
Setelah Gaby merasa mulai lelah, Jordan akhirnya memutuskan untuk mengajak Istrinya pulang. Dia tahu benar jika saat ini istrinya pasti sangat kelelahan. Tapi mau bagaimana lagi, pekerjaan di kantor juga enggan dia tinggalkan. Baru beberapa langkah mereka berjalan, Maria dengan percaya diri kini tengah berjalan ke arah Jordan dan Gaby. Dia tersenyum dengan begitu berani menatap keduanya dengan tatapan tang tak bisa diartikan baik oleh Gaby. Apalagi melibat caranya berjalan barusan, Gaby dengan cukup jelas mengetahui jika Maria pasti memiliki maksud terencana kepada dirinya.
" Ada apa, Presdir dan Nyonya Presdir? apa pestanya membosankan? kelihatannya, Nyonya tidak menyukai pesta seperti ini ya? " Maria memperbaiki jatuh rambutnya yang panjang tergerai dengan bentukan Curly di ujungnya.
Jordan tadinya ingin menjawab ketus pertanyaan Maria, tapi Gaby menahan Jordan dengan menggengam erat tangan Jordan. Tentu Gaby tidak akan membiarkan Jordan melakukan itu karena tidak ingin jika nama Jordan menjadi buruk hanya karena membelanya. Gaby masih diam tak menjawab pertanyaan aneh yang dilontarkan oleh Maria. Kenapa? karena dia ingin mendengar lebih banyak kata-kata sindiran dari mulut Maria agar bisa menyerangnya dengan tuntas.
" Kenapa diam saja, Nyonya Presdir? " Maria tersenyum seolah mengejek dan ingin menunjukkan bagaimana sikap buruk dari seorang Nyonya Presdir Jordan's Group.
" Memang apa yang harus aku jawab, Nona Maria? " Gaby berucap dengan nada yang sopan meski wajahnya sangat dingin.
" Ah, tidak perlu berpura-pura seerti itu. Biasanya kan anda sangat tidak mau menjawab pertanyaan sederhana dari saya. " Mendengar ini Gaby kembali diam dan enggan menanggapi. Masalah bagaimana orang menilai, tentu saja dia tidak akan perduli tentang itu.
" Oh iya, Nyonya Presdir. Hari ini aku kedatangan tamu yang spesial. Dia adalah teman baruku, aku kenalkan kepada Nyonya Presdir ya? " Setelah mengucapkan kata-kata itu, tanpa mendengar tanggapan dari Gaby, Maria langsung saja memanggil teman yang dia maksud. Tentu saja Gaby dan Jordan menatap ke arah orang yang tengah disambut oleh Maria. Heh! Gaby hanya bisa tersenyum miring dengan maksud mengejek. Ternyata ini rencananya? batin Gaby bergumam.
" Nyonya Presdir, ini adalah teman baruku. Namanya Mona. Anda pasti kenal kan? " Mona dan Maria tersenyum menatap Gaby bersamaan dengan maksud yang sama. Sedangkan para tamu yang lain asik bergosip karena mereka kenal dengan jelas wajah gadis yang beberapa waktu lalu mendapatkan perlakuan buruk dari Gaby. Tapi sayang, ini malah terlihat tidak menarik bagi Gaby. Kenapa? karena di pikir, dia akan disuguhkan dengan rencana licik yang mengagumkan. Tapi ternyata, hanya seperti ini saja? sial! padahal dia sudah excited sekali menunggu tadi.
__ADS_1
" Oh, anda mengenalkan wanita yang beberapa waktu lalu terinjak oleh ku? " Gaby bertanya dengan wajah yang mengejek. Kesal? tentu saja Mona dan Matia kesal. Bukanya merasa malu atau bersalah, bisa-bisanya dia menatap dengan begitu menyebalkan! batin Maria dan Mona.
" Nyonya, tidakkah anda ingin meminta maaf atas apa yang anda lakukan beberapa waktu laku? " Maria bertanya seolah lagi-lagi ingin mengambil simpati orang-orang agar semakin berpikir buruk tentang Gaby.
" Anda sengaja berteman dengan wanita lemah ini hanya ingin mempunyai sekutu untuk menyingkirkan ku? " Gaby menatap lurus wajah Maria dan Mona secara bergantian. Sungguh dia semakin malas meladeni dua wanita yang gila ini. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, dua wanita itu pasti banyak membuang waktu hanya untuk membuat Gaby malu di depan umum. Tapi kalau di diamkan saja, yang ada mereka akan semakin merajalela, setelah itu pasti akan banyak masalah yang disangkut pautkan.
" Jangan asa bicara! aku mengundang Mona, karena ku kasihan terhadap dirinya. Aku hanya ingin dia mendapatkan kara maaf dari anda. Nyonya, anda bukan orang picik yang tidak bisa mengatakan kata maaf dengan tulus kan? " Sindir Maria dengan senyum mengejek yang begitu jelas terlihat.
Cukup! lelah sudah Gaby terlalu lama menyaksikan drama aneh ini. Gaby berjalan sedikit untuk mengambil segelas anggur. Dia kembali ke tempat semula dengan senyum licik ya.g tersemat dibibir manisnya.
Gaby menyiramkan segelas anggur di kepala Mona. Gaby tersenyum puas saat Mona kebingungan menyeka tubuhnya yang juga tersiram anggur meskipun tidak terlalu banyak.
" Nyonya! " Bentak Maria dengan mata yang melotot tajam. Jordan yang merasa tida terima istrinya dibentak juga akhirnya ikut bereaksi.
" Cukup! " Kini giliran Jordan yang menatap Maria kesal. Sungguh dia tidak tahan jika harus diam terus menerus dan melihat istrinya selalu direndahkan dihadapannya.
__ADS_1
" Sayang, tidak apa-apa. Mereka hanya ingin mengambil simpati semua orang. Jangan terpancing. " Jordan akhirnya kembali tenang, sementara Maria dan Mona semakin tidak terima melihat Jordan yang terlihat begitu nurut kepada istrinya.
" Kau tahu kenapa aku menyiram kepalamu? karena aku ingin kau, dan kau, Maria. Cobalah kalian berpikir secara logis dan manusiawi. Kau pikir, aku adalah yang suka mencari gara-gara? apa kau tahu alasan suamiku masih terus mendukung ku? ataukah, kau meragukan suamiku? " Gaby menatap manik mata mereka berdua secara bergantian.
" Dengar, mengenai Mona, seharusnya kau berpikir dengan otak dangkal mu. Dan kau, Maria. Kau adalah putri dari pemegang saham Jordan's Group, tapi kau selalu memusuhi ku. Kau jangan mengira aku bodoh dan tidak tahu tujuan mu dan tujuan Mona. Hanya karena merasa aku tidak pantas untuk Jordan, kalian selalu saja memojokkan ku dengan segala gosip yang sedang berkembang. Dengar baik-baik ucapan ku. Suamiku, dan juga Ron adalah orang yang dikenal dengan kejujuran dan loyalitasnya dalan bisnis ataupun kehidupan sehari-hari. Memang kalau aku bersalah mereka akan diam saja? tidak! dan kau tahu artinya kenapa mereka diam dan tidak melarang ku? pikirkanlah kata-kata ku dengan cermat. Satu hal lagi! jika kalian menginginkan suamiku, maka goda lah dia, tapi jangan lupa, ada ketiga anak kami yang pasti akan membuat kalian mundur secepat mungkin. "
Semua orang kini kembali bergosip. Tentu karena mereka tidak tahu jika Jordan dan Gaby sudah memiliki tiga anak. Yang beredar kabar hanyalah kembalinya Presdir Jordan's Group yang kini sudah memiliki istri. Mereka kembali bertanya-tanya, lalu kapan pernikahan mereka digelar?
" Maria, berhentilah memojokkan istri ku. Apa yamg kau lakukan selama ini benar-benar membuat ku jijik. Dan kau, Mona. Kau memang lebih muda dari istriku, tapi sungguh aku sama sekali tidak tergoda oleh mu. Berhentilah merendahkan diri kalian sendiri. Karena Istriku, jauh lebih dari pada yang kalian bayangkan. " Jordan dan Gaby tersenyum lalu saling menggenggam jemari dan meninggalkan pesta yang memuakkan itu.
" Lagi-lagi! kenapa sih mereka harus begitu romantis dan mesra?! " Norita menghentakkan kaki beberapa kali karena kesal.
" Sudah kubilang kan, kalau kau iri, aku akan membantumu melakukan semua hal yamg kau iri kan itu. " Ucap Ron yang langsung ditanggapi lirikan sinis dari Norita.
Bersambung
__ADS_1