
Gaby perlahan mengerjapkan matanya. Dia terbangun tanpa ada Jordan disisinya. Sejenak dia menebak jika mungkin saja Jordan sedang bersama Selena. Tapi sudahlah, dia tidak mau lagi memikirkan Jordan ya g sudah menghancurkan hidupnya. Entah itu Selena atau wanita manapun juga tak akan merubah hatinya ya g sudah kadung membeku. Seperti biasa, Gaby akan bangkit dari tempat tidur dan duduk disamping jendela menatap ke arah luar.
" Apa aku pecahkan kaca ini dan loncat saja? " Ucap Gaby lalu mendesah lesu setelahnya. Sepertinya itu sangatlah percuma. Orang-orang yang berada diluar bukan hanya satu atau dua orang. Jika Gaby berhasil keluar dari kamar dengan cara terjun ke bawah, bisa diprediksikan kalau kakinya pasti akan patah. Belum lagi setelah itu akan ada banyak penjaga yang menangkapnya dan kembali membawanya masuk ke penjara mewah itu.
Entahlah, jika tidak pasrah laku harus bagaimana? mungkin saja itu waktunya untuk menunggu sampai Jordan melepaskannya sendiri.
" Ge? " Suara Jordan membuyarkan segala lamunan Gaby yang sedang melalang buana entah kemana arahnya. Dia masih enggan menyahut atau pun sekedar menoleh ke arah Jordan. Bungkam dan bungkam adalah pilihan paling tepat bagi Gaby.
Jordan tak mau menuntut apapun dan memilih untuk mengambil baju gantinya. Setelah mengganti bajunya, Jordan berjalan mendekati Gaby yang masih duduk tak ubah posisinya.
" Sebentar lagi sarapan mu datang. Pergilah mandi dulu. "
Tak mendapat jawaban, Jordan kembali membujuk Gaby perlahan dan lebih lembut dari sebelumnya.
" Ge, mandi ya? "
Gaby tak mau menjawab, tapi dia langsung bangkit dan menuju kamar mandi. Jordan tersenyum meski hatinya terasa tak karuan dengan sikap Gaby yang kembali diam setelah perdebatan semalam. Jika boleh memilih, sebenarnya Jordan lebih senang dengan Gaby yang galak seperti semalam. Dia tidak terlihat sedih dan hampa seperti sekarang ini. Itu juga akan mempermudah bagi mereka untuk bisa dengan mudah berkomunikasi dan tahu apa yang Gaby rasakan.
Ge, aku tahu akan sulit mencairkan hatimu yang sudah begitu membeku. Tapi aku tidak akan menyerah secepat itu.
***
Keluarga Arnold dan keluarga Jordan kini tengah berkumpul untuk membicarakan masalah kehamilan Selena dan acara untuk pernikahan Selena dan Jordan. Sebenarnya Ayahnya Jordan ada rasa kesal dan kecewa kepada Jordan karena telah merebut calon pengantinnya. Tapi karena ada istri tertuanya yang tak lain adalah Ibu kandung Jordan, dia hanya bisa menahan kesal di dalam hati tanpa niat untuk berekspresi.
" Jadi kapan rencana pernikahan Selena dan Jordan akan dilangsungkan? " Tanya Tuan Arnold yang tak lain adalah Ayahnya Selena. Jujur dia begitu bahagia karena memiliki Selena. Putri yang sangat membanggakan karena telah berhasil membuat Jordan menghamilinya. Kalau sudah begini, mau tidak mau Jordan dan Selena akan menikah dan secara otomatis Jordan akan membantu perekonomian keluarganya yang memang sedang jatuh.
" Tentu saja se segera mungkin. " Jawab Ayahnya Jordan yang langsung di angguki oleh Ibunya Jordan.
__ADS_1
Tidak apa-apa Jordan cepat menikah. Dengan begitu, aku akan mengambil Gaby dan menjadikannya istriku.
" Baiklah, kalau begitu kapan kita harus mempersiapkan segalanya? " Tanya Tuan Arnold.
Ibunya Jordan merasa sedikit keberatan dan akhirnya menyuarakan pendapatnya.
" Bagaimana kalau kita tanya pendapat Jordan dulu? yang akan menikahkan Jordan dan Selena. Kita sudah tahu dari pihak Selena, tapi kita juga perlu pendapat dari Jordan. "
" Tidak perlu. Selena sudah hamil, apa lagi yang harus kita lakukan kalau bukan menikahkan mereka. Lagi pula, Jordan adalah pria yang bertanggung jawab. Dia pasti akan menerima Selana dan anak mereka. "
Ibunya Jordan langsung terdiam tak berani berkata-kata lagi. Jika suaminya sudah membuat keputusan, akan sangat sulit untuk dicegah. Sebenarnya bukan niatnya ingin mencegah, tapi akan lebih baik jika Jordan mengetahui tentang rencana pernikahannya. Karena walau bagaimana pun, yang akan menjadi mempelai pria adalah Jordan.
Hari demi hari berlalu begitu cepat. Satu bulan telah berlalu. Gaby dan Jordan tidur diranjang yang sama tapi tak pernah lewat dari batas itu. Dan selama itu juga, Jordan menahan diri untuk tidak menyentuh Gaby ataupun wanita manapun. Setiap pagi dia akan tersenyum melihat Gaby yang masih tertidur pulas seperti bayi. Itu sudah cukup membuat Jordan merasa sangat bahagia. Seperti biasa, dia akan memberikan kecupan di dahi Gaby meski gadis itu akan langsung memalingkan wajah dengan tatapan yang dingin.
" Selamat pagi, Ge? " Seperti inilah Jordan. Dia selalu menyapa Gaby meski tak pernah mendapatkan jawaban.
Gaby langsung bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Jordan juga mengubah posisinya menjadi duduk sembari melihat beberapa notifikasi yang masuk ke ponselnya.
" Ron, kau yakin itu sudah valid kan? baiklah. Kerja bagus Ron. Caro tahu lebih detail lagi dan langsung berikan kabar sekecil apapun. "
Jordan tersenyum miring setelah panggilan telepon itu berakhir.
" Kau sudah merencanakan ini dengan sangat matang rupanya. "
Suara ketukan pintu tiba-tiba terdengar. Jordan bangkit dan membuka pintu.
" Ada apa? "
__ADS_1
" Maaf mengganggu Tuan. Nyonya, Tuan besar dan yang lainya sudah menunggu di bawah. " Jordan mengeryit bingung mendengar kata yang lainya. Tapi dia pikir, itu adalah adik tiri dan suaminya.
Jordan mengetuk pintu kamar mandi untuk memberi Tahu Gaby.
" Ge, aku turun terlebih dulu. Hari ini sarapan di bawah saja ya? " Seperti biasa, Jordan tidak mendapat jawaban. Tapi dia yakin, kalau Gaby juga pasti mendengarnya. Dia sengaja meminta Gaby untuk sarapan dibawah agar bisa mengenalkannya kepada keluarganya.
Jordan degan langka santai menuruni anak tangga satu demi satu dan akhirnya sampailah dia di ruang tamu. Dia terkejut dengan dahi yang mengeryit bingung. Bukan hanya keluarganya, tapi ada Selena dan orang tuanya. Bahkan, adik tiri dan suaminya juga ikut hadir hari ini.
" Kalian kenapa ada disini? " Tanya Jordan dengan wajah malasnya.
Ayah yang merasa kesal karena sikap putranya ingin sekali memberi pelajaran. Tapi sayang, dia juga harus memikirkan citranya di mata calon besannya.
" Duduk dan kita harus membicarakan sesuatu. "
Jordan berjalan mendekat dan duduk di sudut paling terpencil. Selain malas, hubungan antara Jordan dan Ayahnya memang tidak pernah membaik. Apalagi ada Tuan Arnold yang memang tidak disukai Jordan.
" Ada apa? "
" Minggu besok adalah pernikahan mu dengan Selena. Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Kau hanya perlu datang dan hadiri pernikahan mu. "
Jordan terdiam tidak percaya dengan tiap kata yang keluar dari mulut Ayahnya. Tapi yang lebih membuatnya terkejut adalah Gaby yang sudah berduri di dekat tangga entah sejak kapan.
" Ge? " Jordan tak mau membuang waktu dan memilih berlari ke arah Gaby.
" Ge, percayalah padaku. Apa yang kau pikirkan saat ini adalah kebohongan. "
Gaby masih diam tak berniat menjawab. Sementara di samping adik tirinya Jordan adalah seorang pria yang tak lain adalah Rendy.
__ADS_1
Kenapa Gaby ada di sini? apa hubungan Gaby dengan Jordan?
Bersambung