
Satu bulan berlalu.
Semua kini sudah kembali normal, khususnya untuk Jordan, Gaby dan juga anak-anak mereka. Tidak ada lagi yang di tutup-tutupi, keberadaan ketiga anaknya juga sudah diketahui oleh khalayak umum. Apalagi Ele, sebulan ini dia sudah menjadi bintang disekolah nya. Iya, semua itu karena bakat yang dilengkapi dengan rupanya yang cantik mirip seperti Ibunya. Mark dan Mike juga sudah mulai bergabung di play group agar membiasakan mereka bersosialisasi dengan dunia luar. Bahagia? tentu saja bahagia meski tidak semua merasakan kebahagian. Contohnya Selena, wanita itu kini semakin terpuruk hingga sering histeris sendiri. Karena takut akan melukai putra dan orang-oranh sekitar, dia akhirnya dipindahkan ke rumah sakit jiwa.
***
" Brengsek! lepaskan aku! aku benar-benar akan membunuh kalian! " Teriak Tuan Arnold dari balik jeruji besi. Iya, setelah keadaannya membaik, dia dikirim ke penjara. Keadaannya juga tidak baik karena kedua kakinya lumpuh, ditambah lagi hukuman seumur hidup yang dijatuhkan padanya menambah garang pria itu meski tak bisa melakukan apapun lagi sekarang. Entah sampai kapan dia akan sadar dan menyesali segala perbuatannya. Tidak ada yang tahu, terlebih juga tidak ada yang perduli lagi.
Sama seperti Nyonya Arnold, semenjak mencuatnya kabar tentang segala kejahatan Suaminya, dia menghilang bagai ditelan bumi karena merasa malu dan juga takut kalau sampai nama dia terseret. Sempat Jordan dan Gaby mendengar kabar bahwa dia pergi kepedesaan terpencil untuk menghindari masa yang menghakiminya, tapi karena dirasa tidak membahayakan, maka Jordan dan Gaby membiarkan saja dia terpenjara disana.
***
" Tuan, Nyonya, bagaimana perasaan anda setelah dikenal dengan CEO couple sekarang? " Tanya wartawan yang sudah menunggu Gaby dan Jordan keluar dari perusahaan. Awalnya, mereka adalah pasangan yang sama sekali tidak pantas di mata publik, tapi setelah semua kebenaran terungkap, semua berbalik seolah menjilat dan mulai memuji Gaby. Bahkan mereka menjadi pasangan CEO paling romantis dan paling serasi. Apalagi saat wajah ketiga anak mereka mulai muncul di beberapa berita dan akun media sosial, mereka tak henti-hentinya memuji wajah rupawan anak mereka.
" Ya ampun! mereka ini apa tidak ada kerjaan lain ya? " Gumam Gaby setelah sampai ke dalam mobil dengan susah payah. Di sana juga ada Jordan, Norita dan Ron yang duduk di bagian depan.
" Nyonya, apa tidak mau mengenalkan asisten mu ini? siapa tahu aku bisa menjadi selebriti. " Ucap Norita, iya dia juga ingin terkenal seperti Gany.
" Untuk apa? bisa jadi bulan depan kau sudah akan menjadi Ibu. " Sela Ron yang kompak membuat Jordan dan Gaby kaget.
" Apa?! " Jordan dan Gaby.
" I itu, bukan apa-apa, Tuan dan Nyonya. Maklum saja, seharian ini Tuan Ron tidak makan dengan baik, jadi rem di mulutnya mengendur dan asal bicara. " Setelah berucap, Norita melotot tajam kepada Ron. Memang iya dia khilaf dan melakukan itu tanpa sengaja, tapi sungguhan itu hanya khilaf walau terhitung sudah enam kali.
" Menikahlah cepat, sepertinya kalian sudah sedalam itu. " Ucap Jordan yang sontak membuat keduanya terdiam.
__ADS_1
Setelah sampai dirumah, Gaby sempat mencari anak-anaknya, tapi tidak ia temukan. Ibu mertua nya juga tidak tahu kemana, padahal saat pulang sudah hampir makan malam, tapi kenapa semua orang tidak ada?
" Sayang? " Jordan membuka pintu kamarnya sembari memberikan dress berwarna silver kepada Gaby.
" Ini untuk apa? apa kau sudah menemukan anak-anak? " Tanya Gaby yang masih khawatir.
" Anak-anak aman, kau pakai ini lalu kita akan menemui anak-anak. "
Tak mau banyak bertanya karena sudah merindukan anak-anaknya, Gaby langsung saja mengganti pakaiannya, dan memoleskan make up tipis diwajahnya. Barulah setelah semuanya beres, Jordan yang sedari tadi menunggu dengan pakaian serba silver mengulurkan tangannya, tentu saja Gaby memberikan tangannya untuk di genggam. Diluar sudah ada Ron yang akan mengemudikan mobil.
Tiga puluh menit berada di perjalanan, sampailah mereka di sebuah hotel milik Jordan's Group yang didirikan beberapa tahun lalu. Hotel yang dulunya bernama Jordan's, kini berubah menjadi JB yang berarti Jordan dan Gaby. Cukup terkejut, tapi Gaby lebih terkejut saat masuk ke dalam, tepat dilantai paling atas.
" Happy anniversary, Ayah dan Ibu. " Ucap Ele, Mark dan Mike. Benar, setelah di ingat kembali, ini adalah hari pernikahannya bersama dengan Jordan. Hari dimana ia dinikahi dengan cara yang tidak pantas sama sekali. Beberapa tahun lalu, tepat dimana ia menikah dengan Jordan, segala rasa sakit ia terima hingga ia sama sekali tidak ingin melihat Jordan lagi. Tapi, Ele. Gadis kecil yang lahir ditengah-tengah jiwa yang terombang ambing karena jutaan rasa duka, akhirnya membawa setitik kilau cahaya bersama harapan untuk bahagia. Benar, bahagia itu datang setelah lahirnya gadis kecil bernama Ele. Meski sempat menderita, dan hampir menyerah, tapi dia tetap bertahan untuk membuat Ibunya yakin akan adanya Tuhan.
" Ibu, kita akan memakan kue yang besar. " Ucap Mark dan Mike yang kini tengah kegirangan melihat kue di tengah-tengah mereka. Gaby menyeka air mata harunya. Mike dan Mark, dua nyawa yang ia lahirkan untuk menyelamatkan kakaknya, entah bagaimana caranya dia berterimakasih kepada mereka. Mereka hadir membawa kembali harapan yang hampir pupus, bagaikan menyirami bunga yang layu dengan keajaiban. Mike dan Mark, merekalah yang menyelematkan kakaknya dari kematian meski mereka belum bisa memahaminya. Gaby hanya bisa memohon dengan sangat kepada Tuhan yang kini ia yakini sepenuh hati.
" Sayang? " Jordan meraih kedua sisi pundak Gaby, membuat mereka saling berhadapan.
" Ini adalah pertama kalinya kita merayakan hari pernikahan kita. Hari dimana segala rasa sakit yang tidak terhitung itu kau rasakan. Aku tahu, sejuta kali kata maaf tidak akan bisa mengobatinya, tapi biarkan aku mencoba sampai akhir hidupku. " Jordan berlutut lalu menyodorkan sebuah cincin berlian berinisial JB. Gaby yang semakin sesegukan hanya bisa menutup mulutnya rapat menggunakan telapak tangan.
" Maukah kau menghabiskan waktu seumur hidup bersamaku? " Gaby mengangguk dengan cepat, Jordan memasangkan cincin di jari manis Gaby lalu mengecupnya. Setelah Jordan bangkit, Gaby memeluk Jordan erat.
" Jangan membicarakan masa lalu lagi, meski kau menyakitiku, tapi kau perlahan-lahan membuatku lupa sakitnya masa-masa itu. " Mereka saling memeluk dengan erat.
" Mereka semakin romantis, kapan kita akan seperti mereka? " Tuan Edward berbisik ditelinga mantan istrinya yang tak lain adalah Ibunya Jordan.
__ADS_1
" Bermimpi lah! hidupmu sudah indah dengan empat istrimu. Indah yang bagaimana lagi yang belum kau rasakan? " Ucap Ibunya Jordan dengan tatapan kesal.
" Semua indah saat bersamamu. Ngomong-ngomong soal istri, aku sudah menceraikan mereka semua. Sekarang ini aku hanyalah seorang duda yang tengah menunggu cinta pertamanya kembali. "
" Tidak masuk akal! "
Ron dan Norita juga tak kalah bahagia. Hubungan mereka semakin intens setiap harinya, bahkan mereka juga sudah akan memutuskan untuk menikah.
Dari jauh Ele tersenyum melihat Ibu dan Ayahnya berpelukan dengan bahagia.
Ibu, aku berjanji akan membawa orang yang tidak sengaja Ibu sakiti di masa lalu. Aku akan membuat kalian saling menyayangi dikemudian hari. Nantikan saat aku dewasa nanti, Ibu.
Beberapa minggu yang lalu, Ele yang ingin mencari sesuatu di barang Ibunya, tak sengaja menemukan buku harian Ibunya tentang masa lalu,Vanya dan Nath.
Tamat.
Halo kesayangan?...
Apa kabar? semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja.
Dengan tamatnya cerita, " Hello, My Antagonis Wife" aku mau mengucapkan banyak terimakasih bagi para pembaca yang sudi meluangkan waktu untuk mengikuti kisah ini hingga selesai.
Semoga cerita ini menghibur dan tidak mengecewakan bagi para pembaca ya...
Sampai jumpa di novel aku yang lain terutama " Terpaksa Menikahi wanita malam " mampir disana ya?
__ADS_1
Sampai jumpa lagi, kesayangan ❤️