah kaki Cika berhenti seketika.


Cika pun berbalik menatap kearah Aldo.


"Ada apa? Apa ada yang sakit?" tanya Cika.


"Tidak, kemari lah!" ucap Aldo.


Cika kemudian kembali berjalan dan duduk di samping Aldo. Aldo pun memulai pembicaraan nya dengan Cika.


"Kamu wanita yang sangat baik, aku beruntung bisa bertemu denganmu. Terima kasih untuk semuanya!" ucap Aldo sambil menahan air mata yang sudah tergenang di kelopak matanya.


"Apa maksud kamu?" ucap Cika yang mulai merasa aneh dengan kata-kata Aldo.


"Aku tidak ingin memaksamu lagi. Mungkin selama ini aku terlalu egois. Aku selalu memaksakan keinginanku padamu tanpa memikirkan perasaanmu sama sekali. Aku hanya ingin melihatmu bahagia, aku ikhlas jika kamu ingin pergi dari hidupku. Tolong maafkan semua kesalahan ku padamu!"


Cika seketika melotot menatap kearah Aldo. Hatinya terasa bagaikan tergores sembilu mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Aldo.


"Apa yang kamu katakan ini Aldo? sadarlah!" ucap Cika dengan penuh tanda tanya di benaknya.


Sejenak Aldo terdiam sambil menahan isak tangis di hatinya. Kata-kata yang baru saja dia ucapkan bukanlah murni dari dalam hatinya, melainkan hanya untuk meyakinkan Cika yang sempat berucap ingin membatalkan pernikahan mereka.


"Aku melepaskan mu Cika, aku tidak ingin membuatmu tersiksa dengan hubungan ini. Semoga kamu bahagia tanpa diriku."


Aldo mengatakan semua itu sambil melangkah meninggalkan Cika di dalam kamar sendirian.


Cika menangisi kesalahan yang telah dia lakukan terhadap Aldo. Tanpa disadari Cika telah membuat Aldo terluka dengan ucapan nya tadi siang.


Cika sadar akan kesalahannya. Cika benar-benar tidak memikirkan akibat dari perkataan nya itu.


Tanpa berpikir lagi, Cika berlari keluar mengejar Aldo.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti hatimu. Aku mencintaimu Aldo, aku sangat mencintaimu. Hiks,,hiks,,hiks,"

__ADS_1


Cika mengatakan semua itu sambil menangis dan memeluk tubuh Aldo dari belakang.


Langkah Aldo seketika terhenti mendengar ucapan dari Cika. Aldo tidak menyangka kalau Cika akan mengatakan semua itu kepada dirinya. Dia berpikir kalau selama ini Cika tidak pernah sungguh-sungguh mencintainya, sehingga membuat Cika ingin mengakhiri hubungan mereka.


Aldo membalikkan tubuhnya, dia menatap wajah Cika dengan air mata yang kembali jatuh berderai.


"Aku mencintaimu Aldo, tolong maafkan aku! Aku janji tidak akan berkata seperti itu lagi!" ucap Cika sambil memeluk tubuh Aldo dengan erat.


"Awww," Aldo merintih kesakitan karena Cika tanpa sadar telah menyentuh luka di pinggangnya.


Cika terkejut mendengar rintihan Aldo dan segera melepaskan pelukannya.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja." ucap Cika yang masih saja terisak dan duduk di sofa ruang tamu.


Aldo duduk di samping Cika, dia memikirkan kata-kata Cika barusan.


Hatinya tidak tega melihat kesedihan yang terpancar di wajah cantik itu.


"Aku juga sangat mencintaimu Cika. Tapi aku tidak pernah bisa membahagiakan mu, aku malah selalu saja menyakitimu." balas Aldo.


"Aku bahagia bersamamu, Aldo!


Aku ingin menikah denganmu saja!" ucap Cika sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Aldo.


Mendengar ucapan Cika, Aldo merasa seperti orang yang sedang memenangkan lotre dadakan. Wajahnya kembali berseri memancarkan kebahagiaan dan senyuman manis di wajah tampannya itu. Tangis kesedihan yang tadi dia keluarkan, berubah menjadi tangisan bahagia.


"Maafkan aku sayang! Aku janji tidak akan menyakitimu lagi. Terimakasih sudah mau menerima ku lagi!"


Aldo mengucapkan itu semua sembari merangkul tubuh Cika. Dengan penuh rasa sayang, Aldo mencium kening Cika berulang-ulang sampai Cika pun di buat ketawa karena sikap Aldo itu.


"Sudah, nanti keningku bisa habis kamu ciumin terus. Hahahaha,,," ucap Cika yang mulai terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya. Aldo pun tersenyum bahagia melihat tawa wanita cantiknya itu.


Kesalahpahaman antara mereka berdua pun akhirnya hilang setelah mereka mengungkapkan isi hati masing-masing.


"Sayang, kita ke kamar yuk! Aku ngantuk," ucap Cika yang memang belum beristirahat seharian ini.


Mereka berdua berjalan masuk ke kamar dan segera membaringkan tubuh mereka di atas kasur. Tidak lama, mereka pun terlelap dengan posisi saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2