Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Bertindak lebih cepat


__ADS_3

Hari ini Gaby dan seluruh tim tengah berbahagia. Iya, proyek besar yang mereka garap dalam waktu singkat akhirnya memiliki keberhasilan yang memuaskan. Tentu semua itu karena arahan dari Gaby dan kerja sama yang luar biasa kompak. Ditambah lagi, Norita yang juga ikut membantu dengan sekuat tenaga. Jordan juga sama. Dia kembali bersama Ron dengan keberhasilan dan kontrak kerja sama dengan perusahaan luar negeri juga sudah di tanda tangani. Tiga bulan sudah Gaby ikut bekerja di Jordan's Group, dan kemajuan bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Sekarang, jika dibandingkan dengan Tuan Edward, Jordan tentu tak kalah darinya. Baik koneksi dan hubungan baik sudah menjalar luas selama tiga bulan terakhir.


Setelah makan siang bersama tim, Gaby kembali ke ruangannya untuk melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.


" Sayang? " Sapa Jordan saat baru saja Gaby membuka pintu. Jordan yang sudah menghampiri Gaby langsung saja memeluk erat tubuh istrinya. Sedari pagi dia pergi meeting, dan Gaby juga sibuk dengan hang lain. Rasanya benar-benar tidak biasa karena jauh dari istrinya beberapa saat lalu.


" Kapan kau pulang? " Tanya Gaby.


" Sekitar dua puluh menit yang lalu. " Jawab Jordan lalu kembali menghujani wajah Gaby dengan kecupan. Maklum saja, mereka jarang sekali berpisah. Meskipun itu hanya beberapa jam saja, tapi benar-benar berat bagi Jordan.


" Kau sudah makan siang? " Tanya Gaby.


" Sudah, tadi bersama dengan Ron. "


Setelah sesaat mereka saling memeluk untuk melepaskan rindu, mereka berdua kembali membahas hal penting. Yaitu, tentang rencana untuk mendirikan penginapan baru yang dilengkapi dengan sarana bermain. Membutuhkan waktu yang lumayan panjang memang dalam proses pembangunan, tapi baik Gaby dan Jordan tidak akan berhenti sampai disini, karena mereka memutuskan untuk turun tangan langsung dalam pengawasan di lapangan. Setelah selesai membicarakan dengan Gaby, Jordan kembali memberikan kabar bahwa keberadaan Tuan Arnold sudah di ketahui. Tapi sayang, Tuan Arnold mengetahui jika keberadaannya sudah terendus oleh orang-orang yang berada di bawah titah Gaby dan Jordan.


" Hebat juga ya Tuan Arnold ini? " Gumam Gaby sembari memijat pelipisnya. Mencari Tuan Arnold memang bukan hal yang mudah karena pihak berwajib pun, masih kesulitan untuk menemukannya. Tapi yang jelas, Tuan Arnold tidak akan mungkin bisa ke bandara dan melakukan penerbangan. Maka dari itu, sebagian orang-orang yang Sammy perintahkan tengah berjaga-jaga di dermaga agar tidak membiarkan Tuan Arnold pergi menggunakan kapal.


" Aku tahu kau gelisah, aku juga sama gelisah nya sayang. Tapi Sammy sedang mengupayakan dan mengerahkan kekuatannya untuk menangkap Tuan Arnold. " Jordan merangkul erat pundak Gaby agar si istri tercintanya tidak lagi begitu gelisah.


Benar, mau dipaksakan seperti apa juga kalau belum waktunya tertangkap, tentu hanya bisa berusaha semaksimal mungkin.


" Baiklah, sekarang kita alihkan fokus kita kepada Tuan Edward. Bagiamana? "

__ADS_1


Jordan mengangguk setuju. Biarkan urusan mencari Tuan Arnold menjadi urusan Sammy, dan timnya. Sekarang, mereka berdua perlu menghentikan Tuan Edward yang selalu ingin melindas Jordan dengan pengaruh bisnisnya.


" Beberapa hari lagi, dia akan meresmikan hotel yang baru saja rampung. Tapi, sesuai dengan instruksi mu, hotel yang di bangun beberapa bulan lalu juga sudah rampung. Beberapa bagian juga sudah di rubah seusia dengan keinginan mu. Taman hijau, kolam renang, danau buatan yang berada di dekat taman hijau, semuanya sudah dalam tahap finishing. Jadi setelah Tuan Edward meresmikan hotelnya, baru kita akan meresmikan hotel kita. "


Gaby tersenyum. Dia memiliki keyakinan kuat bahwa hotel yang dibangun atas nama Jordan's Group akan bisa merajai para penginapan dalam beberapa waktu ke depan. Semua yang sudah diperbaiki dan di ubah atas titah nya, mulai dari sarana bermain, olah raga, kesehatan, tak lupa juga peralatan dan perlengkapan hotel sudah menggunakan produk terpilih dan terjamin keamanannya. Bahkan di hotel yang di bangun Jordan's Group beberapa bulan lalu itu memiliki pull Roof top yang memanjakan mata siapa saja yang ada disana. Memang tak sebesar dan seluas hotel yang dibangun oleh Tuan Edward, tapi soal ketenaran dan kelengkapan hotel itu bisa dibilang ada di atas hotel yang dibangun oleh Tuan Edward.


" Sayang, bagaimana dengan pagar pembatas yang ada di pull roof top? " Tanya Gaby yang takutnya para pekerja disana kurang hati-hati meskioun sebenarnya itu hanyalah kekhawatirannya saja.


" Semuanya aman. Aku dan Ron sudah mengeceknya sendiri. Kaca yang dipasang sebagai dinding nya juga sangat kokoh. "


" Baguslah, kita hanya bisa mengandalkan banyaknya fasilitas yang terbilang lengkap. Dan semua perlengkapan yang memiliki kualitas terbaik. Besok pagi kita pastikan lagi ya? aku benar-benar tidak ingin ada satu pun yang tidak sesuai dengan seleraku. "


Jordan tersenyum lalu mengangguk. Sejujurnya sungguh dia tidak tega melihat Istrinya begitu menggilai kerja seperti ini. Jika boleh memilih, dia pasti lebih memilih agar istrinya duduk manis dirumah dan menghabiskan waktunya bersama anak-anak mereka. Tapi mau bagaimana lagi? situasi sekarang ini membuat mereka tidak memiliki pilihan selain bekerja keras agar bisa melindungi anak-anak mereka, dan memastikan keamanan anak-anak mereka seterusnya.


" Tida usah. Lebih baik kita kerjakan saja pekerjaan kita, kalau sudah selesai barulah kita pulang agar bisa bertemu anak-anak lebih cepat. "


" Iya. baiklah. "


Jordan dan Gaby kembali mengerjakan pekerjaan Mereka agar bisa lebih cepat selesai dan bisa kembali ke rumah agar bisa bertemu dengan anak-anak mereka.


Tok... Tok....


" Selamat siang menjelang sore, Tuan dan Nyonya. " Sapa Ron lalu berjalan masuk keruangan Jordan dan Gaby.

__ADS_1


" Ron? masuklah. " Ucap Gaby yang juga disambut oleh Jordan.


" Ada apa? " Tanya Jordan yang langsung mengajak Ron untuk duduk di sofa dan di susul oleh Gaby.


" Tuan Edward memiliki rencana, Tuan. "


" Rencana apa? "


" Dari rekaman suara yang Sammy dapatkan, Tuan Edward meminta sejumlah orang untuk menyuap salah satu pekerja agar membuat kebakaran besar di gedung hotel yang akan kita resmikan minggu depan. "


" Kalau begitu, kita serang dia lebih dulu sebelum dia menyerang kita. " Ucap Gaby.


" Caranya? " Tanya Jordan dan Ron.


" Dapatkan orang yang akan menyuap pekerja yang bekerja di gedung kita. Berikan tiga kali lipat uang kepada mereka, dan "


" Dan apa? "


" Suruh mereka membakar hotel yang akan diresmikan oleh Tuan Edward. " Gaby tersenyum miring.


" Sayang, kau yakin itu tidak terlalu beresiko? " Tanya Jordan khawatir. Jika Jordan yang bertindak, maka yang akan dia lakukan adalah mencegah agar itu tidak terjadi di gedung hotel miliknya saja.


" Memang apa yang bisa dia lakukan kalau kita memiliki rekaman suaranya? meskipun dia rugi ratusan miliar, tentu dia hanya akan menahannya sendiri dan memilih untuk bungkam. "

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2