
Hari demi hari Gaby sekeluarga lalui dengan penuh suka cita. Sudah empat hari juga Ele di izinkan untuk kembali ke rumah. Si bayi kembar yang di beri nama ini Mark dan Mike juga sudah boleh di bawa pulang ke rumah. Sudah tidak perlu merasa khawatir sempit lagi, karena rumah mereka sudah di renovasi dan di perbesar sebelum mereka kembali. Tentu saja itu adalah ide Sammy. Selain untuk membuat nyaman Jordan dan keluarga nya, ditambah lagi ada Ele yang sedang berada di masa pemulihan, dan juga ada dua bayi yang perlu tempat nyaman. Memang butuh kerja keras ekstra karena Sammy menginginkan hasil kerja yang cepat dan memuaskan.
" Selama pagi, Tuan. " Sapa Sammy sembari berjalan ke arah Jordan ya g kini tengah menjaga dua bayinya yang sedang berjemur.
" Selamat pagi, Sam. " Jawab Jordan lalu tersenyum menatap Sammy yang kini sudah berada di hadapannya sembari menatap kagum kepada si kembar Mike dan Mark.
" Tuan, mereka benar-benar sangat tampan. " Sammy tersenyum. Jari telunjuknya menekuk mengelus pipi Mark yang masih saja tertidur pulas walau matahari menyinari seluruh tubuhnya.
" Itu karena mereka anak-anak ku. " Ujar Jordan bangga tapi tatapan matanya tetap ke arah Mark dan Mike.
" Ya ampun, narsis sekali. " Jordan terkekeh mendengar ucapan Sammy.
Merasa begitu terpana, Sammy akhirnya meminta Jordan untuk mengizinkannya meletakkan tubuh salah satu putranya di gendongannya. Tentu saka Jordan dengan senang hati mengizinkan nya. Perlahan dia memindahkan tubuh Mark ke gendongan Sammy. Sementara Mike, si kecil tampan itu masih saja menggeliat terus menerus. Mungkin, dia terganggu dengan sinar matahari yang menyinari tubuhnya.
" Tuan, kubu yang bergerak kepada Tuan Arnold masih saja mengintai kita. Jika boleh memberikan saran, bagaimana kalau kita pindah ke sebuah rumah yang memiliki kemanan baik. "
Jordan terdiam memikirkan saran dari Sammy. Memang ada benarnya apa yang di ucapakan Sammy. Letak rumah mereka yang berada jauh dari pemukiman akan lebih mudah bagi penjahat untuk bertindak berani.
" Aku akan mendiskusikan ini dengan istriku. Aku tahu bagaimana ketakutan mu. Aku juga merasakan pergerakan mereka sudah semakin berani. " Jorda. melirik ke sebuah arah dimana salah satu mata-mata Tuan Arnold berada sembari terus mengamati mereka beberapa hari belakangan ini.
" Iya, yang ada ucapkan memang benar, Tuan. Mereka datang untuk memata-matai kita. Tapi kami sudah memastikan kalau mereka tidak membawa senjata apapun. Alat pendeteksi senjata tidak pernah berbunyi. Tapi kami selalu menjaganya dengan baik. Jadi, kalau mereka hanya ingin menata-matai, maka kita biarkan saja dulu. "
Jordan menggerakkan kepalanya patah ke kanan dan ke kiri hingga terdengar suara bunyi tulang dari sana.
" Sepertinya kita harus segera kembali ke negara kita. Pindah ke rumah lain pun tidak akan ada gunanya. Lagi pula, aku sudah lama tidak menyerang orang. "
Sammy tersenyum lalu mengangguk.
" Lalu, apakah Nona Gaby akan setuju? "
Jordan tersenyum miring.
" Dibanding kan dengan ku, sepertinya dia lebih ingin bertarung melawan kuman-kumam itu. "
__ADS_1
Sammy tersenyum.
" Iya, Nona memang orang yang luar biasa. Tidak di sangka ya? wanita tangguh seperti Nona pernah- " Ucapan Sammy terhenti saat Jordan menatapnya sengit.
" Maaf, Tuan. Kelepasan. "
Setelah selesai menjemur kedua bayi kembarnya, sekarang giliran Jordan untuk mengurus putri tunggalnya. Semenatara Gaby dan satu babysiter membantu untuk memandikan Mike dan Mark.
" Hei, tuan putri Ayah, apa yang sedang kau lakukan? " Tanya Jordan sembari menjalankan kakinya perlahan mendekati Ele.
Ele tersenyum lalu menunjukkan buku gambar yang sedang ia warnai. Dia benar-benar terlihat ceria dua hati terakhir ini.
" Ayah, aku mewarnai bunga-bunga. Apakah ini cantik, Ayah? "
Jordan nampak berpikir sejenak.
" Cantik, tapi putri Ayah jauh lebih cantik. "
Jordan mendudukkan dirinya di pinggiran tempat tidur di dekat Ele. Kali ini dia benar-benar bisa tersenyum dengan perasaan lega karena putrinya sudah bebas dari penyakit nya. Tapi sesuai dengan anjuran Dokter Stella, Ele akan terus di pantau sampai benar-benar pulih. Meskipun juga sudah dinyatakan sembuh total, Ele wajib memeriksakan kembali dirinya agar menghindari hak yang bisa saja terjadi di luar prediksi Dokter.
" Sayang, kalau kita pindah ke rumah Ayah bagaimana? "
Ele menatap bola mata Ayahnya yang menatapnya degan begitu sejuk.
" Rumah Ayah ada di mana? "
" Em, kalau kita mau ke rumah Ayah, kita harus naik mobil ke bandara, lalu naik pesawat juga. "
Ele nampak berbinar dan begitu tertarik setelah mendengar bahwa ia akan menaiki pesawat yang sering ia lihat di televisi.
" Kita akan naik pesawat? kita akan terbang melintasi awan, Ayah? "
Jordan mengangguk beberapa kali.
__ADS_1
" Iya. Kau bisa melihat awan nanti saat naik pesawat terbang. "
Ele dengan semangat mengangguk setuju.
" Aku mau, Ayah. "
" Baiklah, anak pintar. Kita akan pergi sampai kau mendapatkan izin untuk terbang dari Dokter Stella ya? "
" Iya, Ayah. "
Jordan akhirnya merasa lega karena Ele menyetujuinya. Sekarang hanya tinggal membicarakan ini dengan Gaby. Tapi dia tidak langsung menemuinya karena harus menemani Ele sampai dia tertidur. Hampir dua jam dia menemani putrinya, dan kini Jordan sudah bisa pergi karena Ele juga sudah tertidur. Perlahan dia melangkahkan kaki karena tidak ingin mengganggu tidurnya Ele. Jordan keluar dari kamar seperti maling karena mengendap-ngendap.
Setelah berhasil keluar dari kamar Ele, akhirnya Jordan bisa mencari keberadaan Istrinya yang sudah pasti tengah menidurkan Mark dan Mike.
" Ge? " Panggil Jordan pelan karena dia takut mengganggu tidur Mark dan Mike yang sedang tidur.
" Jordan? " Gaby tersenyum menyambut kedatangan Jordan. Sungguh dia merasa bersyukur karena bisa melihat Jordan, Ele dan kedua bayinya setiap hari. Meskipun Jordan bekum benar-benar pulih, tapi ini jauh lebih baik dari pada kehilangan Jordan. Tidak masalah harus merawat Jordan juga, karena kehadiran pria itu sungguh berarti bagi Gaby dan anak-anak nya.
Jordan dan Gaby kini memutuskan untuk berbicara di kamar mereka. Bukan tanpa alasan, Mike dan Mark sangat mudah terbangun saat ada suara. Jadi dari pada pembicaraan mereka tidak tuntas, lebih baik membicarakan di kamar mereka saja.
" Ge, bagaimana kalau kita kembali ke negara asal setelah Ele mendapatkan izin dari dokter Stella? "
" Baiklah. Aku rasa itu ide yang bagus. "
" Mengenai keamanan anak-anak kita, semua sudah di siapkan oleh Ron. Ibuku juga akan tinggal bersama kita agar bisa merawat Ele, Mike dan Mark. Ron juga akan menyiapkan pengasuh terbaik serta perawat terbaik untuk Ele. "
Gaby meraih jemari Jorda lalu mengait nya menjadi sebuah genggaman.
" Jordan, saat aku menjadi seperti dulu lagi, aku harap kau tidak akan merasa kesal kepadaku. "
" Kenapa aku harus merasa kesal? "
" Karena selain aku bisa menjadi ular berbisa, aku juga bisa menjadi rubah dan juga bisa menjadi iblis. "
__ADS_1
Bersambung.