
Sammy, Jordan dan Gaby akhirnya bisa beristirahat setelah lelah karena memindahkan beberapa barang dan menggantinya dengan yang baru di beli. Sekarang tidak ada lagi kursi kayu yang membuat sakit saat duduk, tidak ada lagi tempat tidur yang berdecih saat sedang bergerak saat tidur, ruang tamu nya juga sudah memiliki sofa tidur yang bisa di ubah menjadi sofa duduk. Sesuai dengan keinginan Jordan, rumah kecil itu menjadi hunian minimalis yang terlihat mewah dan nyaman. Sekarang putrinya juga tidak perlu lagi memakai barang lama. Karena tempat tidur dan barang lainya sudah Jordan ganti dengan yang baru.
" Kemari lah. " Titah Jordan sembari menepuk ruang kosong di sebelahnya. Gaby mengikuti saja apa yang di katakan Jordan.
" Ya Tuhan, ini enak sekali. " Ujar Gany saat merasai tangan Jordan tengah memijat bahunya.
Sammy tersenyum bahagia melihat Jordan dan Gaby yang terlihat akur. Sangat berbeda dengan cerita dari Ron saat dia pulang dari sana. Ron mengatakan buruknya hubungan mereka, dan ditambah lagi putri mereka yang sedang sakit. Tapi melihat mereka yang seperti sekarang ini, Sammy rasa semua akan baik-baik saja nantinya. Dia juga bisa tersenyum bahagia saat pulang nanti. Saat Ibunya Jordan menanyakan kabar Jordan juga dia akan dengan bahagia menyampaikan apa yang ia lihat sekarang ini.
" Tuan, boleh aku melakukan panggilan video? " Tanya Sammy.
" Dengan siapa? " Tanya Jordan.
" Dengan Bibi. Dia kan sama sekali belum pernah melihat cucunya. Sekalian memberikan kabar bahwa anda baik-baik saja. "
Jordan tersenyum lalu mengangguk.
" Tapi Ele kan sedang tidur. "
" Tidak apa-apa. Aku tidak akan bersuara saat dekat dengan Ele nanti. Aku hanya ingin menunjukkan wajah Ele saja. " Ujar Sammy.
" Baiklah kalau begitu. "
Sammy segera menghubungi Ibunya Jordan. Seperti pada umumnya, mereka akan bertukar kabar dan saling menyapa. Setelah itu, Sammy mulai menceritakan segala situasi yang dia sampaikan bahwa semua dalam keadaan baik-baik saja. Dan saat Bunya Jordan melihat wajah Ele yang sedang tidur, wanita paruh baya itu menangis karena merasa senang tapi juga sedih. Dia senang karena bisa melihat wajah cucunya yang terlihat cantik. Tapi dia juga sedih karena Ele tengah berjuang melawan penyakit yang serius. Setelah itu, barulah Samy memberikan panggilan Video kepada Jordan. Layaknya seorang Ibu, dia juga menangis karena merindukan Jordan.
" Ibu, ini istriku. " Jordan mengarahkan layar ponselnya ke wajah Gaby. Gaby tersenyum laku melambaikan tangannya.
" Halo, Bibi. " Sapa Gaby.
" Oh ya ampun, kau benar-benar cantik ya? "
" Terimakasih, Bibi. "
Kenapa kau terus memanggil ku bibi? kau kan harusnya memnmanggil Ibu.
__ADS_1
Gaby tersenyum canggung lalu kembali mencoba untuk mengubah cara dia memanggil Ibunya Jordan.
" Maaf, Ibu. Maaf karena belum terbiasa. "
Tidak apa-apa. Nanti saat semua urusan di sini beres, Ibu dan Diana akan dayang mengunjungi kalian. Baik-baik di sana, saling memberi dukungan, jaga cucu ku dengan baik.
" Baik, Ibu. "
Satu lagi, tetap lah bersama dan berusaha saling mencintai lagi. Ibu tahu Jordan sangat kurang ajar. Tapi percayalah, bocah bodoh itu hanya buta karena kesalah pahaman. Tapi dia sama sekali tidak pernah menyerah untuk menemukan mu. Maka itu, tolong cintai kembali putra bodoh ku itu.
Gaby tersenyum lalu mengangguk. Dia memang masih lah mencintai Jordan, tapi tidak tahu seberapa besar, seberapa berartinya Jordan juga dia belum paham. Tapi dia hanya ingin fokus dengan Ele dulu saat ini. Urusan percintaannya nanti saja setelah Ele sembuh baru di bicarakan lagi. Ujar Gaby.
Setelah melakukan panggilan Video, Sammy memutuskan untuk berjalan-jalan di tepian pantai bersama dengan Jordan. Mereka berdua berjalan beriringan sembari membahas beberapa hal tentang perusahaan dan juga Ayahnya. Tapi di tengah-tengah obrolan mereka, kedua bola mata Sammy tertuju kepada seorang wanita yang tengah menepi. Sepertinya wanita itu habis dari berselancar.
" Tuan, wanita itu siapa? " Tanya Sammy.
" Namanya Rose. Dia adalah Ibu dari Deon dan Leon. " Jawab Jordan yang sukses membuat Sammy terperangah tak percaya.
" Jadi, dia wanita itu. Tapi bagaimana bisa dia terlihat sangat muda? " Tanya Sammy yang keheranan.
Sammy tersenyum melihat Rose yang nampak seperti seorang wanita tangguh dengan sejuta pesona.
Melihat Sammy tersenyum seperti jatuh cinta dengan Rose, Jordan tentulah tidak tahan untuk tidak menggodanya.
" Kalau kau mau, aku bisa meminta istri ku untuk mengenal kan mu lalu mendekatkan mu dengannya. "
" Ah? aku tidak, Tuan. Aku hanya merasa senang saja melihat wanita yang sepertinya ahli dalam bermain selancar. "
Jordan tersenyum melihat Rose yang baru saja sampai di rumahnya.
" Dua bukan hanya pandai bermain selancar. Tapi dia juga seorang nelayan hebat. Terbukti bahwa dia bisa membiayai kedua putranya. Dia juga mendidik dua putranya dengan baik. "
Sammy mengangguk kan kepalanya beberapa kali. Entahlah, melihat Rose rasanya membuatnya kecanduan hingga tanpa dia sadari matanya terus saja terarah kepada Rose hingga lupa kalau ada Jordan disana.
__ADS_1
" Benar-benar cantik. " Gumam Sammy tanpa sadar. Sialnya, Jordan juga bisa mendengar itu.
" Kalau kau begitu tertarik, maka cobalah dekati dia. "
Sammy kaget dan sontak menatap Jordan.
" Tapi, dia kan Ibu dari anak-anaknya Rendy, Tuan. "
Jordan menghela nafasnya.
" Memang kenapa? jika lun Rendy mau mendekati Rose dengan alasan anak-anak, maka Rose sampai mati pun tidak akan pernah mau menerima Rendy kembali. "
" Kenapa anda begitu yakin, Tuan? " Tanya Sammy penasaran. Iya tentu saja penasaran. Kalau orang seperti Rendy saja di tolak, bagaimana dengan dia yang status sosialnya berada jauh dari Rendy.
" Tentu saja karena luka masa lalu. Rise adalah orang yang cerdas dan realistis. Meskipun aku tidak sedekat itu, tapi aku yakin Rose adalah wanita yang seperti itu. "
Sammy tersenyum lalu mengangguk beberapa kali. Tekat nya mulai bulat sekarang. Dia akan mencoba untuk mendekati Rose dan perlahan menerobos masuk ke dalam hati wanita itu.
Setelah perbincangan itu, Sammy dan Jordan kembali masuk ke dalam rumah karena suasana sudah mulai sore. Gaby yang sedari tadi sibuk membuat kue juga kini telah rampung. Ele juga sudah duduk di ruang tamu karena terbangun bebrapa saat lalu.
" Tuan, sebelum masuk ke dalam rumah, ada satu hak yang ingin aku beri tahu padamu sedari tadi. "
" Apa? "
" Tuan Arnold mengetahui tentang Ele. Kemungkinan besarnya adalah, mereka pasti akan menggunakan Ele untuk mengancam Nona Gaby. "
Jordan tersenyum miring.
" Selama ada aku, tidak akan ada ya g terjadi kepada Ele atau pun Gaby. "
" Tapi untuk berjaga-jaga, biarkan beberapa orang untuk menjaga anda , Tuan. "
" Baiklah. "
__ADS_1
Bersambung...