
Bab 61 tidak sengaja terhapus 😭 kalau nanti akan loncat, mohon maaf ya 🙏
Seperti kegiatan keseharian yang akan dilakukan Jordan dan Gaby, pagi ini mereka bersiap untuk segera berangkat ke kantor. Tapi sebelum itu, sepertinya ada tamu tak di undang yamg sudah datang sepagi ini. Kadi, Gaby dan Jordan memutuskan untuk menemui nya. Jordan dan Gaby menuruni anak tangga dengan langkah beriringan dan tangan yang saling menggenggam satu sama lain.
" Ternyata kuman yang datang. " Ujar Gaby lalu tersenyum sinis saat manik matanya melihat tamu yang sangat tidak di hendaki itu.
Diruang tamu, Ibunya Jordan dan tamu yang tak lain adalah Selena. Saudari angkat yang kini menjadi Ibu mertua tirinya. Degan langkah arogan, Gaby berjalan mendekati mereka berdua yang sepertinya sedang mengobrol kan hal serius. Beberapa lembar kertas juga tergeletak di sana.
" Ibu mertua? " Panggil Gaby. Yah, dia memang dekat dengan Ibunya Jordan. Bahkan dia juga memperlakukan Ibu mertuanya seperti Ibu kandungnya sendiri.
" Ibu, apa yang sedang Ini bicarakan sepagi ini? " Tanya Jordan juga yang mengeryit melihat lembaran kertas di atas meja.
" Ge, Jordan? sepertinya mereka ini sedang kutang kerjaan. Kesini hanya untuk memastikan bahwa surat-surat kuasa ini adalah asli. "
Gaby tersenyum mengejek setelah moelirik ke arah Selena. Tentu dia mengingat dengan jelas segala perilaku kasar dan menyakitkan dari Selena kepadanya. Dia bahkan tidak tanggung-tanggung saat memakinya. Tapi sekarang, Gaby adalah istri dari Jordan. Tentu saja dia tidak perlu merasa takut seperti dulu lagi.
" Ibu, Ayah mertua dan istri liciknya ini, pasti merencanakan sesuatu. "
Selena yang sedari tadi menatap Gaby penuh kebencian, kini semakin pula dia menatap tajam seolah mengisyaratkan betapa besar kebenciannya.
" Tutup mulut mu! " Selena yang sudah tidak tahan lagi akhirnya bersuara. Yah, sungguh dia sangat membenci Gaby. Selain dia merasa tidak berguna di keluarga kandungnya, setelah menjadi istri dari pengusaha kaya yang tak lain adalah Ayahnya Jordan juga masih di anggap tak berguna. Sekarang munculah Gaby dan memakinya ae enak nya? tentu saja dia tidak akan diam saja. Walau bagaimana pun, semua penderitaan yang ia alami ia yakini bahwa itu adalah karena ulah Gaby.
" Tutup mulut? kenapa? " Gaby melipat kedua lengannya menatap Selena dengan berani.
" Selena, kau hanyalah sampah. Baik di keluarga kandungmu, atau pun sekarang di keluarga suami mu. "
" Diam kau anak pungut! " Selena bangkit, begitu juga dengan Ibu yang panik. Tapi Jordan yang tahu benar bagiamana istrinya, dia memilih untuk membawa Ibunya ke meja makan untuk menikmati es krim vanila yang di buat Gaby semalam.
" Aku memang anak pungut. Tapi aku memiliki kualitas terbaik. Lalu kau? apa yang ada pada dirimu? " Gaby tersenyum miring setelah mendorong dada Selena dengan jari telunjuknya. Dia bahkan mengusap jari telunjuk setelahnya seolah menganggap kalau Selena adalah sampah.
" Kau, lebih baik kau tutup mulut mu! atau kau akan mendapatkan balasannya. "
" Hahahah....." Gaby tertawa terbahak-bahak. Lagi-lagi, dia mengancam Gaby dengan kalimat yang sama seperti dulu. Biasanya setelah melakukan ini, Ibunya Selena akan datang dan memukuli Gaby. Tapi sekarang? menyentuh kulitnya saja sudah pasti tidak akan bisa lagi.
__ADS_1
" Selena, apa kau tahu dan apa kau ingat? dulu kau memperlakukan ku seperti apa? "
Selena tersenyum mengejek.
" Itu adalah hal yang pantas untuk mu. Karena kau adalah wanita ular. Kau menghancurkan sebuah keluarga. selama bertahun-tahun kau memakai topeng busuk mu. "
Plak....
Satu tamparan mendarat di pipi Selan. Lagi, Gaby mengelap tangannya di hadapan Selena. Selena yang merasa kesakitan juga kesal, hanya bisa melotot kesal lagi karena Gaby terlihat begitu jijik dengannya. Padahal, dulu dialah yang seperti itu kepada Gaby.
" Bagaimana rasa tamparan dari ku? " Gaby tersenyum seolah telah melakukan kegiatan terpuji.
" Dasar pela*ur! "
Plak.....
" Kau lah yang lebih cocok menjadi pela*ur. "
" Aku akan membunuh mu! " Ancam Selana.
Plak...plak....plak...plak...plak....
" Apa sakit? " Gaby menyeringai menggerakkan jemarinya untuk melatih kelenturan agar bisa lebih kuat lagi memukul Selena yang sudah mengeluarkan darah di sudut bibirnya.
" Dasar monster! "
Gaby berjalan mendekat lalu mencekik leher Selena kuat. Monster? kalau iya memang kenapa? bukankah kau dan keluarga mu yang membuatku menjadi monster?
" Le pas kan! " Selena memukul-mukul tangan Gaby yang semakin kuat menekan leher Selena.
" Lepas? aku baru saja mencekik mu. Nyawa mu masih ada di tubuh mu, bagaimana mungkin aku akan membiarkan nyawamu bertahan di tubuh yang banyak dosa ini. "
" Da sar pem bu nuh! "
__ADS_1
Pembunuh? Gaby semakin kuat menekan leher Selena hingga wajah wanita itu terlihat pucat karena kekurangan oksigen. Tapi Gaby tahu jika tidak boleh membunuh Selena sekarang jadi dia melepaskan wanita itu.
" Uhuk...Uhuk..." Selena terbatuk-batuk sembari memegangi lehernya yang terasa sakit.
" Kau mengatai ku pembunuh? akan aku ingatkan padamu siapa pembunuh yang sebenarnya. " Gaby menatap tegas Selena yang kini terduduk di lantai menahan sakit.
" Kau telah membunuh anak ku. Kau membuat ku kehilangan kesempatan untuk membesarkannya. Jika anak ku hidup, maka anak ku pasti sudah seusia putra mu. Setelah aku pikir-pikir, dari pada membunuh mu sekarang, lebih baik membiarkan mu melihat bagaimana putra mu nanti akan menemani anak ku di surga sana. "
Selena membulatkan matanya karena terkejut. Iya, tentu saja dia sangat takut. Gaby bukanlah orang yang tidak bisa menempati ucapannya. Jika dulu dia bisa menindas Gaby karena Gaby anak angkat, maka beda hal nya sekarang. Dia adalah istri dari Jordan yang tidak mungkin bisa dia lawan.
" Kau tidak boleh menyakiti putra ku! "
Gaby tersenyum lalu berjalan ke hadapan Selena yang masih saja terduduk di lantai.
" Tidak boleh? kenapa? kau saja boleh membunuh anakku. Kenapa aku tidak boleh membunuh anak mu? di dunia ini, keadilan harus lah di nomor satukan. "
Gaby meraih dagu Selena sembari mencengkeramnya kuat lalu mendongakkan wajahnya agar tatapan mata mereka bertemu.
" Jika mengambil mata, maka harus di balas dengan mengambil mata. Tapi kalau urusannya dengan ku, satu hal yang kau curi dariku, maka aku akan mengambil puluhan dari mu. Nyawa anak, akan aku balas dengan nyawa anak mu, kau, orang tua mu, dan adik laki-laki mu itu. "
Selena menjauh kan tubuh nya dari Gaby karena merasa takut. Sungguh dia benar-benar takut dengan Gaby yang sekarang ini.
" Kau, kau tidak boleh tidak tahu terimakasih! lagi pula, kau tidak akan bisa melawan suami ku. "
Gaby menahan tawa lalu menginjak kuat tangan Selena.
" Ah! " Dia memegangi kaki Gaby yang masih saja tidak membiarkan jemarinya pergi dari injakkan nya.
" Suami mu, bahkan aku bisa menghabisinya hingga tuntas jika aku mau. Tapi, aku lebih tertarik menggiling habis tubuh Ayah dan Ibumu sekarang ini. "
" Ah! sakit! lepaskan! " Pinta Selena yang meronta kesakitan.
Bersambung
__ADS_1