
Satu mingu terlewati. Sungguh semua menjadi mudah saat Sammy berada di sana. Pria itu juga tanpa sepengetahuan Jordan dan Gaby membeli beberapa luas tanah di sana untuk memperbesar rumah Jordan dan Gaby. Bukan tanpa alasan, Sammy sebenarnya sengaja di kirim oleh Ron dan juga Ibu nya Jordan untuk mengurus segala ha yang diperlukan Jordan dan Keluarga kecilnya. Apalagi saat Ron mengetahui kalau Tuan Arnold tengah merencanakan sesuatu terhadap Ele, dia bergegas mengutus Sammy dan beberapa orang kepercayaan untuk menjaga mereka. Sungguh sulit di percaya memanag. Setelah menikahkan Selena dengan Ayahnya Jordan, dia memanfaat kan sumber daya dari Ayah nya Jordan untuk mencari keberadaan Gaby. Dan tujuan utamanya adalah mengambil Ele lalu dengan itu, dia akan dengan mudah menjadikan Gaby boneka hidupnya lagi.
Jordan baru tahu tadi pagi kalau Sammy sudah berhasil membeli tanah di samping rumahnya. Entah harus bagaimana Jordan berterimakasih, tapi setidaknya dia akan memperlakukan Sammy dengan baik. Selain di adalah saudara sepupunya, Sammy juga salah satu orang yang paling tidak perlu diragukan lagi kesetiannya. Dia dan Ron adalah dua orang yang bekerja tanpa suara tapi menunjukkan pembuktian dan kesetiaan yang luar biasa.
" Jadi Tuan, mulai besok kita akan membangun beberapa ruangan di samping. Dan jangan lupa, kamar untuk ku juga ya? dan ruangan untuk mereka. " Tunjuk Sammy kepada tiga pria tinggi besar yang dikirim oleh Ron.
Jordan tersenyum lalu mengangguk. Jordan menepuk bahu Sammy karena merasa sangat berhutang banyak dengan pria itu.
" Lagi-lagi aku hanya bisa mengatakan terimakasih. "
Sammy tersenyum lalu menggeleng beberapa kali.
" Tuan, ini adalah tugas ku. Dulu anda juga sering membantu kami tapi tidak mau menerima ucapan terimakasih. Lagi pula, Tuan kan akan mendekatkan aku dengan Rose. Jadi anggap saja itu upah ku karena aku akan bekerja di sini mulai sekarang. "
Jordan terkekeh. Ini benar-benar pertama kali melihat Sammy begitu antusias dengan seorang wanita. Doa bahkan tidak malu-malu lagi megungkapkan rasa ketertarikannya.
" Tapi ingat satu hal, Sammy. Rose pernah mengalami luka yang cukup menyakitkan di masa lalu. Pasti tidak akan mudah meluluhkan hatinya. " Ucap Jordan.
" Aku tahu. Aku memang terlihat tidak serius dan seperti hanya penasaran saja. Tapi aku yakin dengan perasaan ku. Jadi, mohon semangati dan bantu aku agar bisa lebih dekat dengan Rose. "
" Kalau begitu, yang harus kau dekati duku adalah, Leon dan Deon. " Sela Gany sembari membawa sepiring kue dan juga teh untuk Jordan dan Sammy.
" Eh, Nona Gaby. " Sammy menggaruk tengkuknya karena merasa malu sendiri.
" Apa yang dikatakan Gaby benar. Kau harus memulainya dengan Leon dan Deon. Barulah kau bisa mendekati Rose. "
__ADS_1
" Tapi jangan hanya mencintai Rise saja. Kau juga harus mencintai Leon dan Deon. " Timpal Gaby.
Sammy tersenyum lalu mengangguk tanda mengerti.
Setelah mengantarkan makanan dan teh untuk Sammy dan Jordan, Gaby juga memberikan makanan dan juga teh kepada tiga pria yang berjaga di sana. Barulah dia kembali ke dalam dan menuju ke kamar mandi.
Gaby yamg sudah menyiapkan hasil uji kehamilan di kamar mandi sungguh tidak sabar untuk mengetahui hasilnya. Memang baru terlambat empat hari, tapi dia sudah tidak sabar untuk tahu hasilnya. Setelah mencelupkan hasil penguji kehamilan ke dalam air seni, Gaby menutup matanya karena begitu gugup. Cukup lama dia menutup matanya hingga perlahan-lahan dia membuka matanya sembari berdoa. Sungguh kalau gagal dia akan sangat kecewa. Padahal setelah hari pertama melakukannya dengan Jordan, di hari selanjutnya mereka hampir setiap hari melakukanya.
Gaby menatap hasil uji kehamilan dengan pandangan yang datar. Beberapa detik setelah itu dia mulai mengerjapkan mata beberapa kali untuk memastikan apa hasil yang sebenarnya.
" Jordan! " Panggil Gaby dari dalam kamar mandi.
Jordan yang baru saja menyeruput teh itu akhirnya tersembur keluar. Dia dengan cepat bangkit lalu berjalan menuju kamar mandi. Sungguh dia takut terjadi sesuatu kepada Gaby atau pun Ele. Di dalam pikirannya dia mengira Gaby sedang memandikan Ele lalu terpleset dan jatuh.
" Ge? " Jordan langsung saja masuk ke dalam kamar mandi. Dia mengeryit bingung karena Gaby hanya duduk diam di atas chloset dengan pandangan yang datar.
" Jo Jordan? " Panggil Gaby yang terlihat linglung.
" Ada apa? katakan padaku. Apa hang membuat mu seperti ini? "
Gaby mengangkat tangan kanan nya yamg menggenggam sesuatu. Jordan yang masih saja terlihat bingung mencoba membuka kepalan itu.
" Ini? " Jordan melihat hasil uji kehamilan lalu menatap ke arah Gaby.
" Ini serius? " Tanya Jordan bingung.
__ADS_1
Gaby mulai menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia menangis karena mengetahui jika bukan matanya yang salah.
Jordan memeluk Gaby erat. Sungguh Tuhan begitu baik pada mereka kali ini. Gaby benar-benar hamil dengan cepat.
" Ele akan segera sembuh. Kita bisa menyembuhkan dia. " Jordan ikut menangis bahagia di balik punggung Gaby. Sungguh ini benar-benar kebahagiaan yang luar biasa. Setelah saran dari Dokter Stella, ternyata Gaby dengan cepat bisa hamil.
" Ge, apa kita ke rumah sakit saja sekarang untuk memeriksa agar lebih pasti? " Tanya Jordan yang masih ingin memastikan bahwa kehamilan Gaby adalah benar. Bagai manapun, dia tidak bisa terlalu dini untuk berbahagia. Karena kelahiran bayi ini akan membawa kesembuhan juga untuk Ele nantinya.
" Ini terlalu cepat, Jordan. Kita tunggu saja seminggu lagi. Setelah aku memastikan ulang dengan alat penguji kehamilan, barulah kita pergi ke rumah sakit untuk lebih akuratnya. "
Jordan tersenyum lalu mengangguk. Dia menangkup wajah Gaby lalu menyeka air matanya menggunakan kedua jempolnya.
" Semua akan baik-baik saja. Kau juga tidak boleh kelelahan mulai hari ini. Hanya cukup bantu aku memasak karena Ele lebih menyukai makanan yang kita masak bersama. "
Gaby juga menangkup wajah Jordan lalu menyeka air matanya yang tertinggal di sana.
" Terimakasih, terimakasih karena datang di saat kami membutuhkan mu. Dan maaf, maaf karena aku begitu keras dengan mu waktu itu. "
Jordan menggeleng kan kepalanya karena merasa tidak pantas menerina kata terimakasih dan maaf dari wanita yang dulu ia sakiti hingga hampir gila.
" Ge, tolong jangan sekalipun mengatakan kata terimakasih dan maaf padaku. Aku berhutang banyak dua kata itu padamu dan juga putri kita. "
Gaby tersenyum karena tidak ingin lagi mempermasalahkan hal ini.
" Mari kita hidup bersama untuk anak-anak kita. "
__ADS_1
Jordan mengangguk lalu kembali memeluk Gaby.
Bersambung...