Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Menguak masa lalu


__ADS_3

Setelah menyetujui rencana dari Gaby, Ron dan beberapa orang kini telah mendapatkan dua orang pria yang berniat menyuap pekerja untuk membakar gedung hotel milik Jordan. Sesuai dengan titah Gaby, Ron memberikan tiga kali lipat lebih banyak, serta mengancam mereka dengan bukti rekaman suara agar mereka tidak memiliki pilihan lain selain menuruti apa yang di katakan Ron. Kenapa harus memberinya uang tiga kali lipat lebih banyak? karena Tuan Edward tahu bagaimana memperdaya manusia dengan menekan kelemahan orang tersebut. Untuk berjaga-jaga juga, Ron sudah menyarankan agar mereka beserta keluarganya meninggalkan kota secepatnya setelah pekerjaan selesai.


Keesokan paginya. Jordan, Gaby Dan seluruh anggota keluarga yang tengah menikmati sarapan dikejutkan dengan adanya berita bahwa hotel yang akan diresmikan oleh Tuan Edward mengalami kebakaran. Belum bisa dipastikan apa penyebab kebakaran.


" Dia pasti kelimpungan. " Gumam Ibunya Jordan.


" Apa Ibu khawatir? " Tanya Jordan.


Ibu nya Jordan tersenyum menatap Jordan sesaat lalu kembali menatap ke arah televisi.


" Sudah cukup aku mengasihani dia karena kebodohannya itu. Rasa kasihan ku juga sangat terbatas. Untuk apa memperdulikan orang seperti dia. Entah kau percaya atau tidak, tapi Ibu sama sekali tidak perduli. Ibu hanya sedikit membayangkan saja, dia pasti sedang kebingungan dan marah besar saat ini. "


Jordan dan Gaby kompak tersenyum. Setelah sarapan selesai, anak-anak akhirnya bermain di ruangan yang sudah disediakan khusus untuk mereka bermain dengan penjagaan yang ketat. Sementara Gaby duduk bersama Ibu mertuanya sembari menunggu Jordan dan Ron yang tengah mempersiapkan beberapa dokumen untuk dibawa ke kantor.


" Ibu, aku mendengar bagaimana cerita masa lalu Ibu dari Jordan. Apakah Ibu sama sekali tidak ing'n membuktikan kebenaran tentang itu? "


Ibu nya Jordan menghela nafas dengan pandangan mata yang terlihat pilu.


" Aku bukanya tidak mau menjelaskan padanya saat itu. Tapi dia sama sekali tidak membiarkan aku menunjukkan bahwa aku tidak seperti yang dia kira. Tapi belakangan aku mulai menyadari banyak hal. Sebenarnya, dia adalah orang yang paling kasihan dan menyedihkan. Bertahun-tahun dia hidup hanya untuk membalas dendam. Padahal, dendam yang ia rasakan adalah ia juga yang menciptakan. Menurutmu, apakah tidak kasihan melihat seseorang hidup dengan dendam semu? "


Gaby terdiam sembari berpikir. Benar, orang yang seperti itu tidak akan tahu bagaimana caranya untuk menjadi bahagia. Karena matanya sudah tertutup rapat dan hanya ada kegelapan. Jadi semua tindakannya hanya berdasarkan tebakannya saja.


" Aku rasa, Tuan Edward sangat mencintai Ibu. "

__ADS_1


" Dulu, kami sangat saling mencintai. Kami memaksa untuk menikah meski usia kami belum genap dua puluh tahun. Awalnya semua berjalan dengan baik sampai suatu hari, kakak ku yang lari dari penjara datang menemui ku. Dia yang sudah enam tahun dipenjara kabur hanya untuk melihat ku dan memelukku. Konyol kan? tapi siapa sangka kalau Edward akan salah paham. Dia bahkan menebak-nebak semua hal dan menghubungkan segala hal dengan perselingkuhan ku. Bukan hanya Jordan yang menanggung semua itu. Tapi Diana yang masih sangat kecil juga harus merasakannya. " Ibunya Jordan menghembuskan nafas panjangnya.


" Untunglah, disaat aku benar-benar lelah, Jordan membantuku sekuat tenaga agar aku bisa lepas dari hukuman yang seharusnya tidak aku alami. "


" Bagaimana dengan kakak nya Ibu? "


" Dia meninggal tidak lama setelah itu. Dia begitu frustasi karena tidak sanggup menjalani hidup sebagai narapidana. Dia memilih untuk mengakhiri hidupnya di usianya yang masih sangat muda. "


Gaby terdiam seolah merasakan bagaimana sakitnya itu.


" Maaf karena mengingatkan masa lalu, Ibu. "


Ibunya Jordan tersenyum.


" Ibu, aku sungguh penasaran satu hal. Kenapa Tuan Edward tidak mengetahui jika laki-laki itu adalah kakak kandung Ibu? "


" Bagi keluarga ku, dia adalah aib yang harus ditutupi. Aku bahkan sering diam-diam menemui kakak ku saat aku merindukannya. Sejak dia masuk ke dalam penjara, keluargaku memutuskan untuk menutup semua tentang kakak ku dan menganggapnya tidak pernah ada. Itulah kenapa Edward juga tidak mengenal nya. "


Gaby mengangguk paham. Meskipun dia tahu ini agak lancang, tapi kisah masa lalu Ibu mertuanya benar-benar sangat menarik. Jika saja ini di manfaatkan dengan baik, pasti ini akan menjadi serangan besar bagi Tuan Edward. Kenapa? tentu saja karena Tuan Edward masih dengan jelas mencintai Ibunya Jordan sampai saat ini. Terbukti dengan banyaknya istri yang sama sekali tidak pernah diperlakukan dengan cinta. Karena tujuannya memiliki banyak istri adalah untuk membalas rasa sakit hatinya terhadap Ibunya Jordan.


Tuan Edward, aku akan memberikan kejutan ini untuk mu. Benar-benar membahagiakan hanya dengan membayangkan bagiamana kau menangis karena penyesalan yang begitu terlambat ini. Karena dilihat dari Ibu mertua bicara, dia benar-benar tidak lagi memiliki rasa padamu.


" Rencana licik apa yang sedang kau pikirkan? " Tanya Jordan sembari mengusap kepala Gaby. Tentu saja hanya bisa tersenyum kikuk karena merasa jika tidak bisa membohongi Jordan yang sudah sangat hafal bagaimana dia sebenarnya. Tapi sungguh, menguak masa lalu Ibunya benar-benar akan membuat Tuan Edward menghentikan segala rencana jahatnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Jordan Ron dan Gaby sudah sampai di kantor mereka. Mereka kini juga sudah mulai bekerja seperti biasa nya. Tapi sepertinya ada yang berbeda dari Gaby. Wanita cantik itu justru lebih konsentrasi mencari cara untuk menguak masa lalu Ibunya Jordan. Sungguh, itu semua benar-benar membuat Gaby tidak bisa berpikir dan fokus mengerjakan pekerjaannya hari ini.


" Presdir Jordan, apa anda sedang sibuk? " Tanya Gaby sembari menjauhkan lembaran-lembaran dokumen yang ada di atas mejanya.


Jordan yang saat itu tengah fokus bekerja juga teralihkan oleh suara lembut istrinya yang begitu menggoda itu.


" Oh, istriku tumben sekali memanggil ku dengan suara yang begitu menggoda. Ada apa. "


Gaby berjalan mendekati Jordan. Dia duduk di kursi seberang meja Jordan lalu menatapnya dengan serius.


" Sayang, bagaimana kalau kita meluruskan kesalahpahaman masa lalu? "


Jordan mengeryit menebak apa yang dimaksud Istrinya.


" Maksudnya? " Tanya Jordan karena tak menemukan apapun untuk meyakinkan apa yang dia pikirkan.


" Kita ungkapkan kebenaran tentang perselingkuhan Ibu mu yang sebenarnya tidak pernah ada. " Jordan terdiam seperti tidak tertarik untuk melakukan itu.


" Sayang, aku tahu kau begitu tidak ingin melakukanya. Tapi cobalah kau pikirkan lagi. Ayah mu menyerang terus menerus karena beranggapan kau bukan putra kandungnya. Tapi jika kita mengungkapkan kebenarannya, dia pasti akan menghentikan segala serangannya untuk kita. Dan dia juga tidak akan memberikan bantuan apapun kepada Tuan Arnold. Karena aku yakin, Tuan Edward membantu Tuan Arnold agar tidak tertangkap. "


" Sayang, kami sudah melakukan uji DNA. Tapi dia masih tidak mempercayainya. "


" Ini bukan soal uji DNA, tapi menguak kebenaran yang akan membuat dia tidak bisa membantah lagi. "

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2