Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Pencarian Data


__ADS_3

Setelah medapatkan banyak kecupan dari istrinya, Jordan sungguh tidak bisa melakukan apapun dan mengatakan hal lain, selain dari kata Iya dan membiarkan istrinya melakukan apa yang menurutnya benar. Sudah tidak perlu membujuk lagi karena Gaby adalah wanita yang paling tidak bisa mundur saat memiliki keinginan yang dia rasa dibutuhkan untuk hidupnya. Apalagi, ini menyangkut anak-anak yang sudah merupakan seluruh nyawa nya sendiri. Gaby benar-benar melakukan banyak hal untuk membuat Jordan setuju. Mulai dari memberikan ciuman diseluruh wajah Jordan, lalu memenuhi keinginan Jordan untuk melakukan kegiatan suami istri di kantor, bahkan Gaby sampai memimpin kegiatan itu. Padahal, dia sendiri lah yang sering memperingatkan Jordan agar jangan melakukan hal kurang ajar di kantor. Tapi sekarang, dia sendirilah yang merayu Jordan.


" Sayang, aku sudah sampai sejauh ini berusaha, kau tidak boleh tidak membantu ku loh. " Ucap Gaby sembari membantu Jordan untuk mengancingkan kemejanya yang ia buka tadi.


Jordan terkekeh lalu membenahi rambut Gaby yang sedikit acak-acakkan.


" Baik, sayang ku. " Jordan meraih pinggul Gaby dan membuat tubuhnya kembali menempel. Memang indah sekali rasanya bekerja tapi juga bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti ini.


Setelah beberapa saat, Ron dan Norita yang tadinya ingin masuk kedalam ruangan Jordan dan Gaby hanya bisa menunggu sampai sekiranya kegiatan tidak senonoh itu selesai. Setelah beberapa kali memastikan bahwa tidak ada kegiatan dua puluh satu plus lagi, barulah Norita dan Ron memberanikan diri untuk masuk kedalam.


Ini benar-benar kali pertama bagiku, ingin masuk menemui atasan ku tapi aku begitu berdebar dan malu sendiri. Batin Ron.


Sementara Norita, gadis yang baru berusia dua puluh enam tahun itu benar-benarvtidak bisa menyembunyikan rona merah yang menghiasi pipi tirusnya. Sebenarnya hal seperti ini sungguh sudah biasa, tapi selama bekerja di Jordan's Group, ini adalah kali pertama baginya mendengar pasangan yang melakukan hubungan suami istri di ruangan kerja. Sungguh malu sendiri membayangkannya.


" Selamat sore, Tuan dan Nyonya. " Sapa Ron dan Norita bersamaan setelah mengetuk pintu beberapa kali.


" Silahkan masuk. " Ucap Gaby tersenyum dengan begitu luwes. Wanita itu venar-benar sangat hebat dalam mengendalikan mimik wajah seolah tidak terjadi apapun beberapa saat lalu.

__ADS_1


" Nyonya memanggil kami? " Tanya Norita dan Ron bersamaan.


" Iya. Aku ingin kalian melakukan sesuatu yang penting. " Ucap Gaby.


" Baik, Nyonya. Tapi kalau boleh tahu, sesuatu yang penting itu apa Nyonya? " Tanya Norita penasaran.


" Aku ingin kalian mengumpulkan semua bukti yang menunjukkan bahwa Ibu mertuaku tida pernah berselingkuh. Khusunya untukmu, Ron. Aku ingin kau mendapatkan akta kelahiran kakak dari Ibu mertuaku, dan juga kartu keluarga yang belum diperbaharui. Entah itu salinan atau asli, yang penting kalian bisa mendapatkannya. "


" Kala begitu, mengenai akta kelahiran serahkan kepada saya Nyonya. Satu jam dari sekarang, anda pasti akan mendapatkan hasilnya. " Ucap Norita yakin.


" Benarkah? " Tanya Gaby yang merasa begitu terkejut. Satu jam? mau tidak percaya tapi wajah Norita terlihat begitu yakin.


" Kau masih saja menjalin hubungan dengan dia? kan aku sudah memberitahu padamu kalau laki-laki itu berselingkuh. " Sela Ron yang entah mengapa merasa kesal karena Norita begitu mudah di bodohi.


" Matamu pasti sedang encok, Tuan Ron. Dia tidak mungkin berselingkuh. Aku adalah wanita satu-satunya dan tidak mungkin di duakan. Apalagi, sebentar lagi kita akan segera menikah. " Kali ini Ron benar-benar kehabisan kata-kata. Sungguh rasanya benar-benar malas berdebat dengan Norita yang selalu saja begitu percaya dengan kekasih yang jelas-jelaa Ron melihat Sendiri pria itu bersama wanita lain di sebuah kafe. Sayang sekali, saat itu Ron tengah terburu-buru hingga tidak sempat untuk memotret kekasih Norita yang sedang mencium kening wanita lain.


" Kalian sedekat itu ya? " Gaby tersenyum sembari menyangga wajahnya menggunakan jemari dari kedua tangannya yang saking bertautan.

__ADS_1


" Tidak! " Bantah keduanya dengan kompak. Setelah melihat itu Gaby jadi tidak bisa menahan bibirnya untuk semakin tersenyum. Sebenarnya kalau dipikir-pikir, Norita dan Ron benar-benar cocok. Norita yang suka berbicara dan ramah, tentu akan melengkapi Ron yang pendiam dan hanya memikirkan pekerjaan selama ini. Padahal usianya sudah sama seperti Jordan, tiga puluh enam tahun. Tapi dia benar-benar masih saja tidak memikirkan tentang pernikahan sedikitpun.


" Jadi, kapan kalian akan segera bertindak? " Tanya Gaby yang masih tak bisa menghentikan senyum di bibirnya.


" Sekarang, Nyonya. " Ucap Ron dan Norita kompak.


Setelah kepergian Ron dan Norita, Gaby kini kembali fokus kepada pekerjaannya. Begitu juga dengan Jordan. Iya selama membahas masalah tadi, Jordan memang sama sekali gak bicara dan memilih untuk menjadi pendengar saja. Tahu, bahkan Gaby sangat tahu apa yang di rasakan suaminya. Dia pasti tidak mau kalau sampai Tuan Edward senagaja mengumpulkan bukti palsu untuk memelas dan memohon pengakuan bahwa Jordan dan Diana adalah anak kandungnya. Tapi Gaby juga harus menghentikan segala kesalahpahaman yang sudah berlangsung begitu lama ini. Karena kalau tidak segera dihentikan, akan semakin banyak luka yang dirasakan oleh masing-masing pihak. Baik itu Tuan Edward, atau pun Jordan sendiri.


Beberapa saat sebelum jam pulang kerja. Norita dan Ron datang bersamaan sembari membawa salinan dari Akta kelahiran asli milik kakak dari Ibu mertuanya. Di sana jelas tertulis nama nenek dan kakek nya Jordan. Berarti, hanya tinggal menunggu kartu keluarga yang belum bisa didapatkan oleh Rob hari ini. Tapi, Ron mengatakan jika kemungkinan besok sudah bisa mendapatkan kabarnya.


" Aku harap, semua tang kita lakukan ini akan memberikan dampak yang baik bagi kita semua. Semoga juga permusuhan karena alasan yang tidak jelas ini juga segera berakhir. Tidak perduli bagaimana hubungan kita dengan Tuan Edward nanti, karena yang paling penting adalah mengentikan perseteruan ini agar semua orang bisa hidup dengan nyaman dan damai.


Ron dan Norita mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Gaby. Dengan kekuatan Jordan's Group sekarang, tentu bisa menyaingi kekuatan perusahaan Tua Edward. Tapi, jika damai bisa menjadi pilihan, maka akan lebih baik jika mengambil jalan damai dan hidup bebas tanpa dendam.


" Iya kan, sayangku? " Jordan yang masih memilih diam hanya bisa tersenyum lalu mengangguk saja. Sebenarnya bukannya tidak percaya dengan istrinya sendiri, di hanya merasa jika takut kalau istrinya akan terlalu lelah dan stres dengan semua masalah yang seharunya di hadapi oleh kepala keluarga.


" Nyonya dan Tuan, mengenai kartu keluarga tida usah khawatir. Besok pasti sudah akan ada hasilnya. Pacar ku bisa dipercaya kok. "

__ADS_1


" Katakan sekali lagi, maka aku akan melindas pacar mu dengan truk tronton. " Kesal Ron.


Bersambung


__ADS_2