
Jordan dan Sammy memutuskan untuk berbincang di luar rumah. Bukan tanpa alasan, saat ini perabotan rumah yang di beli Jordan sudah sampai di rumahnya. Mau tidak mau harus diluar karena tempatnya begitu penuh dan sesak.
" Anda baik-baik saja Tuan? " Tanya Sammy yang terlihat khawatir karena kabar yang dia dengar dari Ron. Ditambah lagi, tempat tinggal Jordan dan keluarganya nampak sangat sempit dan tidak nyaman.
" Sam, berhentilah terus menerus memanggil ku Tuan. Kau adalah sepupuku. Kenapa kau seperti menjaga jarak dengan ku. " Jordan menepuk pundak Sammy beberapa kali. Iya, Sammy adalah saudara dari Ibunya. Lebih tepatnya, dia adalah keponakan Ibunya. Tapi karena status sosial, dia seperti menjaga jarak dan enggan untuk bertingkah sok akrab seperti saudara Jordan yang lainya. Bagi dirinya sudah cukup bekerja dengan baik dan setia kepada Jordan yang sudah menolong keluarganya dari jurang kemiskinan.
" Itu, maaf Tuan. Tapi apa anda baik-baik saja tinggal disini? "
Jordan tersenyum. Rumah kecil ini adalah rumah yang selama ini melindungi anak dan istrinya dari hujan dan panas. Bahkan juga saat musim dingin tiba. Bagiamana bisa dia tidak baik-baik saja saat anak dan istrinya mampu bertahan selama bertahun-tahun disana.
" Aku sungguh baik-baik saja. Aku hidup dengan bahagia di tempat kecil ini. Kau tahu, aku bisa merasakan bagaimana rasanya berbagi tempat tidur, memasak bersama untuk anak kami, berjalan-jalan bersama. Tertawa bersama juga menangis bersama. Semuanya sangat berkesan bagiku. "
Sammy tersenyum meski dia tidak terlihat bahagia. Iya, dia bisa melihat apa yang di katakan Jordan adalah benar. Tapi dia juga bisa melihat kesedihan di mata Jordan.
" Tuan, apa tidak lebih baik kalau anda sekeluarga pindah ke tempat yang lebih nyaman? kalau anda mengizinkan, biarkan saya menyiapkan apartemen atau rumah untuk anda dan keluarga anda. "
Jordan menggeleng sembari tersenyum.
" Putriku sangat menyukai tempat ini. Aku tidak bisa pindah begitu saja. Sekarang ini, putriku membutuhkan banyak sekali dukungan. Membuat hatinya bahagia adalah yang paling utama. Aku tidak ingin melihat putriku bersedih. Lagi pula, aku juga merasa nyaman dengan tempat ini. "
Sammy tertunduk setelah mengangguk setuju.
" Apa yang membuat mu datang kemari? " Tanya Jordan.
Sammy menatap Jordan lalu tersenyum.
" Ibu anda terus menanyakan kabar anda, Tuan. Semenjak anda disini, anda tidak pernah menghubungi beliau. "
Jordan tersenyum kelu. Sungguh dia juga sangat mengkhawatirkan Ibunya dan juga merindukannya. Tapi kalau dia menghubungi Ibunya, dia pasti tidak akan tahan dan menangis. Tentu saja nanti akan membuat Ibunya khawatir kan?
__ADS_1
" Aku sudah meminta Ron untuk terus mengatakan pada Ibuku kalau aku baik-baik saja. Aku juga selalu mendapat kabar tentang Ibu ku dari Ron. Aku rasa itu sudah cukup. "
Sammy menghela nafas nya.
" Bibi adalah seorang Ibu. Dia amat menyayangi anak-anaknya. Meskipun sudah sering mendapat kabar tentang anda, tentu saja dia ingin memastikannya sendiri. "
" Hanya karena itu? lalu bagaimana dengan Diana? "
Sammy tersenyum lalu kembali memposisikan dirinya menghadap lurus.
" Hubungannya dan Tuan Rendy sudah membaik. Tuan Rendy juga sudah tidak segan lagi memperlakukan Nona Diana dengan lembut. Beberapa minggu yang lalu, Nona Diana sempat mengajukan permohonan cerai. Tapi sepertinya pihak Tuan Rendy keberatan, dan akhirnya seperti sekarang ini. Suasana di sana sudah berbanding terbalik. Nona Diana yang bersikap acuh dan dingin kepada Tuan Rendy, dan Tuan Rendy yang terlihat antusias meluluhkan hati Nona Diana. "
Jordan menghembuskan nafas kasarnya. Sungguh dia tidak tahu harus bagaimana sekarang. Padahal dia berniat membawa Leon dan Deon sebagai senjata untuk memisahkan mereka. Tapi kalau sudah begini, dia juga tidak bisa ikut campur dalam urusan rumah tangga adiknya lagi. Tapi dia juga tidak akan membiarkan Leon dan Leon begitu saja. Bagaimanapun caranya, dia akan memberi tahu yang sebenarnya lalu memberikan hak nya sebagai putra dari Rendy. Mungkin akan sangat menyakitkan bagi Diana, tapi kebenaran juga akan terungkap suatu saat nanti.
" Bagaimana masalah lainya? " Tanya Jordan yang sudah cukup membahas Ibu dan adiknya. Karena dia sendiri tidak sanggup kalau harus menceritakan tentang kedua wanita yang ia sayangi itu.
" Perusahaan aman terkendali. Tuan Ron bekerja sangat keras. Ibu anda, dan juga Nona Diana ikut membantu di perusahaan. Lalu Ayah anda, " Sammy berhenti sesaat untuk melihat bagaimana reaksi Jordan. Karena kalau Jordan terlihat keberatan, tentu dia tidak akan melanjutkan ucapannya.
" Ayah anda menjamin Nona Selena dan membuatnya bebas beberapa hari yang lalu. Putra mereka juga sudah di jemput dari rumah orang tua Nona Selena. "
" Ada lagi? " Tanya Jordan yang sepertinya mulai terpancing emosi. Seperti inilah Jordan. Setiap kali membicarakan tentang Ayahnya, dia pasti akan terlihat marah.
" Dia juga sudah menikahi Nona Selena, Tuan. Semuanya terjadi karena orang tua Nona Selena membutuhkan dana untuk memperbaiki perekonomiannya. Tapi sepertinya, perusahaan Ayah anda juga sedang mengalami guncangan, Tuan. "
" Dia sudah mengeluarkan penjahat yang sudah membunuh anak ku. Dia juga sudah membuat Ibu ku menderita selama ini. Sebuah guncangan kecil mana cukup untuk membalasnya. Tunggu putriku sembuh, aku benar-benar akan menghancurkan pria bajingan itu. Dan sepasang suami istri yang telah membuat istriku menjadi boneka, akan ku hancurkan sampai menjadi debu. " Ucap Jordan dengan tatapan marah yang nampak sangat jelas.
" Masuklah ke dalam. Teh kalian sudah siap. " Ucap Gaby yang membuat dua pria itu kompak menoleh ke belakang.
" Baik, Nona. " Ucap Sammy lalu bangkit dan berjalan menuju kedalam. Tentu lah dia tahu kalau akan ada yang akan dibicarakan oleh sepasang suami istri itu.
__ADS_1
" Kau mendengar nya? " Tanya Jordan yang merasa tidak enak karena sepertinya Gaby mendengar apa yang dia bicarakan tadi.
Gaby tersenyum dan mengangguk.
Jordan menghembuskan nafas kasarnya laku mengusap wajahnya beberapa kali.
" Ge, maaf karena Ayah ku telah membebaskan Selena. Tapi aku janji padamu, setelah Ele sembuh, aku akan membuat perhitungan kepada mereka. "
Gaby kembali tersenyum lalu dia menatap manik mata Jordan dengan tegas. Dia maju selangkah agar bisa lebih dekat dengan Jordan tanpa mengalihkan pandangan.
" Mari sembuhkan Ele. Setelah Ele sembuh, mari kita lakukan bersama. "
Jordan mengeryit menatap Gaby.
" Apa maksud mu? "
" Menghancurkan apa yang ingin kau hancurkan. " Gaby kembali tersenyum setelahnya.
Mendapati istrinya tersenyum, Jordan juga ikut tersenyum.
" Bagaimana caranya? apa yang akan kau lakukan untuk menghancurkan mereka? "
" Aku bisa saja menghancurkan mereka dengan tangan ku sendiri. Tapi sekarang aku punya partner. Jadi aku tida akan menganggurkan partner ku. "
" Kau terlihat berbeda saat membicarakan ini. " Ujar Jordan sembari menyentuh kepala Gaby lembut.
" Apa kau lupa? aku adalah pemeran antagonis. "
" Baiklah, terserah kau saja. " Jordan meraih jemari Gaby dan menuntunnya untuk menuju ke rumah mereka.
__ADS_1
Bersambung...