
Setelah pertemuan dengan Shisil, Gaby menuntaskan masalah masa lalu yang seharusnya tidak akan mengganggu lagi di masa lalu dengan cara mengirimnya kembali kepada suami Shisil dan memintanya untuk menjaga wanita itu. Kalau tidak, Gaby sendirilah yang akan turun tangan untuk memberikan pelajaran kepada semua anggota keluarga yang tidak bisa menjaga nya dengan baik.
Sekarang adalah waktunya untuk fokus kepada Tuan Edward dan Tuan Arnold yang kembali untuk menyusun rencana. Tentu saja tujuannya adalah untuk memisahkan mereka, membuat Gaby melawan Jordan dan memastikan kemenangan akan menjadi milik mereka. Tapi, dilihat dari situasinya, memisahkan Jordan dan Gaby sepertinya tidak mungkin. Tapi jika salah satu anak mereka berhasil di tahan oleh Tuan Arnold dan tuan Edward, tentu saja Gaby dan Jordan akan melakukan segalanya demi anak mereka. Tapi, masalah terbesarnya adalah anak-anak Jordan dan Gaby dijaga dengan sangat ketat. Pembantu yang tempo hari dia jadikan sebagai mata-mata juga menghilang entah kemana. Sudah dua puluh enam orang utusannya yang menghilang tidak ada kabar. entah itu di bunuh atau kemana juga mereka tidak bisa mendapatkan petunjuk apapun.
" Semua rencana kita sepertinya gagal dengan rencana Tuan. " Ucap Tuan Arnold kepada Tuan Edward yang tengah menyenderkan tubuhnya di senderan tempat duduk. Wine dan rokok adalah teman hidupnya saat malam, apalagi beberapa hari terakhir dia cukup stres menghadapi Jordan dan Gaby yang semakin sulit untuk dihadapi.
" Aku juga tahu mereka sudah mengetahui rencana ini dari awal. Tapi yang tidak aku duga adalah kerugian yang harus ku tanggung lumayan besar. Tanah Yang ku prediksi akan menghasilkan banyak uang juga tidak bisa lagi kita rebut dari mereka. Sekarang, kita hanya bisa berusaha memisahkan mereka dan membuat Gaby berada di pihak kita. Sayang, itu juga sulit untuk kita lakukan. " Tuan Edward mematikan rokoknya lalu menegakkan tubuhnya. Dia kembali mengingat saat pertama kali melihat Gaby dalam sebuah acara peresmian perusahaan. Dari pertama kali melihat, Tuan Edward sudah bisa memprediksikan bahwa Gaby adalah wanita yang cerdas dan penuh perhitungan. Sangat disayangkan karena dia malah jatuh cinta dengan Jordan.
" Tuan, lusa adalah hari pernikahan salah satu rekan bisnis kita. Aku dengar, mereka juga mengundang Jordan dan Gaby. Bagaimana kalau kita ambil kesempatan dari pesta pernikahan ini? " Tanya Tuan Arnold dengan seringai liciknya.
" Apa yang ingin kau lakukan? " Tanya Tuan Edward.
" Membuat Jordan tidur dengan wanita lain. Atau membuat Gaby tidur dengan pria lain."
Tuan Edward tersenyum.
__ADS_1
" Baiklah, bagaimana caranya? "
" Kita bayar salah satu pelayan untuk mengantarkan minuman kepada mereka begitu mereka sampai. Dua gelas, tapi salah satu dari gelas itu akan diberikan obat perangsang. Entah Jordan atau Gaby yang akan meminumnya, yang jelas salah satu dari mereka akan masuk ke perangkap kita. "
" Kalau Gaby yang meminumnya, biarkan aku yang melakukanya. " Tuan Edaward tersenyum membayangkan jika saja hal itu sungguh terjadi.
***
" Tuan Arnold sedang berada di ruangan Tuan Edward. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, karena ruang kerja Tuan Edward tidak bisa di jangkau oleh mata-mata kita. " Ucap Ron yang mendapatkan informasi dari Sammy beberapa saat lalu.
" Tujuan mereka masih sama. Membuat aku dan Jordan berlawanan, dengan menggunakan anak-anak ku. Aku tidak tahu akan seberapa besar dampaknya jika kita terus melawan, hanya saja. Tetap saja jaga anak-anak dengan baik dan perketat setiap harinya. Sementara aku, aku tidak akan terluka karena aku lah yang mereka butuhkan dalam keadaan hidup. " Ucap Gaby. Sebenarnya dia tahu benar resikonya melawan Tuan Arnold, tapi dia tidak tahu akan menjadi separah apa saat Tuan Edward juga melawan nya dan bergabung dengan Tuan Arnold.
" Masalah anak-anak Nyonya dan Tuan, kami tidak akan lalai sedikitpun. Kami berjanji, keselamatan anak-anak Tuan dan Nyonya akan menjadi prioritas utama kami. " Timpal Ron meyakinkan agar Gaby tidak lagi terlihat begitu khawatir lagi.
" Iya. Karena jika anak-anak ku sampai celaka, aku tidak akan memiliki alasan untuk tidak melakukan segala cara demi mereka. " Jordan meraih tangan Gaby dan menggenggamnya erat. Bukan hanya Gaby, tapi juga dia akan melakukan hal yang sama untuk anak-anak mereka. Jadi, anak-anak harus dalan keadaan baik-baik saja agar mereka tidak perlu saling menyerang.
__ADS_1
" Sepertinya, kita harus melumpuhkan Tuan Arnold terlebih dulu. Karena kalau tidak, mereka tidak akan berhenti dan anak-anak anda akan terus berada di dalam bahaya. " Ucap Ron yang tentu saja di angguki setuju oleh Jordan dan Gaby.
" Kita gunakan saja rencana penipuan mereka tempo hari. Setidaknya Tuan Arnold tidak akan bisa mengelak nya kan? baru setelah itu, kita gali lebih banyak lagi kasus kriminal yang sudah dilakukan oleh Tuan Arnold agar dia lebih lama berada di dalam penjara, kalau bisa membuat dia selamanya disana. " Jordan dan Gaby juga setuju dengan rencana Ron barusan. Dari pada harus menunggu waktu untuk menjerat Tuan Arnold dan Tuan Edward secara bersamaan, tidak ada salahnya kalau satu dulu agar resiko bahaya untuk anak-anaknya juga berkurang.
" Aku sangat setuju dengan rencana mu tadi, Ron. Tapi sepertinya kita membutuhkan waktu lagi untuk mengumpulkan bukti. Tuan Edward pasti sudah melindungi Tuan Arnold kan? karena tidak mungkin juga dia bertindak tanpa mengetahui resiko dan menyiapkan segala hal untuk melindungi diri dari hukuman negara. " Ujar Gaby.
" Tidak masalah, Nyonya. Dari awal pergerakan Tuan Arnold, kami sudah menyimpan semua bukti-buktinya. Kita hanya tinggal menunggu waktu kapan akan melaporkan dia ke polisi. "
" Baiklah, kita tunggu satu hari lagi dan lihat dulu apakah rencana mereka akan berjalan dalam waktu singkat, atau masih membutuhkan waktu lama. Kalau tidak ada pergerakkan serius, baru kita masukkan Tuan Arnold ke penjara. " Ucap Jordan.
Gaby yang bingung kenapa masih harus menunggu tentu saja merasa keberatan.
" Kenapa perlu menunggu lagi? "
" Karena kalau kita tidak mendapatkan informasi penting apapun dalam beberapa hari lagi, kita benar-benar akan ketinggalan informasi. Takutnya kita akan kecolongan dan masuk ke dalam perangkap nya. " Gaby kini hanya bisa menghela nafas dan mengikuti saja saran dari Jordan.
__ADS_1
Bersambung