Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Penyesalan Tuan Edward


__ADS_3

" Kenapa? kenapa jadi seperti ini? " Tuan Edaward memegangi dadanya yang terasa nyeri. Tadinya dia sama sekali tidak mempercayai apa yang dia lihat, tapi setelah meminta orang kepercayaan nya untuk menyelidiki dengan segera kebenaran tentang data itu, dia menjadi tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Iya, semua data itu benar-benar asli meski itu hanya salinannya saja.


" Bagaimana bisa? bagaimana bisa aku begitu tersiksa dengan tuduhan ku selama ini? " Tuan Edward menjatuhkan dirinya di lantai. Wajahnya kini merah dan mengeluarkan banyak keringat. Marah, kecewa, sakit dan perasaan bersalah melanda hatinya. Debaran jantung yang begitu kuat seakan mengingatkan Tuan Edward kepada kenangan lama saat Jordan lahir. Dengan perasaan yang amat bahagia dia menyentuh jemari kecil Jordan. Mengusap kepalanya, mencium aroma tubuh nya saat bayi, melihat senyumnya yang begitu indah, mengajari Jordan berjalan, berbicara, dan banyak hal ia lalui bersama dengan Jordan. Tapi saat usia Jordan empat tahun, semua kebahagian dan kasih sayang itu hilang begitu saja karena kecurigaannya tanpa mau mendengarkan apa yang ingin dikatakan istrinya saat itu.


" Kenapa harus seperti ini? " Tuan Jordan memegangi kepalanya dan memukulnya kuat beberapa kali. Iya, dia mengutuk dirinya sendiri karena kebodohannya dan hatinya yang buta untuk bisa melihat kebenaran. Sekarang, semua nya sudah begitu jauh dan tidak mungkin bisa digapai lagi. Dengan jelas ia bisa mengingat bagaimana tatapan penuh kebencian Jordan saat melihatnya. Bahkan Diana, anak perempuan yang sejak lahir tidak pernah ia perduli kan itu, sudah pasti tidak akan mungkin bisa di sentuh dengan kelembutan sebagai seorang ayah.


" Maafkan aku. " Akhirnya, hanya satu kata inilah yang bisa di ucapkan oleh Tuan Edward. Kalau saja ada kata yang jauh lebih bisa mewakili kata sebuah penyesalan, maka dia pasti akan memilih kata itu.


" Jordan, Diana, " Dan satu nama lagi tak bisa ia sebut. Iya, dia adalah cinta pertama yang selama ini dengan susah payah ia coba lupakan. Rasanya sungguh tidak sanggup jika harus mengingat berapa banyak luka yang ia berikan untuk Jordan, Diana dan Mantan istrinya. Mulai dari tuduhannya, perselingkuhannya, menelantarkan Jordan dan menganggap anak tirinya sebagai anak kandung untuk menyakiti Jordan, mengabaikan Diana saat dia merengek meminta gendong, belum lagi banyak nya hal jahat yang ia lakukan untuk menjatuhkan Jordan.


" Bodoh! " Lagi, Tuan Edward memukuli kepalanya karena merasa kesal dengan dirinya sendiri. Kenapa ia begitu buta hanya karena seseorang yang bahkan tidak akan mungkin berselingkuh dengan istrinya? mengingat bagaimana istrinya menangis dan mencoba menjelaskan saat itu, hati Tuan Edward kembali teriris perih. Jujur, rasa cintanya masih lah utuh untuk mantan istrinya. Tapi, segala luka yang ia torehkan cukup mengingatkannya untuk tidak lagi memikirkan cinta nya.

__ADS_1


" Bagaimana cara ku menebus jutaan luka yang kubuat? " Tuan Arnold meroboh ponselnya lalu melihat Photo Jordan, Diana dan mantan istrinya. Photo yang diambil sepuluh tahun lalu dirumah besarnya saat Jordan berkunjung. Hari dimana dia dan Jordan lagi-lagi bertengkar hebat dan membuat Diana memilih untuk pergi dari rumah menyusul Jordan. Setelah kejadian itu, Mantan istrinya selalu terlihat sedih dan murung. Bahkan dia jarang sekali makan karena tidak memiliki selera. Iya, Tuan Edward tahu benar jika istrinya ingin keluar dari rumah itu agar bisa bersama anak-anaknya. Tapi ke egoisan dan kebodohannya selama ini, dia terus menekan mantan istrinya agar tetap tinggal dan memberinya siksaan batin yang begitu menyakitkan.


Setelah cukup lama merenungi semua kesalahannya, Tuan Edward mengusap wajahnya agar hilang sudah pikiran kacau itu. Dia kembali berjalan mendekati meja kerjanya lalu mendudukkan dirinya di kursi kerjanya. Dia meraih kembali ponsel yang sempat ia letakkan di meja, lalu menghubungi seseorang setelahnya.


" Batalkan semua rencana untuk menjatuhkan Jordan's Group. Dukung semua proyek yang akan dijalankannya. Dan, mundur saja jika kita harus bersaing dengan Jordan's Group. Jangan bertanya, jalankan saja apa yang aku katakan. Satu hal lagi, aku ingin mengubah ahli waris ku. Setelah pekerjaan selesai, datanglah padaku. " Sambungan telepon terputus, dan Tuan Edaward kembali memikirkan apa yang sedari tadi ia pikirkan.


***


Tepat waktu! setelah seharian memikirkan Tuan Edward, kali ini Ron datang dengan wajah yang terlibat bahagia. Sedikit menebak, sepertinya rencana itu berhasil. Batin Gaby.


" Kabar baik, Tuan dan Nyonya. " Ucap Ron setelah menyapa dengan sopan. Jordan dan Gabye mengajak Ron untuk duduk di sofa agar lebih nyaman untuk berbicara.

__ADS_1


" Kabar apa, Ron? " Tanya Gaby yang sedikit berharap jika itu tentang Tuan Edward, atau kalau tidak tentang tertangkapnya Tua Arnold.


" Taun Edward, dia menarik semua serangan yang akan ditujukan kepada kita. Dia mengerahkan semua orang untuk mempermulus segala jalan anda berdua. Dan, dia juga meminta beberapa orang untuk mencari tahu bagaimana kehidupan Nona Diana selama ini. " Gaby tersenyum lebar dengan perasaan lega begitunjuga dengan Ron. Tapi, Jordan justru terlihat sebaliknya.


" Sayang sekali. Padahal aku masih ingin menghancurkannya. " Ucap Jordan tanpa ekspresi. Iya, meskipun benar Tuan Edward adalah Ayah kandungnya, rasa benci yang terus tumbuh sedari kecil itu tidak bisa ia hentikan dan melupakannya begitu saja. Justru, apa yang dilakukan Tuan Edward dengan memuluskan Jalannya, malah terkesan seperti ingin menunjukkan betapa besar kesalahannya itu. Tapi sayang, hati Jordan yang sudah kadung membatu kalau mengenai Ayahnya tidak mudah untuk di luluh kan.


" Sayang? " Gaby meraih jemari Jordan dan membuatnya saling menggenggam dengan erat. Iya, Gaby tahu benar apa yang dirasakan Jordan. Perasaan kecewa yang begitu besar seolah berkata, kenapa baru sekarang kau mengetahui kebenarannya? kemana kau selama ini? padahal, dengan kekuatan mu kau mampu mengerahkan banyak orang untuk mencari tahu kebenarannya. Tapi saat itu, pilihan mu adalah untuk tidak mencari tahu dan meyakini apa yang hatimu anggap benar saja.


" Sayang, aku tahu apa ya g kau pikirkan. Tapi cobalah kau pikir secara positif saja. Semua yang berbohong, pada akhirnya kan terbukti berbohong. Siapa yang jujur, pada akhirnya akan terbukti jujur. Tidak usah menyesali semua ini, hanya lihat saja bagaimana hidup kita akan membaik. Bagaimana pun, dia adalah Ayah mu. Darahnya mengalir di dalam tubuh mu. Kebaikan mu, dan kesetiaan mu untuk mencintaiku, itu juga pasti ada kaitannya dengan darah yang diturunkan oleh Ayah mu. "


" Setia mencintai? " Jordan tersenyum sinis seolah meremehkan kata-kata itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2