Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Operasi Berhasil


__ADS_3

Jordan dan Gaby kini saling menguatkan dengan saling menggenggam jemari mereka yang tengah bertautan erat. Jordan yang masih duduk di kursi roda hanya bisa menunggu dengan cemas. Gany juga sama, Ibu dari tiga anak itu kini tengah berdiri lalu duduk dengan gelisah. Bukan hanya sekali dua kali dia melakukan kegiatan itu, entah sudah berapa kali juga Jordan melarang nya. Tapi tetap saja keras kepala Gaby memang tidak ada duanya.


" Ge, tolong jangan duduk berdiri terus menerus. Nanti jahitan di perut mu akan mengeluarkan darah. Tolong tenanglah. " Jordan menahan tangan Gaby agar tubuhnya tertahan dalam posisi duduk. Jujur dia juga merasa sangat panik, tapi dia tidak bisa menunjukkannya di depan Gaby dan menambah kepanikan untuknya.


" Jordan, aku benar-benar tidak bisa tenang. Aku sangat takut. Aku takut kalau, "


" Jangan mengatakan apapun yang akan membuat kita semakin tidak tenang. Positif thinking dan percayalah kepada Dokter Stella. Ge, aku tahu apa yang kau rasakan. Karena pasti, aku juga merasakan yang sama. Tapi tolong tenanglah dan jangan sampai jahitan di perut mu robek. Saat ini ada dua bayi kita yang juga membutuhkan mu. "


Gaby mulai duduk meski wajahnya masih terlihat panik. Sesekali dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafas nya perlahan. Berharap segala kekuatan dan pikiran-pikiran buruk sirna dari kepalanya. Benar apa yang dikatakan Jordan. Saat ini, ada dua bayi mereka yang juga membutuhkan nya.


" Iya, begitu akan membuat mu tenang. " Jordan membawa genggaman tangan mereka ke dalam pangkuannya. Ditatapnya jemari mereka yang masih saling mengait saling menguatkan satu sama lain. Terbesit sedikit kebahagian di tengah-tengah kepanikannya. Dia sungguh bahagia karena kini mereka bisa hidup bersama dan akan menghadapi segala rintangan, suka duka dalam kehidupan ini bersama.


" Sam, bagaimana dengan kedua putra ku? " Tanya Jordan untuk mengalihkan otaknya yang kembali merasa khawatir dengan jalannya operasi yang tengah dijalani oleh Ele.


Sammy mengangguk sembari menatap Jordan.


" Enam orang berjaga di ruang NICU. Dokter, perawat dan beberapa tim medis yang masuk sudah ada di daftar mereka. Sampai sekarang, kondisi kedua putra anda aman, Tuan. "


Jordan mengangguk paham. Saat ini perhatian memang harus di pusatkan kepada kedua putranya yang bisa saja akan menjadi incaran Tuan Arnold. Jordan mengalihkan pandangan nya kembali menatap Gaby. Wanita itu kini terlihat lebih tenang meski masih saja tetap khawatir. Perlahan dia mulai menggerakkan tangan mereka yang masih saling menggenggam. Jordan mencium punggung tangan Gaby lalu kembali membawanya ke pangkuannya. Gaby tersenyum menatap Jordan. Iya, hubungan mereka begitu baik sekarang ini. Jordan juga begitu perhatian dan selalu memberinya semangat setiap waktu.

__ADS_1


" Jordan, aku tahu kau juga khawatir. Tapi terimakasih karena kau justru memberi ku semangat setiap waktu. "


" Simpan saja terimakasih nya saat sudah empat puluh hari. " Jordan tersenyum manis setelah berhasil menggoda sang istri.


Gaby menghela nafasnya lalu mencubit pipi Jordan pelan. Seperti inilah sifat Jordan saat pertama kali mereka bertemu. Lembut, penuh dan perhatian. Tapi setelah kesalah pahaman terjadi, pria yang dulunya begitu lembut, berubah menjadi seperti iblis. Untunglah, Jordan yang seperti itu tidak akan ada lagi di kemudian hari. Apalagi semenjak adanya Ele lalu ditambah lagi dua putra kembar mereka, semua pasti akan lebih meyakinkan.


" Kau masih saja bisa membahas tentang itu. "


Jordan tersenyum lalu mengusap rambut Gaby. Dia benar-benar merasa bahagia karena Gaby tidak terlihat begitu khawatir seperti tadi. Dia nampak lebih tegar dan tidak terlihat begitu di kuasai oleh ke khawatiran seperti beberapa waktu lalu.


Beberapa saat kemudian, Dokter Stella dan beberapa tenaga medis yang membantu jalannya operasi donor darah tali pusat yang di jalani Ele kini telah keluar dari ruang operasi. Dengan raut wajah penasaran dan khawatir, mereka mendatangi Stella untuk mencari tahu bagaimana hasil dari operasi yang dijalani putri mereka.


" Bagaimana hasilnya Dokter? " Dokter Stella tersenyum lalu menatap Jordan dan Gaby secara bergantian.


" Dokter, apa ada efek samping dari donor darah tali pusat? " Tanya Gang khawatir. "


" Begini, ada banyak hal yang harus saya jelaskan secara detail. Mohon untuk datang ke ruangan saya ya, Tuan dan Nyonya. " Ucap Dokter Stella yang langsung mendapat anggukan dari Jordan dan Gaby.


Sebelum menemui Dokter Stella, Jordan meminta Sammy untuk menjaga ketat Ele dan dua bayi kembar mereka yang berada di ruangan terpisah. Setelah itu barulah mereka bisa pergi dengan tenang ke ruangan Dokter Stella.

__ADS_1


Di ruangan Dokter Stella.


" Jadi bagaimana, Dokter? "


Dokter Stella tersenyum terlebih dahulu. " Begini, Tuan dan Nyonya. Setiap tindakan operasi donor pasti lah akan ada efek sampingnya. Saya akan menjelaskan beberapa efek samping yang perlu di perhatikan. " Dokter Stella menjeda ucapannya.


" Akan ada beberapa timbul infeksi dan gejala lain nantinya. Jadi, saat Putri anda keluar dari rumah sakit nanti, tolong beri tahu saya apapun bahkan sekecil apapun yang tidak biasa dengan putri anda. Bukan saya menakut-nakuti Tuan dan Nyonya, tapi besar sekali harapan melihat pasien saya sehat dan bisa kembali beraktifitas seperti biasanya. "


" Baik, Dokter Stella. Terimakasih untuk apa yang telah anda lakukan. Terimakasih karena telah memberikan jalan keluar bagi setiap masalah kesehatan Ele. "


" Itu adalah tugas saya, Nyonya. "


Setelah membicarakan masalah selanjutnya untuk perawatan Ele paska operasi, Jordan dan Gaby kini tengah menunggu Ele sadar. Tapi sebelum itu, dia juga sudah menemui si kembar dulu di ruang NICU.


" Sammy bagaimana pergerakan si tua Arnold? " Tanya Jordan yang masih belum di ijinkan masuk sebelum Ele sadar. Gaby yang mendengar jawaban itu juga ikut menantikan pergerakan Ayah angkat yang begitu gemar menyiksanya itu.


" Seperti dugaan, Tuan. Dia mengerahkan banyak orang untuk mengambil salah satu anak anda. Ada dua pelaku yang tertangkap dan mereka ada di gudang kosong tidak jauh dari rumah sakit ini. "


Jordan tersenyum miring. Memang luar biasa pria tua itu. Mencoba mengambil satu anak untuk mengendalikan Jordan dan Gaby bersamaan. Jordan digunakan untuk sumber daya, Gaby di gunakan untuk memajukan usahanya. Seperti yang semua orang tahu, meskipun Gaby masih muda, tapi dia memiliki kemampuan yang tidak di ragukan lagi. Dunia Entertainment, dunia bisnis bisa dengan mudah ia jalankan. Bahkan, beberapa tahun yang lalu saat perusahaan Tuan Arnold berada di bawah kendali Gaby, begitu besar keuntungan yang masuk ke dalam saku Tuan Arnold.

__ADS_1


" Tunggu saja, aku akan membalas semua yang sudah dia lakukan. Oh, bukan hanya dia, tapi mereka semua. " Gaby tersenyum dingin menatap lurus ke arah lain.


Bersambung.


__ADS_2