
Hari ini Gaby dan Jordan hanya bisa tertunduk lemas. Setelah beberapa hari melakukan serangkaian persyaratan untuk mengajukan donor sum-sum tulang belakang, pada akhirnya mereka harus menelan pil pahit karena tidak ada satupun dari mereka yang cocok dengan Ivi. Lama sekali mereka terdiam karena merasa kecewa yang luar biasa. Setelah beberapa saat datanglah perawat yang meminta Jordan dan Gaby untuk masuk ke ruangan Dokter Stella. Tentu saja mereka bergegas ke sana untuk mendapatkan informasi ataupun jalan keluar dari permasalahan ini.
" Dokter, lalu bagaimana selanjutnya? langkah apa yamg harus kita ambil? " Tanya Jordan.
Dokter Stella nampak berpikir sejenak.
" Sebenarnya saya ingin menyarankan untuk mendonorkan darah tali pusat. Sepertinya itu yang paling besar peluangnya. Jujur, dengan berat hati, keadaan putri anda sungguh mengkhawatirkan. "
" Kalau begitu, kapan bisa di lakukan donor itu Dok? " Tanya Gaby semangat.
Dokter Stella menghela nafasnya.
" Masalahnya, apa saat putri anda lahir anda menyimpan darah tali pusatnya? "
Jordan menatap Gaby. Tentulah Gaby menggeleng karena memang dia tidak menyimpan darah tali pusat Ele saat lahir. Memang di jaman modern seperti sekarang, kebanyakan para orang tua akan menitipkan darah tali pusat untuk di simpan dan digunakan di situasi mendatang. Seperti sekarang ini contohnya. Tapi, saat itu Gaby tidak memiliki uang lebih, bahkan untuk biaya lahiran saja dia mengandalkan bantuan dari Magdalena.
" Bagaimana kalau anda segera memiliki adik untuk putri anda? jika memungkinkan, saat usia janin cukup kuat, akan dilahirkan lebih cepat agar bisa menolong kakak nya lebih cepat. "
" Memang, apa yang di maksud donor tali pusat? "
" Darah tali pusat adalah darah yang ditemukan dalam pembuluh darah pada jaringan tali pusat dan plasenta dari janin. Melalui tali pusat tersebut, janin memperoleh suplai oksigen dan nutrient. Umbilical cord blood atau darah tali pusat (DTP) menjadi salah satu sumber sel punca karena didalamnya terdapat Hematopoietic Stem Cells (HSCs). HSC merupakan progenitor dari berbagai sel-sel pembentuk darah pada proses Hematopoietik. Darah tali pusat menunjukan adanya komponen HSCs dengan karakteristik antigen yang berbeda dengan sel punca lainnya yaitu CD133, CD34, dan CD451. HSC sendiri adalah sel induk yang belum terspesialisasi dan dapat berperan menggantikan sel-sel darah yang rusak atau mati. HSC berperan dalam menjaga produksi darah selama hidup seseorang. "
Gaby dan Jordan mengeryit bingung karena memang masih kurang paham.
__ADS_1
" Transplantasi sel punca atau darah tali pusat, dapat berdiferensiasi menjadi sel darah yang berfungsi untuk meregenerasi darah dan sistem kekebalan tubuh setelah pengobatan radiasi intensif pada pasien leukimia, limfoma, anemia aplastik, dan penyakit sel darah lainnya. Penyakit sel darah dapat dikategorikan berdasarkan jenis sel darah pada manusia yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Sel darah merah berfungsi membawa oksigen ke organ tubuh. Sel darah putih berfungsi sebagai sistem imun untuk melawan infeksi dan platelet membantu dalam proses pembekuan darah pada saat terjadi luka. Beberapa penyakit yang dapat menyerang sel darah merah pada umumnya yaitu anemia, thalassemia, dan sickle cell anemia1. Penyakit yang sering kali kita dengar menyerang sel darah putih yaitu limfoma, leukimia, dan multiple myeloma. Dan saya bisa menyatakan kemungkinan untuk berhasil sangat tinggi, Tuan dan Nyonya. "
" Jadi bagaimana keputusan Tuan dan Nyonya? "
Baik Jordan atau pun Gaby langsung terdiam. Ada banyak alasan bagi mereka untuk berpikir tentunya. Terutama Jordan. Dia sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Walau bagaimanapun, keputusan terbesar ada di tangan Gaby. Dan lagi, semua luka yang sudah diberikan olehnya pasti sudah sangat melampaui batas kesabaran Gaby. Jadi apapun itu, Jordan akan pasrah dengan keputusan yang akan di ambil oleh Gaby.
" Bagaimana, Tuan dan Nyonya? " Tanya lagi Dokter Stella karena belum mendapat jawaban sepasang suami istri yang terlihat tengah dilema itu.
" Apa kalian sudah divorce? " Tanya lagi Dokter Stella yang merasa tidak enak karena sudah menyarankan untuk donor darah tali pusat.
Jordan masih terdiam dan tak berani menjawab pertanyaan dari Dokter Stella.
" Baiklah, kami akan mencoba yang terbaik. " Ucap Gaby setelah cukup lama meyakinkan dirinya.
" Syukurlah... " Dokter Stella tersenyum menatap Gaby dan Jordan bergantian.
" Begini, Tuan dan Nyonya. Sungguh saya tidak tahu apa yang terjadi di antara Tuan dan Nyonya. Tapi, semoga kalian tetap bisa berpikir jernih dan mengutamakan kesehatan putri cantik kalian. "
Gaby tersenyum lalu mengangguk.
" Terimakasih, Dokter. Tapi, apakah putri kami masih bisa menunggu? hamil itu kan di luar kuasa kami. "
Dokter Stella tersenyum.
__ADS_1
" Dengan pengobatan yang terus berjalan, tentu kami akan melakukan segalanya dan yang terbaik. Saya tidak bisa memastikan apapun. Karena hidup dan mati seseorang bukan kuasa saya. Tapi sebagai seorang Dokter, saya dan tim pasti akan mengerahkan seluruh tenaga kami untuk yang terbaik bagi putri anda. "
Gaby mengangguk setuju.
" Baiklah, Dok. "
" Tuan, Nyonya, kalau boleh memberi saran, bagaimana kalau anda temui salah satu Dokter kandungan. Mintalah beberapa vitamin dan kejelasan tentang masa subur anda. Agar kehamilan anda bisa dengan segera terjadi. "
Setelah menemui Dokter Stella, Jordan dan Gaby masih saja terdiam dengan pemikirannya masing-masing. Jordan dengan segala rasa bersalahnya, Gaby dengan segala perasaan bimbang yang tak menentu. Lama mereka berpikir, pada akhirnya Gaby memutuskan untuk mengajak Jordan menemui Dokter kandungan. Tentu Jordan mengikuti saja apa yang di inginkan Gaby tanpa ingin bertanya apapun dan memilih untuk menyimpan nya di dalam hati saja.
Hampir satu jam Gaby dan Jordan berkonsultasi dengan Dokter kandungan. Mulai dari membicarakan tentang masa subur, dan pengecekan kesuburan rahim Gaby.
Setelah semuanya selesai, Jordan dan Gaby menjemput Ele yang sedari tadi di titipkan bersama salah satu perawat atau asisten Dokter Stella. Sebenarnya hari ini adalah hari kemoterapi Ele yang kedua, tapi rasanya lebih berat dari pada kemoterapi pertamanya. Karena banyaknya pemikiran yang harus dipikirkan saat ini tentunya. Hari ini juga Ele tidak merintih seperti saat kemoterapi pertama. Dia masih bisa tersenyum meski terlihat di paksakan.
Beberapa jam kemudian.
Gany, Ele dan Jordan sudah kembali ke gubuk kecil mereka. Ele juga tertidur dipangkuan Ibunya sedari dalam perjalanan tadi. Dengan hati-hati Jordan membantu Gaby merebahkan tubuh Ele.
Jordan duduk sebentar di pinggiran tempat tidur sembari memandangi wajah putrinya. Pilu, tapi dia sendiri tidak bisa menyampaikan perasaannya.
" Jordan, tentang saran Dokter Stella, apa kau merasa keberatan? "
Bersambung...
__ADS_1