Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Saling melindungi


__ADS_3

Satu minggu sudah Gaby dan Jordan bekerja bersama. Mereka begitu serius saat bekerja hingga Jordan merasa sebal sendiri. Bagiamana tidak? mereka berada di satu ruangan, tapi Gaby sama sekali tidak membiarkannya datang ke meja istrinya sendiri. Menyapa juga jarang mendapatkan respon. Kalau sudah dirumah, barulah seorang Gaby akan menjadi begitu manis dan pengertian. Tapi bagaimana Jordan seperti Gaby saat di kantor kalau melihat istrinya satu detik saja rasanya ingin selalu mengukung nya.


" Tuan, Nyonya. Saya mendapatkan perintah dari Tuan Ron, rapat akan di mulai lima belas menit lagi. " Jordan dan Gaby mengngguk bersamaan.


Rapat berlangsung.


" Tender ini adalah tender besar. Beberapa informasi mengenai tender ini sudah saya kumpulkan. Saya rasa, tender ini akan menguntungkan perusahaan lebih banyak dari pada tender sebelumnya. " Ucap salah pria paruh baya yang menjabat sebagai general manager di Jordan's Group.


" Oh benarkah? " Gaby menyahut lalu menatap pria itu dengan tatapan dingin. Sungguh, pria paruh baya itu merasa begitu tertekan hanya karena secuil kata yang keluar dari mulut Gaby. Tapi meskipun begitu, dia masih harus meyakinkan Gaby karena Gany terlihat lebih sulit diyakinkan dari pada Jordan.


" I iya, Nyonya. Informasi tentang tender ini sudah ada di meja di tiap tempat duduk. Saya juga menawarkan harga lebih tinggi lima persen dari perusahaan lain agar membuat tender ini jatuh ke tangan kita. Coba anda perhatikan beberapa daftar keuntungan yang tertera di sana. Semuanya begitu teliti dan meyakinkan. Saya jamin, tender ini akan menghasilkan puluhan juta dolar setiap bulannya. "


Jordan dan Ron diam tak menjawab karena sepertinya Gaby lebih ingin nenekan pria aruh baya itu.


" Menjanjikan? apa yang menjanjikan? ini adalah nominal di atas kertas yang tidak berguna. Dari awal anda menjelaskan saja, anda dengan jelas memberi tahu saya, bahwa anda sendiri tidak yakin dengan apa yang anda katakan. " Gaby kembali menatap tajam pria paruh baya itu yang mulai terlihat pucat.


" Sa saya yakin akan seperti yang saya ucapkan, Nyonya. " Pria itu menatap agak ke bawah karena entah mengapa merasa tidak berani menatap manik mata Gaby yang terlihat seperti memiliki penerawangan.


Gaby menyunggingkan senyum dinginnya.


" Pertama, anda mengatakan kalau anda sudah mengumpulkan beberapa informasi. Tahu kah anda? tender sebesar ini seharunya anda mengumpulkan semua informasi secara lengkap. Kedua, anda mengatakan saya rasa? kenapa tidak mengatakan, saya yakin? Tuan, saya tidak suka orang bodoh yang sok pintar. Dan saya juga paling benci orang yang membodohi orang lain demi keuntungan pribadi. "


Pria paruh baya itu semakin menunduk karena tatapan Gaby yang begitu menekannya. Tubuhnya kini juga mulai gemetaran.


" Nominal sebesar ini, dan anda menyebutkan sebagai keuntungan? apa anda tidak punya otak? apa anda pikir sedang bermain dengan anak TK? bagaimana seorang General Manager tidak mencurigai data kacau separah ini? keuntungan fiktif setelah mengeluarkan dana besar? apa anda pikir kami semua idiot? "


Jordan dan Ron tersenyum tipis melihat pesona seorang Gaby yang luar biasa.

__ADS_1


" Tidak perlu di lanjutkan lagi. Pergilah pulang ke rumah dan bermain dengan cucu kesayangan mu. " Gaby meninggalkan ruang rapat di ikuti oleh Jordan dan Ron.


" Sayang, cara membaca mu luar biasa sekali. " Ucap Jordan lalu tersenyum lalu merangkul istrinya.


" Tidak payah untuk melihatnya. Saat pertama kali aku melihatnya, ada yang tidak beres dengannya. Aku sudah membaca beberapa tokoh penting di perusaan mu. Sepertinya dia adalah orang yang cerdas dan bertanggung jawab. Tapi ada sesuatu yang menekannya untuk menipu kita. "


" Aku tahu siapa pelakunya. " Ujar Jordan.


" Aku juga memiliki dugaan. Tapi, biarkan dia datang dan memohon kepada kita. Setelah itu, bantu dia. "


Jordan menghentikan langkah kakinya begitu juga dengan Gaby yang tertahan karena tangan Jordan yang merangkulnya. Sementara Ron, pria yang sedari tadi berada di belakang mereka juga ikut berhenti tanpa mengeluarkan suara.


" Bantu dia? sayang, kau tahu apa yang kau katakan? "


Gaby tersenyum lalu mencubit hidung Jordan.


" Tidak. Aku hanya bingung, kenapa kita harus membantu penghianat. "


" Kita lanjutkan pembicaraan ini di dalam. " Ucap Gaby.


" Bagaimana dengan ku? " Tanya Ron. Tentu dia bingung sendiri.


" Kau juga boleh ikut kok. " Gany menoleh lalu tersenyum. Tapi tidak dengan Jordan. Padahal dia pikir bisa talk and touch. Sepertinya itu semua hanya akan menjadi mimpi selama ada di dalam perusahaan.


Setelah berada di dalam ruangan kerja.


" Jelaskan apa maksud mu harus membantu General Manager? " Tanya Jordan.

__ADS_1


" Sepertinya, cucunya dalam genggaman seseorang. "


Jordan dan Ron saling menatap.


" Sepertinya yang anda katakan benar, Nyonya. Saya mata General Manager seperti ingin menangis saat anda mengungkit soal cucunya. " Ujar Ron lalu dengan cepat menyalakan layar Tab nya untuk menghubungi Sammy.


" Dari mana kau tahu dia punya cucu? aku saja tidak tahu. Apa kau sangat perduli dengan orang lain? " Ucap Jordan bingung.


" Penting bagi kita memegang titik lemah lawan maupun kawan. Aku, sudah menghafal satu demi satu kelemahan para petinggi dan juga pegawai penting perusahaan ini. General Manager tadi hanya punya satu cucu karena anak tunggalnya meninggal akibat penyakit jantung satu tahun lalu. Dan kau bisa bayangkan betapa berharganya cucu nya itu kan? "


Jordan tersenyum lalu memeluk istrinya.


" Sayang, aku bangga sekali loh. Ngomong-ngomong, kelemahan ku apa? "


Gaby menoleh ke arah Jordan.


" Kelemahan mu adalah hati mu. "


Maksud ku, kelemahan mu adalah hatimu yang begitu besar memiliki rasa cinta terhadap ku dan anak-anak kita. Begitu juga dengan ku. Kau, dan anak-anak kita adalah harta dan juga kelemahan ku. Maka aku akan berusaha menjaga kalian meski aku akan terluka dan mati terlebih dulu.


Jordan terdiam mendengar jawaban dari Gaby. Sungguh dia paham apa yang sedang di pikirkan oleh istrinya itu. Tapi sebagai seorang suami, dia tidak akan mengalah seperti sekarang. Iya, Jordan sudah mengetahui penghianatan dari beberapa pekerja penting di perusahannya. Tapi demi membangun kepercayaan para petinggi, penting sekali untuk membuktikan bahwa Gaby adalah sosok yang tangguh dan bisa di andalkan. Pertarungan ini adalah pertarungan besar antara Guan Arnold dan Ayah kandungnya sendiri. Tentu saja dia tidak akan membiarkan Gaby berkorban sendirian untuk melindungi orang-orang yang dia cintai.


Sayang, aku akan selangkah di depan mu tanpa suara. Jadi, majulah sejauh kau bisa. Aku akan melindungi mu dari semua serangan. Aku harap, sampai akhir aku menutup mata, aku sudah merasa puas hidup bahagia bersama mu dan anak-anak kita.


Ron yang sedari tadi berpura-pura tidak melihat, dia juga ikut terenyuh haru melihat bagaimana kedua orang penting di hidupnya itu berekspresi. Tatapan penuh cinta dan selalu ingin melindungi dan suka rela berkorban. Ya Tuhan dia iri sekali.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2