Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Nyonya Arnold


__ADS_3

Pencarian masih berlangsung. Sammy dan beberapa orang bawahannya masih terus mencari keberadaan Tuan Arnold yang sudah dua hari ini menghilang tanpa kabar. Tentu bukan nihil hasilnya jika Sammy yang bertindak. Memang cukup sulit karena tidak semua informasi bisa dengan mudah di dapatkan. Tapi berkat kerja keras selama dua hari berturut-turut, Sammy dan tim akhirnya menemukan titik terang.


" Cari terus rekaman CCTV jalanan yang merekam arah perjalanan mobil yang disewa Guan Arnold. " Titah Sammy kepada dua orang yang saat ini sedang mengumpulkan bukti rekaman agar bisa dengan jelas menemukan jejak Tuan Arnold.


***


Tak jauh berbeda dengan kesibukan di kantor, Gaby dan tim kini tengah mengadakan rapat dadakan untuk membahas tentang proposal yang harus selesai setelah di pantau langsung oleh Gaby. Awalnya, para pegawai meremehkan kemampuan Gaby, tapi saat melihat langsung bagaimana cara kerja istri Presdir mereka, sekarang mereka benar-benar takjub hingga tidak bisa mengatakan apa-apa. Sungguh sangat mirip seperti Presdir mereka. Cara bekerja yang detail dan tidak suka berbelit apalagi menghabiskan banyak waktu. Dan dari sinilah cara berpikir mereka mulai berubah. Semula orang yang menganggap Gaby sebelah mata, kini mulai kagum dengan kepribadian luar biasa yang dimiliki oleh nya.


Setelah rapat selesai, Gaby kembali ke ruangan dan melanjutkan pekerjaan yag belum rampung. Semenatara Jordan, hari ini dia harus meeting bersama klien penting yang sudah dari jauh-jauh hari membuat janji. Lelah? iya, tentu Gaby merasa lelah. Tapi apa yang dilakukan ini bukanlah sopa uang saja, tapi untuk mendapatkan banyak sumber daya, serta memperluas pengaruh Jordan's Group agar bisa melawan Tuan Edward dan menendang jauh Tuan Arnold. Baru setelah itu, hidup anak-anak nya akan kembali normal dan tidak perlu dikurung layaknya burung lagi.


" Selamat siang, Nyonya. " Sapa Norita yang sekarang sudah mulai menguasai pekerjaannya sebagai seorang asisten sekretaris untuk Gaby.


" Norita? ada apa? " Norita berjalan mendekat lalu menyerahkan salinan proposal yang sudah berhasil disempurnakan.


" Ini adalah salinan proposal yang sudah disempurnakan, Nyonya. Kita berhasil menyelesaikan lima hari sebelum estimasinya. " Norita tersenyum bangga. Iya, rasanya begitu bangga bisa menjadi seorang asisten sekretaris yang melayani seorang wanita hebat seperti Gaby. Tentu awalnya dia merasa takut, karna Gaby tidak segan-segan memarahinya kalau dia membuat kesalahan. Tali untunglah, berkat itu semua Norita menjadi pribadi baru yang lebih teliti dan lebih ulet dalam bekerja.


" Norita, tidak usah membuang waktu lagi. Kabari Klien kita dan katakan bahwa proposal sudah selesai, dan tanyakan kapan mereka memiliki waktu untuk membahas ini. " Titah Gaby lalu kembali menyerahkan salinan proposal itu kepada Norita.

__ADS_1


" Baik, Nyonya. "


" Kau tahu bagaimana harus melindungi proposal itu kan? " Tanya Gaby serius kepada


Norita.


" Tentu, Nyonya. Saya sudah memastikan tidak akan ada yang bisa menyalin atau sekedar memotret. " Ucap Norita Yakin.


" Bagus. Lanjutkan pekerjaan mu." Norita tersenyum lalu mengangguk sebelum undur diri untuk kembali ke ruang kerja nya.


Gaby tersenyum lalu menyenderkan tubuhnya di senderan kursi.


Gaby meraih ponselnya untuk menghubungi Ron. Iya, lebih baik menghubungi Ron karena dia tidak ingin mengganggu Jordan. Tidak di angkat, sepertinya mereka belum selsai dengan urusan mereka. Gaby meletakkan ponselnya dan berniat melanjutkan pekerjaannya. Tapi ketukan pintu membuatnya harus menunda pekerjaannya.


" Selamat siang, Nyonya. Nyonya Arnold meminta waktu untuk bertemu. " Ucap penjaga yang selalu berada di luar pintu ruang kerja Jordan dan Gaby.


" Nyonya Arnold? suruh dia masuk. "

__ADS_1


" Baik. "


Seperti yang Gaby duga, wanita paruh baya yang selalu necis itu berjalan masuk dengan gaya arogannya. Tatapan yang marah seperti itu juga sudah biasa untuk Gaby lihat. Bukan hanya sekali dua kali, tapi dulu hampir setiap hari dia harus menyaksikan mata bulat melotot itu.


" Ada apa, Nyonya Arnold? " Tanya Gaby lalu tersenyum dingin setelahnya. Hah! untuk apa berpura-pura baik dengan orang yang memperlakukannya seperti seekor anjing sedari dia kecil? biarkan saja orang mau mengatakan bahwa dia tidak tahu terimakasih, karena seharusnya keluarga Tuan Arnold lah yang mengucapkan banyak terimakasih kepada nya.


" Dasar tidak tahu diri! kami sudah membesarkan mu, lalu berani-berninya kau melaporkan suamiku ke polisi. Kau memang tidak malu! " Maki Nyonya Arnold. Sungguh, makian seperti ini sudah sangat biasa Gaby dengar. Boleh saja dia dulu diam karena merasa berhutang Budi atas jasa mereka telah membesarkannya. Tapi setelah apa yang terjadi sekarang, dia jadi mengutuk dirinya sendiri yang dengan begitu bodohnya karena tetap diam dan menerima dengan lapang dada makian semacam ini.


" Nyonya Arnold, anda ini sedang bicara apa? tidak tahu diri? tidak tahu malu? apa anda sedang membicarakan diri anda sendiri? " Gaby tersenyum mengejek dengan tatapan dingin. Tentu saja dia tidak akan diam saja saat dirinya direndahkan. Sudah cukup dulu dia menerima semua itu, tapi tidak akan pernah untuk kali ini.


" Kau benar-benar sudah lupa diri ya? apa kau tidak ingat? dulu, mertua ku lah yang telah memungut mu. Kami memberikan kehidupan untuk mu. Karena kalau kami tidak merawat mu, kau pasti sudah menjadi gembel dan hidup terlunta-lunta di jalanan. " Nyonya Arnold begitu semangat memaki hingga jemarinya menunjuk-nunjuk dengan penuh energi. Dia bahkan melupakan bahwa dia masih berdiri dan tida duduk sama sekali. semenatara Gaby, dia justru begitu sebagai sembari memainkan kursi yang ia duduki dengan sedikit memutar ya kemanan lalu ke kiri.


" Nyonya Arnold, anda ini amnesia atau pikun karena sudah tua? " Gaby menatap bola mata Nyonya Arnold yang masih saja menatap nya tajam.


" Kau benar-benar kurang ajar ga? hanya karena bisa menikahi Jordan, mau bisa sesombong ini. Kau bahkan sampai ingin mengirim orang yang telah menjadi Ayah mu selama ini ke penjara. " Sindir Nyonya Arnold sembari melirik sinis wajah Gaby.


" Nyonya Arnold, jangan berbicara seolah-olah kita memiliki hubungan yang begitu harmonis. Akan aku ingatkan kalau anda lupa, sedari aku masuk kerumah sialan mu itu, kalian semua memperlakukan ku dengan begitu buruk. Aku akui, kalian membesarkan ku dan mengirim ku kesekian jurusan bisnis di kampus ternama karena kalian menyadari kemampuan ku. Setelah aku lulus dengan peringkat terbaik, kalian menjadikan ku alat pencetak uang agar bisa menyamankan hidup kalian tanpa bekerja keras seperti sebelumnya. Coba kau ingat lagi, saat perusahaan keluarga suami mu hampir bangkrut, siapa yang membawanya ke dalam kesuksesan? siapa yang bekerja keras siang dan malam? siapa yang mengorbankan banyak hal? " Gany berdiri lalu berjalan menghampiri Nyonya Arnold dan berdiri tepat di hadapannya.

__ADS_1


" Kalian semua berhutang banyak maaf, dan terimakasih kepadaku. Jika mulut busuk kalian tidak bisa mengatakan itu, lebih baik pergi jauh dan jangan sekalipun menampakkan wajah menjijikkan kalian di hadapan ku. "


Bersambung


__ADS_2