Hati Berdarah

Hati Berdarah
Bab 34. Membeli Perhiasan


__ADS_3

Ara melangkah mengikuti Cika ke dalam kamar ganti. Ara sudah menyiapkan beberapa baju pengantin yang akan dipakai Cika pada hari H nanti.


Ada 3 pilihan baju pengantin di dalam kamar itu. Cika harus mencoba satu per satu agar bisa memilih mana yang lebih cocok untuk dirinya.


"Kamu coba dulu ya sayang! Mama pengen lihat mana yang benar-benar cocok untuk kamu." pinta Ara.


"Iya, Ma!" Cika pun mencoba 3 baju yang diberikan Ara secara bergantian.


Dari ketiga baju yang dicoba oleh Cika, semuanya sangat bagus dan sangat indah di tubuh gadis itu. Ara sampai bingung sendiri untuk memilih mana yang benar-benar cocok untuk Cika.


"Sayang, mama benar-benar bingung. Mama serahkan semua sama kamu ya. Pilih saja mana yang kamu rasa lebih nyaman ditubuh kamu." ucap Ara.


"Yang ini saja, Ma!" ucap Cika sambil menunjuk sebuah gaun berwarna biru tua. Cika merasa sangat cocok dengan gaun itu karena terlihat lebih sederhana.


Aldo yang dari tadi menunggu diluar sudah tidak sabar karena ingin mengajak Cika jalan-jalan.


"Ma, sudah selesai belum?" teriak Aldo dari balik pintu.


"Sudah sayang, masuk saja!" balas Ara dari dalam kamar.


Aldo membuka pintu dan bergegas menghampiri Cika dan mamanya.


"Masih lama gak Ma? Aldo mau mengajak Cika keluar, setelah itu langsung ke kantor." ucap Aldo.


"Pergilah! Tapi cuma untuk hari ini saja ya. Mulai besok kalian tidak boleh bertemu dulu sampai hari pernikahan tiba." balas Ara dengan senyum yang sangat manis.


"Tapi Ma,,,"


Aldo ingin menolak permintaan mamanya karena merasa tidak sanggup menjalani harinya tanpa melihat wanita yang dicintainya itu.


"Kali ini tidak ada tapi-tapi, kamu harus nurut sama mama." tegas Ara yang membuat Aldo tidak bisa berkutik lagi.


"Iya, iya, Aldo ngerti." ucap Aldo sedikit jengkel dengan permintaan mamanya.


Aldo dan Cika berpamitan kepada Ara. Mereka berdua memeluk dan mencium tangan Ara bergantian.


"Kami pergi dulu ya, Ma!" tambah Cika.


"Hati-hati!" balas Ara sambil melambaikan tangannya kearah mereka berdua.


Aldo dan Cika berjalan meninggalkan butik dan masuk ke dalam mobil.


"Kita mau kemana Aldo?" tanya Cika yang sudah duduk disamping laki-laki tampannya itu.

__ADS_1


"Ikut saja!" ucap Aldo tanpa memberitahu apapun kepada Cika, dan segera melajukan mobil mewahnya.


Sejenak Cika merasa bingung, dia sama sekali tidak tahu kemana Aldo akan membawanya. Pikiran anehnya pun mulai menari-nari di benaknya.


Tiba-tiba mobil Aldo berhenti disebuah mall besar. Aldo pun segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang telah disediakan.


"Ayo, turun sayang!"


Aldo turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Cika.


"Ngapain kita kesini?" tanya Cika yang mulai kebingungan.


"Aku mau membeli sesuatu untuk Sela." Aldo menjawab pertanyaan Cika dengan santai.


"Oh,,," Cika tidak banyak bicara, dia tau kalau Aldo sangat menyayangi sepupunya Sela.


Aldo menggenggam tangan Cika. Mereka pun masuk kedalam mall sambil bergandengan tangan.


Beberapa wanita cantik yang ada di mall terpesona melihat ketampanan Aldo dan menatap sinis kearah Cika. Cika pun merasa tidak nyaman dan mencoba menarik tangannya dari genggaman Aldo karena merasa tidak pantas jalan berdampingan dengan laki-laki tampan itu.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Aldo yang seketika menghentikan langkah kakinya.


"Semua orang menatap kearah kamu, mungkin mereka merasa aku tidak pantas jalan berdampingan denganmu. Kamu duluan saja! Biar aku mengikuti dari belakang." ucap Cika yang merasa minder dengan tatapan orang-orang kearahnya.


"Jangan bodoh! Biarkan saja mereka!" ketus Aldo sambil kembali menggenggam tangan Cika dan berjalan menuju sebuah toko perhiasan.


"Selamat siang, Pak Aldo! Ada yang bisa kami bantu?" sapa seseorang yang bekerja di toko itu.


"Selamat siang! Saya ingin mencari sebuah kalung yang mewah untuk sepupu saya. Apa ada model terbaru?" tanya Aldo tanpa basa basi.


"Ada, Pak! Tunggu, saya ambilkan sebentar!" jawab penjaga toko itu.


Cika hanya terpaku melihat perhiasan yang ada di toko itu. Semua perhiasan yang terpajang di toko itu benar-benar sangat indah dan pastinya sangat mahal.


"Ini, Pak! Ini beberapa model perhiasan terbaru kami. Model ini belum beredar di pasaran. Jadi, kalau Pak Aldo berminat, maka Pak Aldo lah orang pertama yang memiliki perhiasan ini." ucap penjaga toko itu.


"Sayang, tolong pilihkan ya!" ucap Aldo kepada Cika.


"Ha, aku!" jawab Cika sedikit gugup.


"Iya, kamu kan wanita, kamu pasti tau yang mana yang lebih cocok untuk Sela." ucap Aldo dengan santai.


Cika melihat beberapa perhiasan yang ada didepan Aldo. Sejenak dia berpikir kalau dirinya yang memakai perhiasan itu pasti akan terlihat cantik sekali.

__ADS_1


"Ah, kenapa aku berpikir seperti itu? Mana sanggup aku membeli perhiasan semewah itu." batin Cika yang sadar dengan khayalan tak masuk akalnya.


"Sayang, sayang kamu kenapa?" Suara Aldo seketika membuyarkan lamunan Cika.


"I,, iya Aldo!" ucap Cika terbata-bata.


Aldo kembali memperlihatkan perhiasan itu kepada Cika. Dia kembali meminta pendapat Cika untuk memilihkan perhiasan yang bagus.


"Ini bagus, Sela pasti akan terlihat sangat cantik memakai perhiasan ini." ucap Cika sambil menunjuk perhiasan yang benar-benar cantik menurutnya.


"Kamu suka?" tanya Aldo sambil tersenyum menatap wanita cantiknya.


"Semua wanita pasti akan suka dengan perhiasan secantik ini, termasuk Sela. Dia pasti akan sangat menyukainya." jawab Cika dengan polosnya dan membuat Aldo tertawa seketika.


"Hahahaha,,, Cika sayang, aku tuh lagi nanyain kamu. Bukan Sela atau wanita lain." ucap Aldo sambil mencubit hidung Cika.


"Sakit, Aldo!" ucap Cika sambil memanyunkan bibirnya.


"Kamu suka atau tidak." Aldo kembali bertanya kepada Cika dengan senyuman menghiasi bibirnya.


"Iya, aku suka." jawab Cika yang masih kebingungan dengan ucapan Aldo.


"Ya sudah, aku ambil ini ya Mbak." ucap Aldo kepada penjaga toko.


"Baik Pak," balas gadis itu.


"Yang ini satu lagi ya." ucap Aldo sambil menunjuk model yang lainnya.


"Baik Pak Aldo!" ucap gadis penjaga toko lagi.


"Yang satu ini tolong di bungkus! Ini buat hadiah." ucap Aldo.


Penjaga toko pun segera membungkus perhiasan yang telah dipilih Aldo sesuai permintaan laki-laki tampan itu.


Sementara yang pertama dipilih Cika, memang sengaja Aldo beli untuk wanita yang ada di sampingnya itu.


"Ini kenapa tidak di bungkus?" tanya Cika yang berpikir kalau perhiasan itu Aldo beli untuk mama Ara.


"Tidak perlu, ini buat kamu." ucap Aldo sambil menarik tangan Cika.


Cika terdiam dan langsung melotot mendengar ucapan Aldo. Dia sama sekali tidak percaya kalau Aldo akan membelikannya perhiasan semewah itu.


"Kenapa bengong?" tanya Aldo sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ini pasti sangat mahal, aku tidak pantas memakainya," ucap Cika.


"Jangan banyak bicara! Sini, angkat rambutmu!" tegas Aldo yang membuat Cika tidak bisa untuk menolak lagi.


__ADS_2