Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Baby, you back?


__ADS_3

Sebuah gedung hotel telah di dekorasi dengan begitu indah bak istana di negeri dongeng. Para reporter juga sudah siaga untuk meliput pernikahan mewah itu. Para tamu undangan dari kalangan atas juga mulai memenuhi ruangan. Selena sudah siap dengan gaun pengantinnya, sementara Jordan, pria itu tengah berpakaian rapih layaknya orang yang akan menikah. Tentu saja Gaby melihat itu semua. Jordan memang tidak pergi bersiap di hotel, tapi dia bersiap dari rumahnya.


Jordan, betapa bajingan nya kau saat ini.


Gaby mengepalkan kedua jemarinya karena melihat senyum bahagia terbit di bibir indah Jordan. Mungkin adanya dia memang tidak memiliki arti, tapi sebagai seorang istri, hatinya bertambah hancur remuk bagaikan debu. Niatnya untuk meninggalkan Jordan juga semakin tak terbendung lagi.


" Ge, tunggu aku. Aku tidak akan lama. " Jordan mengusap kepala Gaby sebelum pergi meninggalkan kamar mereka.


Brengsek! siapa kau meminta ku menunggu mu menikahi wanita lain?


Jordan berjalan menuju parkiran dan langsung mengemudikan mobil ke hotel yang sudah pasti ramai karena pernikahannya dan Selena.


Gaby memandangi wajahnya dari pantulan cermin meja riasnya. Dia menatap lekat dirinya sendiri yang begitu menjijikkan dengan wajah dukanya itu. Apalagi air mata yang tidak berhenti menetes membuatnya semakin membenci dirinya sendiri.


" Bodoh! kenapa kau menangisi nya? apa kau pikir dia pantas?! kenapa masih saja mencintai bajingan itu?! apa kau lupa? dia sudah membunuh anak mu! dia sudah menghancurkan ketangguhan seorang Gaby. Dia melukai mu pagi, siang, malam tanpa mengenal ampun. Kenapa kau begitu bodoh! apa kau terlena dengan kata-kata cinta dan perlakuan manisnya akhir-akhir ini? " Gaby menggeleng dengan senyum remeh nya.


" Pergilah sejauh mungkin, Ge. Kau adalah wanita yang tangguh. Kau bahkan gagal mati berkali-kali. Pergilah sejauh kaki mu ingin melangkah. " Ucap Gaby kepada dirinya sendiri.


Belum satu menit mulutnya berhenti bicara, suara ketukan pintu terdengar meski suaranya tak sekeras saat pelayan mengetuk pintu kamarnya. Gany berjala mendekati pintu dan langsung membukanya. Gany mengeryit melihat orang yang berdiri di ambang pintu kamarnya.


" Kau? "


" Aku Rendy. Maaf mengganggu mu. Tapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menemui mu. "


" Kenapa kau bisa disini? dari mana kau tahu aku ada disini? " Tanya Gaby.


Rendy terdiam sesaat sembari menatap lekat wajah Gaby. Rasanya ingin sekali dia berbohong karena sampai sekarang dia juga tidak bisa menerima keadaannya.


" Karena aku adik iparnya Jordan. "


Gaby terdiam. Bukanya kaget atau apapun itulah. Karena dia sudah banyak mengalami peristiwa yang bahkan lebih mengagetkan dari pada hari ini. Dia hanya sedang berpikir, kira-kira masalah apa lagi yang akan dia dapatkan saat Jordan dan keluarganya mengetahui jika Rendy menemuinya secara diam-diam.

__ADS_1


" Apa yang membuat mu datang kesini? "


Rendy menarik nafasnya dalam-dalam.


" Karena aku mengkhawatirkan mu. "


Gaby terus mencerna maksud dari ucapan Rendy yang malah membuatnya bingung dan semakin tidak mengerti. Khawatir? apa arti rasa khawatir yang Rendy miliki? Gaby kembali menatap Rendy tanpa ekspresi.


" Tahukah kau? apa yang akan Jordan lakukan jika dia mengetahui tentang ini? "


Rendy mengangguk seolah paham apa resikonya dari tindakannya hari ini.


" Tapi aku tahu kau tidak bahagia ada disini. "


" Lalu? apa urusannya dengan mu? apa kau bisa membuatku bebas? apa kau bisa? tidak kan? jadi berhentilah memperdulikan ku. " Gaby memundurkan langkah sembari meraih pintu hendak menutupnya kembali.


" Aku bisa! " Rendy menahan pintu itu lalu menatap Gaby penuh keyakinan.


" Aku bisa membantu mu. "


" Berhentilah memberikan janji. Aku paling benci dengan orang yang memberikan janji tapi tidak tahu bagaimana caranya menepati. "


" Kau bisa mempercayai ku. Berkemas lah secepat mungkin, akan ku tunggu di depan kamar mu. "


" Kau gila?! apa yang akan keluarga mu pikirkan tentang kita nanti?! apa kau tidak lihat? rumah Jordan dikepung CCTV. "


Rendy tersenyum menatap Gaby.


" Aku tahu, aku juga sudah memikirkan dengan matang untuk menemui mu. Itu berarti, aku sudah bersiap dengan baik. Jangan pikirkan CCTV. Cepatlah berkemas karena aku harus kembali ke acara pernikahan Jordan. "


Gaby mengangguk cepat karena tak mau membuang waktu. Dia menutup pintu kamarnya dan mulai mengemas beberapa pakaiannya. Saat membuka laci khusus untuk pakaian dalamnya, Gaby mengeryit karena melihat pembalut yang seharusnya sudah ia gunakan. Dia menghentikan kegiatannya sesaat lalu mencari sisa alat penguji kehamilan yang pernah ia beli di kehamilan pertamanya. Setelah menemukan alat penguji kehamilan yang dengan panik ia cari, Gaby buru-buru ke kamar mandi untuk menggunakannya.

__ADS_1


Gaby terdiam dengan tatapan nanar ke arah alat penguji kehamilan yang tadi ia gunakan. Tapi lama kelamaan dia mulai tersenyum karena ternyata hasilnya positif. Gaby menunduk melihat ke arah perutnya, tangannya yang tadi memegang alat penguji kehamilan kini berpindah ke perut ratanya.


" Baby, you back? " Gaby menangis bahagia sembari memeluk perutnya.


" Thank you so much, sayang. " Gaby menghapus air matanya karena mendengar suara ketukan pintu yang sudah pasti kalau itu Rendy. Dia kembali mengingat bahwa Jordan bilang tidak akan lama dan menyuruhnya menunggu. Gaby yang panik buru-buru bangkit dari posisinya hingga tidak menyadari jika alat penguji kehamilan jatuh di lantai kamar mandi.


Gaby meraih tas yang sudah ia isi beberapa bajunya tadi. Tidak mau memikirkan apapun lagi, Gaby langsung beranjak meninggalkan kamar yang ia tinggali beberapa waktu yang lalu bersama Jordan.


Selamat tinggal, Jordan. Semoga kau dan Selena bahagia. Aku juga akan bahagia bersama anakku. Meski aku benci mengakuinya, tapi aku mencintai mu. Jaga dirimu baik-baik.


Gaby menutup pintu kamarnya dengan hati yang terasa berdenyut seolah tak rela.


" Kau sudah siap? " Gaby mengangguk.


Gaby dan Rendy langsung berjalan menuju parkiran mobil yang berada di luar gerbang. Gaby sebenarnya kebingungan kemana semua penjaga yang biasanya berlalu lalang. Tapi dia enyah kan pertanyaan itu dan fokus kepada tujuan awalnya.


" Silahkan. " Ucap Rendy setelah membukakan pintu mobil untuk Gaby.


Rendy dengan cepat berjalan ke kursi kemudi dan langsung mengemudikan mobilnya menjauhi rumah Jordan.


" Kemana tujuan mu? " Tanya Rendy.


" Tidak tahu. Tapi yang paling penting Jordan tidak boleh menemukan ku. "


Rendy terdiam seolah tengah berpikir.


" Kau mau pergi ke rumah teman sekolah ku diluar negeri? "


" Apa aman? "


" Aku yakin, pasti Jordan tidak akan menemukan mu. " Rendy memang masih belum bisa mendesak Gaby untuk menceritakan apa yang terjadi di antara Gaby dan Jordan. Tapi yang lebih penting adalah Gaby yang harus dilarikan untuk menjauh dari Jordan sekarang ini.

__ADS_1


" Maaf merepotkan mu. Tapi aku berharap aku akan bisa membalas kebaikan mu. " Rendy tersenyum.


Bersambung..


__ADS_2