Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Cool Wife


__ADS_3

Shisil kini duduk terdiam sembari meremas kedua jemari nya yang saling bertautan. Pandangannya juga tidak berani tegap dan memilih untuk terus menatap jemarinya saja. Sungguh, dia ingin sekali memeluk Jordan dan membuatnya jatuh hati kepadanya. Enam tahun sudah dia hidup dengan kesedihan karena tidak bisa mendapatkan Jordan. Sekarang, walau harus menjadi yang kedua, dia rasa itu bukanlah kesalahan. Karena sejatinya, Shisil juga lebih layak untuk mendampingi Jordan dari pada istri yang dulu sempat tida di inginkan Jordan.


" Shisil, apa maksud kedatangan mu sebenarnya? kalau kau terus diam begini, kau benar-benar sudah membuang waktu penting yang seharusnya aku habis kan bersama anak-anak ku. " Ucap Jordan yang benar-benar tidak terlalu menyukai keadaan seperti ini. Apalagi mata Gaby benar-benar tidak lepas dari Shisil yang masih betah menunduk tanpa kata.


Gaby mendesah sebal. Sudah hampir sepuluh menit wanita itu membisu tapi masih saja betah berdiam diri.


" Hei, Nona. Anak-anak kami pasti sudah menunggu. Tolong jangan membuang waktu terlalu banyak. "


Mendengar kata anak-anak dari mulut Jordan saja sudah membuatnya down. Ditambah lagi, sekarang mendengar dari mulut Gaby.


" Apakah kau benar-benar memiliki anak dengan dia? " Setelah lelah Gaby menunggu, akhirnya keluar juga suara dari mulut wanita itu.


" Memang kenapa? kalimat bertanya mu benar-benar seperti sedang mengejek ku. " Gaby melirik sinis sesaat lalu membuang wajahnya ke arah lain.


" Aku hanya bertanya. Lagi pula, dulu Jordan sangat membenci mu hingga melakukan segala cara untuk menyiksa mu. Jadi, wajar saja jika aku bertanya kan? " Shisil yang merasa cemburu akhirnya berani menyuarakan apa yang hatinya rasakan. Bukan tanpa alasan, selama ini yang ia tahu Jordan hidup menyendiri lalu tiba-tiba menghilang tanpa kabar selama hampir empat tahun. Jadi bisa saja semua yang terjadi ini adalah kebohongan demi sesuatu yang tidak ia ketahui apa tujuannya.


" Iya, aku juga baru ingat kalau Jordan sangat kurang ajar saat itu. Kalau di ingat-ingat lagi, aku jadi ingin mencekik kalian sampai mati. " Jordan menelan salivanya yang terasa sulit untuk di telan saat ini. Ya ampun! dia benar-benar ngeri melihat tatapan sinis Gaby.


" Rumor yang mengatakan jika anda adalah orang yang jahat dan licik, sepertinya itu benar. Pantas saja dulu Jordan sangat membenci anda. " Shisil tersenyum sinis yang dengan jelas ia tujukan untuk Gaby seorang.

__ADS_1


" Apa ini tujuan mu datang kemari? " Tanya Jordan dingin. Iya, dia sudah tidak mau lagi mengungkit masa lalu dan membuat istrinya mengingat luka masa lalu yang sudah tidak ia pikirkan lagi sekarang.


" Aku, " Shisil kembali menggenggam jemarinya erat. Enam tahun sudah dia menantikan Jordan untuk kembali. Meskipun dia pernah dipaksa untuk menikah oleh orang tuanya dan menuruti untuk menikah, nyatanya hatinya tetap saja tertuju kepada Jordan. Dan saat isu tentang kembalinya Jordan ke perusahaan, dia dengan segera memutuskan hubungan dengan suaminya hanya untuk kembali kepada Jordan yang sama sekali tidak mengingat Shisil sedikitpun.


" Shisil, aku tidak tahu rencana apa yang sedang kau jalankan. Tapi satu hal gang harus kau tahu. Meskipun dulu aku mati-matian membenci istriku, nyatanya cintaku hanya milik istriku. Mengenai apa yang kita lalui bersama, kau tidak mungkin menuntut ku kan? " Jordan menatap Shisil tegas.


" Kenapa? padahal kau terlihat begitu mencintai ku saat itu. Padahal, aku sudah melakukan apa yang kau katakan dengan setulus hati. Aku bahkan tidak bisa melupakan mu sedikitpun. Aku selalu merindukan mu setiap waktu. Kenapa, kenapa hanya aku yang begitu jatuh cinta sampai hampir gila? " Shisil menatap Jordan pilu. Sungguh, baik dulu hingga kini Shisil benar-benar mencintai Jordan dan tidak pernah berubah sedikitpun rasa dihatinya.


Jordan menghela nafasnya.


" Jangan bertingkah seolah-olah aku sudah mengambil sesuatu yang penting darimu. Kau hanya bermain sandiwara dengan ku. Saat semua sudah selesai, aku memberikan bayaran mu. Kenapa kau memakai hati padahal dari awal sudah ku beritahu bahwa aku tidak ingin terlibat hubungan apapun setelah semua selesai kan? "


" Apakah itu salah ku kalau aku jatuh cinta padamu? "


" Iya, semua itu salah mu dan ambil resiko itu sendiri. Aku juga pernah bilang kan, aku tidak akan melakukan lebih selama aku tidak mencintaimu. Dan aku sudah jelas telah membuktikannya. " Ucap Jordan tegas.


" Jangan lupa, kalian juga mendesah setiap malam loh. " Sela Gaby yang tentu saja mengingat dengan jelas apa yang dia dengar setiap malam di sebelah kamarnya.


Shisil langsung terdiam saat Gaby mengatakan itu. Tapi Jordan, pria itu benar-benar merona seolah ada sesuatu yang ia tutupi. Tadinya dia tidak ingin menceritakan tentang ini, tapi dia juga tidak ingin Gaby salah paham terlalu lama.

__ADS_1


" Sayang, bersuara layaknya orang bercinta kan belum tentu bercinta. "


Gaby mengeryit menatap Jordan. Tentu saja dia kurang paham apa yang dikatakan Jordan.


" Maksudnya? "


" Kami memang membuat suara semacam itu, tapi kami tidak melakukannya. Tentu saja tujuannya agar kau mendengarnya waktu itu. " Jordan merona malu tak berani menatap Gaby. Selain merasa bersalah, dia juga merasa malu karena begitu kekanak-kanakan saat itu.


" Kalian benar-benar hebat ya? " Gaby menaikkan sisi bibirnya menatap Jordan dan Shisil bergantian. "


" Memang kenapa? lagi pula, saat itu kau adalah calon istri dari Ayah nya Jordan. Kau memang pantas mendapatkan itu. Lagi pula, kau dulu adalah seorang wanita licik, jahat dan hobi menipu. Bukankah seharunya kau juga siap untuk di tipu? "


Jordan tadinya ingin marah, tapi melibat Gaby yang lebih dulu bangkit lalu berjalan mendekati shisil dengan tatapan kesal, akhirnya memutuskan untuk membiarkan saja istrinya melakukan apa yang ingin dia lakukan. Dari pada ikut campur laku nantinya dia yang akan kena salahnya, lebih baik menonton saja.


Gaby yang sudah ada di hadapan Shisil, dia meraih dagu Shisil lalu menegakkan wajah nya agar berhadapan dengan wajahnya.


" Kau bilang aku licik, suka menipu, jahat? kau tahu? aku juga dulu sempat mencoba untuk menghancurkan hubungan orang yang saling mencintai. Kau tahu apa yang terjadi dengan ku? aku di buang jauh dari mereka, perusahaan ku bangkrut, pamor ku menjadi buruk, aku kehilangan semua koneksi untuk bangkit, dan aku juga tidak memiliki alasan untuk bertahan hidup di dunia. Dan kau tahu dimana posisi mu sekarang? kau, sedang mencoba menjadi aku saat itu. " Gaby tersenyum dingin lalu memalingkan wajah Shisil dengan kasar.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2