Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Melarikan Diri


__ADS_3

Gaby yang merasa aneh dengan sikap istri dari Tuan Haris hanya bisa mencari cara agar bisa pergi secepatnya dan menemui Jordan untuk melibat bagaimana keadaannya. Awalnya Gaby memang menolak saat Istri Tuan Haris memaksanya untuk ikut karena ada hal penting. Tapi yang di bicarakan hanyalah soal tas, sepatu, dan perhiasan yang membuatnya dilema untuk membelinya. Karena masih juga merasa tertahan, lama kelamaan Gaby menjadi curiga. Tanpa mengatakan sepatah katapun, Gaby diam-diam meninggalkan Istri Tuan Haris dan dengan segera mencari keberadaan Jordan.


" Nyonya! " Panggil Ron bahagia karena tidak perlu dilema lagi.


" Ron? apa yang terjadi dengan Jordan? " Gaby meletakkan telapak tangannya di dahi Jordan. Tentu dia merasa kalau Jordan tiba-tiba demam karena wajahnya yang merah dan keringat bercucuran.


" Obat yang di masukkan ke dalam anggur Tuan adalah obat untuk merangsang keinginan Tuan berhubungan badan. " Jawab Ron yang terlihat meyakinkan di mata Gaby.


" Ron, kita kembali sekarang juga. " Ajak Gaby sembari membantu Jordan untuk berdiri. Dati sentuhan kulit Jordan yang begitu panas, kini Gaby benar-benar tahu jika Jordan pasti tengah tersiksa karena menahan sesuatu yang dipaksakan seperti ini.


Setelah berada di dalam mobil, Jordan mulai membuka dasi, kemudian, jas dan membuka beberapa kancing kemejanya. Panas yang sulit untuk ditahan itulah yang Jordan rasakan. Apalagi saat kulitnya bersentuhan dengan kulit Gaby tadi, rasanya semakin sulit untuk menahan diri. Dan lagi, belahan dada Gaby yang terlihat menggoda itu membuatnya semakin tak tahan.


" Sayang, aku tidak akan kuat kalau harus menunggu sampai dirumah. " Jordan yang sudah berhasil membuka kemeja bagian depannya, kini meraih tubuh Gaby dan membuatnya menempel erat.


" Ron? " Ucap Gaby yang seolah bertanya bagaimana pendapat Ron.


" Di dekat sini ada hotel, Nyonya. "


" Baiklah, kita kesana saja. "


Pagi Hari.

__ADS_1


Jordan mengerjakan matanya karena sinar matahari yang masuk melalui kaca. Perlahan matanya mulai terbuka. Tentu asing baginya karena dengan jelas dia bisa mengingat bahwa ini bukan kamarnya. Mengingat apa ya g terjadi semalam, sontak Jordan memeriksa wanita yang kini berbaring di sebelahnya. Dati belakang memang seperti istrinya, tapi takutnya dia khilaf dan salah mengira, lebih baik dia memastikan dengan benar siapa yang saat ini ada disebelah tempat tidurnya dengan posisi membelakanginya. Perlahan-lahan Jordan menggerakkan tangannya untuk mengubah posisi wanita yang membelakanginya menjadi menghadap ke arahnya. Untunglah, Jordan bisa bernafas dengan lega karena wanita itu adalah istrinya sendiri.


" Sayang? " Jordan kembali merebahkan tubuhnya lalu memeluk erat tubuh Gaby. Tidak tahu siapa yang menjebaknya semalam, tapi setidaknya dia bisa menghabiskan malam penuh semangat malam tadi. Bahkan Gaby yang biasanya bangun pagi, kini masih betah memejamkan mata menikmati waktu tidurnya karena merasa begitu lelah.


***


Sammy yang selama ini bekerja di belakang layar, hari ini dia memutuskan untuk terjun langung menghadapi Tua Arnold dan Tuan Edward. Seperti yang direncanakannya sebelumnya, Sammy adalah orang yang akan mewakili Jordan untuk melaporkan Tuan Arnold atas kasus penipuan yang ia lakukan beberapa waktu lalu kepada Jordan's Group. Bukan tanpa alasan kedatangan Sammy ke kantor polisi, Sammy kesana dengan tujuan untuk memancing ikan besar setelah ikan kecil berhasil tertangkap.


***


Tuan Edward membanting semua perabotan kerjanya di hadapan Tuan Arnold. Ya, pria lima puluh tahun lebih itu merasa kesal dan kecewa dengan gagalnya rencana ini. Sungguh dia amat kesal hingga ingin sekali mencekik Tuan Arnold. Tapi dia juga harus tetap menahannya karena Tuan Arnold bisa ia gunakan sebagai kambing hitam saat tindakan nya di ketahui oleh pihak berwajib.


" Sial! aku benar-benar kecewa karena mempercayai rencana bodoh mu itu. " Ucap Tuan Edward setelah puas menghancurkan barang-barangnya.


" Bodoh! aku benar-benar sudah tertular kebodohan mu. Tidak heran kenapa perusahaan mu bisa bangkrut setelah dua bulan berada di bawah kendali mu. Cepat atau lambat, Jordan dan Gaby pasti akan mengetahui pelakunya. Atau bahkan, dia sudah bisa menebaknya dan mengincar kita. " Tuan Edward mendudukkan dirinya lalu memegangi kepalanya yang pusing. Sungguh begitu tidak masuk akal apa yang dia lakukan selama ini. Hanya karena menikahi putrinya, dia harus berkorban cukup banyak. Sungguh tidak layak hanya seorang Selena mendapatkan semua ini.


" Arnold, bukankah sangat tidak setimpal sekali dengan apa yang kau berikan? "


" Maksud Tuan? " Tanya Tuan Arnold bingung.


" Kau hanya memberikan Selena padaku, tapi aku sudah memberikan banyak hal. Uang, modal usaha yang banyak, properti, dan juga sokongan dalam banyak hal. Kenapa aku merasa begitu dirugikan, hah?"

__ADS_1


Tuan Arnold menunduk dengan perasaan kesal. Iya, banyak hal yang membuat nya kesal. Mulai dari kehilangan perusahaan keluarganya, cemoohan orang yang selalu menyudutkannya karena tidak bisa memimpin perusahaan dengan baik, kehilangan poin pentingnya yang gak lain adalah Gaby, bahkan sekarang dia harus mengemis seperti ini untuk sesuap nasi. Sialnya, putri satu-satunya yang bernama Selena sama sekali tidak memiliki harga di mata Tuan Edward.


Gaby, aku benar-benar akan membalas semua sakit hati ku. Lihat saja, aku akan menepati janji ku ini.


Sekembalinya dia dari rumah Tuan Edward, Tuan Arnold kini tercengang melihat beberapa polisi berjaga di depan rumahnya. Tentu saja dia merasa takut. Entah kesalahan yang mana yang terendus oleh polisi, tapi sepertinya dia perlu melarikan diri sekarang sebelum polisi menyadari bahwa dia ada gak jauh dari mereka. Dengan kecepatan penuh, Tuan Arnold memutar arah dan kembali ke jalan sebelumnya.


" Sialan! kenapa ada polisi?! " Tuan Arnold memukul setir mobilnya tapi tak berniat mengentikan lajunya. Dia terus menjalankan mobilnya menuju rumah peninggalan kakeknya dulu.


" Untunglah aku tidak pernah membawa siapapun kesini. Setidaknya aku akan aman disini. " Ujar Tuan Arnold lalu keluar dari mobilnya dan memasuki rumah tua yang sudah usang itu. Tapi sungguh beruntungnya dia karena listrik di rumah itu bisa digunakan.


***


" Bagaimana hasilnya? " Tanya Gaby setelah panggilan teleponnya terhubung kepada Sammy.


Kami sedang mencari keberadaan Tuan Arnold, Nyonya. Dan sepertinya, kita akan membutuhkan waktu untuk mencarinya karena dia sudah tahu kalau akan di tangkap.


Gaby memijat pelipisnya. Kalau begini, keamanan anak-anak mereka benar-benar tidak boleh sampai lengah sedikitpun.


" Sam, dia pasti akan lari ke tempat yang terpencil. Cari tahu tentang rumah terpencil yang di miliki Tuan Arnold, terlebih Ayahnya yang berasal dari pedesaan. "


Baik. Nyonya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2