
Dua hari kemudian. Gaby dan Jordan kini hanya bisa tersenyum melihat banyaknya berita yang berkembang. Luar biasa! tidak ada lagi berita tentang si antagonis di dunia nyata, tapi dipenuhi tentang Mona dan Maria yang mendapat gelar wanita gila cinta. Iya, semenjak kejadian di pesta peringatan orang tuanya Maria, banyak sekali bukti-bukti bermunculan entah dari mana sumbernya. Mulai dari Maria yang selama ini diam-diam membuntuti Jordan, bocornya chat pribadi Maria dengan salah satu teman curhatnya yang semua isi pesan itu adalah mengenai Jordan, si pujaan hatinya. Sementara Mona, bukti bahwa dia banyak menjalin hubungan dengan pria tua berdasi juga mencuat satu persatu ke publik. Tentu kejadian ini benar-benar dianggap sebagai peringatan keras dari Gaby kepada orang, atau khusunya wanita yang ingin merebut suami dari dirinya.
" Wah, kau memang pandai membunuh orang dengan kata-kata ya sayang? hanya dengan ucapan mu, mereka mulai mempercayai dan mencari bukti karena ingin memuaskan rasa penasaran mereka. " Ucap Jordan seraya memeluk pundak Gaby.
" Kata-kata sederhana, akan menjadi sebuah senjata ampuh jika mengucapkan di waktu yang tepat. Pertama-tama, biarkan saja mereka semua penasaran, lalu tambah lagi rasa penasarannya, dan akhiri dengan kalimat ambigu dan jangan sampai terkesan membela diri sendiri. Karena nantinya, orang yang tidak merasa puas akan mencari jawaban itu sendiri. " Gaby menjatuhkan kepalanya ke dada Jordan. Sesungguhnya dia amat lelah kalau harus berdebat dengan orang-orang yang berpikir dangkal seperti Maria dan Mona. Tapi adanya mereka cukup membuatnya sadar, Jordan adalah pria yang banyak diminati oleh banyak wanita. Selain karena wajah tampan serta posisinya saat ini, Jordan sebenarnya sangatlah lembut dan pengertian. Bahkan Jordan selalu mempercayai segala tindakannya meski dia kadang juga merasa takut akan terjadi sesuatu dengan istrinya.
" Sayang, semua pekerjaan kita begitu mulus belakangan ini. Pendapatan kita juga melejit dalam empat bulan terakhir, sekarang apa yang masih belum membuat mu merasa cukup? aku benar-benar tidak ingin kau kelelahan karena harus bekerja, dan juga mengurus anak-anak. " Jordan mengecup kepala Gaby setelah selesai mengatakan apa yang memang ingin dia katakan.
" Aku tidak tahu kapan aku merasa lelah. Tapi selama aku bisa melakukan apa yang aku sukai, barulah aku menyebutnya sebagai hidup yang sesungguhnya. "
" Baiklah, sepertinya aku memang masih belum bisa menang saat berargumen denganmu. Semoga Tuan Arnold bisa segera ditemukan, dan kita benar-benar tidak perlu lagi mengurung anak-anak dirumah lagi. "
" Iya, semoga saja. "
" Kita tidur ya? besok adalah peresmian hotel baru kita, jangan sampai kita terlambat datang. " Ujar Jordan yang langsung di angguki oleh Gaby dengan cepat. Karena posisi mereka sedang berada di balkon, tentulah mereka kini bergegas menuju kamar mereka untuk segera tidur.
__ADS_1
***
Disebuah bar, Norita kini tengah menangisi nasib cintanya yang begitu menyedihkan. Padahal hanya tinggal bulan depan mereka akan menikah, belum lagi dia juga sudah mengenalkan kepada semua orang dan membanggakan si pria brengsek yang diam-diam berselingkuh dengan sahabat dekatnya.
" Bagaimana bisa mereka sangat tega? huhuhu.... " Norita mengusap wajahnya yang terkena air mata tai tak kunjung mau berhenti menangis.
" Padahal, aku mencurahkan segala isi hatiku kepada mu. Aku begitu mempercayai mu sebagai satu-satunya sahabat terbaikku, dan laki-laki brengsek itu, padahal saat dia belum bekerja akulah yang memberinya makan. Apa selama ini dia menjalani hubungan karena menganggap aku adalah Ibunya? hua....." Norita semakin menjadi karena tersiksa dengan pemikirannya sendiri.
" Ya ampun! sebentar lagi akan ada banjir air mata. " Keluh Ron yah sudah beberapa hari ini selalu menjadi sahabat untuk mendengarkan betapa menjijikkanya saat Norita menangis dan memanggil nama mantan pacarnya itu. Awalnya saat berpisah karena mengetahui bahwa kekasihnya selingkuh, dia masih bisa terlibat ceria dan biasa saja. Tapi saat dia tahu dengan siapa mantan kekasihnya berselingkuh, dia malah menjadi-jadi hingga seperti anak kecil yang habis kehilangan mainan.
" Kau sudah menghabiskan banyak. Lebih baik kau pulang karena besok kita harus menghadiri acara peresmian hotel bersama Tuan dan Nyonya. " Ron mengingatkan karena memang benar itulah jadwal mereka untuk besok. Ditambah lagi, ada beberapa info yang menanyakan jika Tuan Arnold terlihat di dekat perusahaan, jadi mereka harus siap sedia melindungi Jordan dan Gaby.
" Tuan dan Nyonya? tidak mau! aku tidak mau bekerja bersama mereka lagi! mereka sangat tidak berperasaan, selalu saja mesra dihadapan orang yang sedang patah hati. Mereka bahkan tidak segan-segan saling menggoda, berpelukan, berciuman, selalu saja mesra di manapun mereka berada. Mereka ini benar-benar membutuhkan orang ketiga! kalau mereka masih begitu mesra dihadapan ku, lebih baik aku saja yang jadi orang ketiganya agar mereka tidak terlalu sering pamer kemesraan! huhu... " Norita kembali menepi-nepis air matanya.
" Otakmu sudah tidak waras ya? hanya karena putus cinta dan dikhianati oleh teman, kau sudah segila ini. Sadarlah! lihatlah dirimu, kau terlalu mengasihani dirimu sendiri dan membuatmu menjadi tidak berdaya. Padahal, kau bisa bangkit dan membuktikan kepada mereka yang sudah mengkhianatimu dengan cara menunjukkan betapa berharganya dirimu. Kau boleh dikhianati oleh pacar dan sahabatmu. Tapi, kau tidak boleh membiarkan dirimu mengkhianati dirimu sendiri. "
__ADS_1
" Ah....! kau ini kalau bicara yang jelas! jangan biarkan dirimu mengkhianati diri sendiri? benar-benar hanya Tuhan yang tahu apa maksud dari ucapan mu itu. " Kesal Norita.
" Kau adalah orang yang kuat, Norita. Maka jangan menjadi lemah dan menyedihkan seperti ini. Ini namanya, kau mengkhianati dirimu yang kuat. "
Norita menjatuhkan kepalanya di meja. Pusing! dia sangat tidak mengerti dengan semua yang terjadi. Benar, apa yang dikatakan Ron tadi, dia terlalu mengasihani dirinya sendiri hingga lupa kalau sebenarnya dia harus bangkit dari situasi buruk ini.
" Jadi aku harus bagiamana sekarang, Tuan Ron? " Tanya Norita dengan nada putus asa.
" Bangkit, ingat saja jika kau adalah wanita yang berharga. Tunjukkan pada mereka, atau bahkan kepada dunia bahwa kau tidak mudah untuk dikalahkan. Hidup ini singkat, Norita. Yang mengkhianati, pada akhirnya juga akan merasakan dikhianati. Yang menyakiti juga akan merasakan disakiti. Yang bahagia juga akan merasakan duka. Sekarang kenali dirimu, bahagiakan dirimu, jangan memikirkan apapun dan fokuslah untuk hidup sebahagia mungkin. Barulah nanti orang akan berkata, bahagia sekali ya menjadi dirimu. "
Norita menatap Ron sembari menatap haru.
" Tuan Ron, anda ini baik sekali ya? kata-kata anda sangat bijak sekali. Anda jomblo kan? pacaran denganku saja yuk? "
Bersambung
__ADS_1