
Maria menepis tangan Gaby lalu menatapnya marah. Benar, dia memang memiliki nama dan citra baik yang terkenal di lingkungan kelas atas. Tapi dalam kemampuan untuk mengurus sebuah perusahaan, dia masih sangat jauh dari mampu.
" Anda adalah Nyonya di perusahaan ini. Tentu saja citra baik sangat di butuhkan untuk menjaga kestabilan dan citra perusahaan ini. Jika anda begitu frontal dalam bertindak, maka secara tidak langsung anda telah mengiyakan semua rumor yang berkembang di luaran sana. "
" Tapi, aku tidak perduli dengan rumor. Oh, satu hal lagi. Tadi kau bilang menginjak kaki kan? akan ku luruskan soal itu. Yang aku injak adalah tangannya bukan kakinya. Padahal aku berniat menginjak kepalanya, tapi karena aku tidak mau sepatu ku rusak, jadi hanya tangan saja yang aku injak. " Tegas Gaby menatap bola mata Maria yang terlihat masih ingin membantah.
" Baiklah, rapat selesai sampai di sini saja. Mengenai rumor yang berkembang di luar sana, aku pastikan tidak akan mempengaruhi perusahaan. Dan satu lagi, aku tidak suka ada yang mengajukan komplain atas tindakan istriku. Apapun yang dilakukan oleh istriku, tentu saja aku mengetahui segalanya dan mengetahui pula sebabnya. " Timpal Jordan dan membuat semua anggota dewan direksi hanya bisa terdiam pasrah memgikuti saja keputusan dari Jordan. Bukanya tidak keberatan dengan sikap Nyonya presdir, hanya saja mereka lebih menguntungkan tentang keuntungan. Tidak bisa di pungkiri, adanya Nyonya Presdir benar-benar membawa banyak uang bagi mereka.
Setelah kembalinya mereka dari ruang rapat, Gaby dan Jordan kini telah berada di ruangan mereka. Luar biasa memang, mendapat kritikan seperti itu di depan para dewan direksi benar-benar tak membuat seorang Gaby terlihat gentar. Dia justru bekerja lebih giat tanpa perduli dengan Jordan yang terus saja mencuri pandang ke arahnya.
Ya ampun, dia ini apa tidak bisa berpura-pura lemah dan meminta ku untuk memeluknya apa?
Hening dan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing sampai akhirnya Ron datang memecahkan keheningan itu.
" Selamat siang, Tuan dan Nyonya? " Sapa Ron setelah memasuki ruangan.
Mereka bertiga duduk di sofa untuk membicarakan apa yang ingin di sampaikan oleh Ron.
" Tuan dan Nyonya, Tuan Arnold sudah menyadari tentang jebakan yang kita buat. "
Gaby dan Jordan kompak tersenyum.
__ADS_1
" Bagus. Ternyata cukup cepat juga dia menyadarinya. Tapi tidak masalah karena kita sudah memberi pelajaran. Dia pasti sangat kesal karena sisa modalnya kita sapu habis. " Ucap Gaby yang merasa cukup puas dengan ini.
" Satu hal lagi. Sepertinya, Nona Maria masih ingin menyingkirkan Nyonya. Dia menemui beberapa dewan untuk mempengaruhi mereka. Meskipun mereka tidak akan bersuara meski merasa apa yang Nona Maria katakan benar. Jadi itu tidak akan mempengaruhi keadaan. "
Gaby tersenyum lalu menghela nafasnya.
" Gadis itu sungguh keras kepala dan melakukan ini karena ingin mendapatkan perhatian seseorang. "
" Maksudnya? " Tanya Jordan bingung.
" Tentu saja kau. Dari cara dia menatap mu, dia memiliki perasaan yang tidak biasa untuk mu. "
" Aku? " Jordan malah semakin bingung di buatnya. Bagaimana bisa orang jatuh cinta tanpa pernah bertegur sapa secara pribadi? Memang benar dia bertemu dengan Aria beberapa kali saat mengadakan rapat dewan direksi karena dia harus mewakili Ayahnya. Tapi sungguh, dia malah sama sekali tidak memikirkan soal cinta cintaan semacam itu.
" Bagaimana dan apa yang akan Nyonya lakukan untuk menanggapi soal ini? " Tanya Ron. Bukan meminta Gaby untuk menanggapi serius, dia hanya merasa khawatir jika hal ini akan membuat Gaby terusik dan berdampak buruk bagi hubungan keluarga mereka.
" Tetu saja biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan. Cukup lihat saja dulu sampai dimana dia bertindak. Tidak perlu khawatir, gadis seperti dia tidak akan membuat ku merasa rendah diri. Aku malah ingin melibat dan mengukur kecerdasan dari wanita yang dikenal dengan citra baiknya. "
Jordan menghela nafasnya. Kali ini dia benar-benar terlihat sebal. Kenapa? tentu saja karena tidak melihat adanya kecemburuan dari wajah istrinya. Padahal, dia berharap kalau Gaby akan kesal karena merasa cemburu. Tapi sudahlah. Mau bagaimana lagi? istrinya memang tidak semanja wanita lainnya. Oh, tunggu! bahkan Gaby sama sekali tidak pernah menja sekalipun.
" Oh, iya. Ngomong-ngomong bagaimana dengan orang-orang yang masuk kerumah Ayah mertua? " Tanya Gaby karena tidak mau terus membicarakan soal Maria yang membuatnya sedikit merasakan cemburu meski dia tidak terlalu menampakkan perasaan itu.
__ADS_1
" Semuanya terkontrol dengan baik, Nyonya. Sebentar lagi, kita akan segera memulai misi penyerangan sebelum mereka menjalankan rencana mereka. " Jawab Ron.
" Tidak. Jangan lakukan itu. Beri tahu saja apa rencana mereka. Setelah itu, biarkan aku yang memikirkan apa yang harus kita lakukan nanti. "
" Beliau berencana menyebarkan isu atau memanaskan isu yang saat ini sedang berkembang untuk menyerang Jordan's Group. "
Gany tersenyum miring. Sementara Jordan nampak begitu kesal. Lagi-lagi dia dengan tidak tahu malunya berniat menjatuhkan usaha yang selama ini dia rintis dari nol. Dan hal yang paling membuatnya marah adalah, lagi-lagi yang ia gunakan adalah wanita-wanita yang dia cintai. Jika bukan Ibu, maka dia akan menggunakan Diana sebagai ancaman dan sekarang, dia berniat menjadikan Gaby sebagai ancaman. Sungguh dia tidak bisa menahan diri lagi sekarang.
" Jujur, aku merasa agak bingung dengan Ayah mertua yang satu itu. Kenapa dia bertindak seolah-olah begitu membenci Jordan? dari segala tindakannya, dia selalu ingin menjatuhkan Jordan. Sebenarnya, apa yang dia pikirkan sampai bisa melakukan ini semua. "
Jordan dan Ron terdiam dan saling menatap satu sama lain. Beberapa detik setelah itu, Jordan memberikan kode kepada Ron lewat matanya aga Ron meninggalkan mereka berdua. Setelah memahami apa yang di maksud Tuannya, Ron dengan cepat undur diri dengan alasan pekerjaan.
" Kenapa dia pergi? pertanyaan ku kan belum mendapatkan jawaban. " Ujar Gaby yang merasa bingung.
" Kau sungguh ingin tahu? " Tanya Jordan lalu mendekatkan tubuhnya hingga menempel di tubuh Gaby.
" Iya. Selama ini kita hanya sibuk membahas tentang Tuan Arnold. "
" Ayah ku mencurigai Ibuku berselingkuh dan mengira aku bukanlah anak kandungnya. Meskipun hasil uji DNA mengatakan bahwa aku putranya, dia tetap saja tidak percaya dan justru sibuk menuduh Ibuku memanipulasi hasil tes DNA nya. "
Bersambung
__ADS_1