Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Jordan's Group


__ADS_3

Setelah kepulangan Jordan, Gaby dan ketiga anak mereka, tentulah keadaan rumah mewah yang biasanya di huni Jordan dan beberapa pelayan begitu ramai dari biasanya. Adanya Ibu dari Jordan, Diana, Rendy dan putri mereka, sekarang bertambah lagi banyak nya pengawal yang akan menjaga ketiga anak Jordan dari bahaya yang sudah jelas Tuan Arnold dalangnya. Semenjak kembalinya mereka satu hari yang lalu, rumah mewah itu bahkan sudah mendapatkan dua orang penguntit yang mencari celah untuk bisa mengambil salah satu anak dari Gaby dan Jordan. Tentulah semua sudah bersiaga dengan banyak persiapan. Bahkan dua orang yang tertangkap itu sekarang di tahan di sebuah ruangan tertutup tanpa bisa mendengar apapun, atau melihat apapun karena sengaja tidak memiliki penerangan. Di sana juga hanya ada sebuah fentilasi yang super kecil untuk masuk nya oksigen.


Seperti yang sudah di rencanakan. Hari ini Jordan dan Gaby akan datang ke perusahaan bersama. Mereka juga akan semakin memajukan perusahaan sembari menginjak Tuan Arnold hingga mereka merasa puas.


" Kenapa kau cantik sekali saat memakai setelan kerja? " Jordan memeluk Gaby dari belakang lalu meletakkan wajahnya di pundak Gaby. Pria itu juga sudah rapih dengan setelan jas warna hitam yang begitu cocok untuknya.


" Apa sebelumnya aku jelek? " Gaby tersenyum lalu memberikan kecupan sayang di pipi Jordan. Seperti inilah hubungan mereka yang sudah jauh lebih baik dari beberapa tahun yang lalu. Rasa cinta yang tumbuh di hati mereka benar-benar mengalahkan dan memberikan penawar bagi luka dalam yang seakan tak terobati.


" Orang buta saja pasti tahu kalau kau sangat cantik. " Jordan semakin erat memeluk tubuh Gaby yang tetap saja masih begitu ramping dan menggoda. Walaupun, sebagai seorang wanita yang sudah dua kali melahirkan dan memiliki stretmarck di beberapa area tubuhnya, Gaby tergolong memiliki tubuh ideal layaknya seorang gadis.


" Benarkah? kalau begitu, aku akan mengunakan wajah ku untuk mencari pria yang lebih tampan dari mu. "


Jordan tersenyum lalu mengecup singkat tengkuk istrinya.


" Sampai kiamat pun, kau tidak akan pernah melakukan itu. "


Setelah beberapa saat, Jordan dan Gaby kini bersiap untuk segera berangkat. Ini adalah kali pertama mereka berdua meninggalkan tiga anak mereka, tentulah ada drama kecil yang di buat oleh tiga anak mereka sebelum mereka pergi. Mulai dari merengek, bergelayutan tidak mau di tinggal, marah, bahkan juga cemberut karena Gaby dan Jordan memutuskan untuk tetap pergi. Tapi saat Gaby mengatakan sesuatu, mereka kompak mengangguk setuju.

__ADS_1


" Dengar anak-anak Ibu, mulai dari hari ini Ayah dan Ibu akan berperang melawan penjahat. Jadi, kalian di rumah saja ya? ingat! tidak boleh keluar dari rumah, apalagi sampai mendekati gerbang tanpa pengawal. Tetaplah bersama Nenek dan Bibi pengasuh ya? "


Akhirnya, mereka bertiga kompak mengangguk setuju. Setelah itu, Gany dan Jordan berpamitan dengan Ibunya Jordan. Iya, wanita itu kini tinggal dirumah dan fokus saja kepada cucu nya. Urusan perusahaan, tentu saja akan baik-baik saja ketiga ada Jordan, Ron, dan Sammy yang bekerja dari belakang layar, dan sekarang, sudah ada Gaby ikut membantu. Tentu saja perusahaan akan baik- baik saja dan semakin maju. Selain Jordan dan dua pria yaitu Ron dan Sammy, Gaby adalah salah satu sosok pemilik otak cerdik yang tidak perlu diragukan lagi di dunia bisnis.


" Semoga kalian selalu kompak dan bahagia. " Ibu nya Jordan menatap kepergian Jordan dan Gaby dengan perasaan haru. Tentulah dia mengetahui semua yang terjadi kepada menantunya di masa lalu. Semua itu jelas di dalangi oleh Tuan Arnold dan mantan suaminya yang kini menjadi menantu Tian Arnold.


" Dan untukmu, kau akan segera mendapatkan balasan dari semua yang kau lakukan. Di saat semua kebenaran datang, kau hanya akan menyesal hingga rasa menyesal mu membuat mu mati tanpa ampunan. " Ucap Ibunya Jordan sembari mengingat betapa menyakitkannya semua hal yang di lakukan oleh mantan suaminya. Mulai dari tidak meyakini jika Jordan putra kandungnya. Padahal sudah jelas wajah mereka lumayan mirip meski sifat jah berbeda. Bahkan hanya karena hipotesa nya sendiri, dia memilih menyakiti Jordan yang di hatinya berstatuskan anak haram.


Ibunya Jordan menatap satu persatu ke tiga cucunya yang tengah bermain. Rasanya dia begitu bahagia karena ketiga cucunya itu hidup bersama dengan orang tua yang saling mencintai. Untunglah, semua kejadian yang menimpa Jordan dan Diana di masa lalu hanya akan menjadi cerita lama meski penuh luka. Diusia Jordan dan Diana yang seperti usia Ele dan adik-adiknya, mereka harus menyaksikan terus menerus kejadian tidak mengenakan yang akhirnya memberikan trauma bagi Jordan dan Diana. Melihat Ibunya di pukuli, melihat Ayahnya membawa beberapa wanita ke rumahnya. Lalu tiba-tiba di kenalkan dengan saudara se ayah yang sama usianya.


" Ya Tuhan. Kenapa dada ku terasa sakit mengingat semua itu. Aku kan sudah merelakan semua itu sebagai cerita masa lalu. " Ibunya Jordan kini memilih ikut bermain bersama dengan ketiga cucunya agar hilang jauh semua rasa sakit yang seharusnya tidak ia ingat lagi.


***


" Kenapa aku merinding ya saat Nyonya dan Presdir melintas di depan ku. " Gumam salah satu pegawai wanita yang jujur menyiaokan apa yang dia rasakan.


" Aku juga begitu. " Ujar pegawai yang ada di sampingnya.

__ADS_1


" Aku rasa, Nyonya Presdir benar-benar memiliki aura yang mengerikan. Jangan-jangan, julukan antagonis woman untuknya itu benar nyata. "


***


" Singkirkan bunga ini! lap kembali mejanya. Ingat, di meja kerjaku tidak boleh ada bunga atau benda tidak penting lainya. " Titah Gaby dengan wajah yang begitu dingin. Pegawai yang tadinya bertugas untuk memberikan salinan dokumen dari lima tahun lalu itu hanya bisa menelan salivanya sembari menahan tubuhnya yang gemetar ngeri.


" Baik, Nyonya. "


Gaby terdiam melihat tubuh pegawai itu gemetar. Dia tahu benar kalau pegawai itu memiliki bakat yang lumayan hanya dengan sekali tatap saja. Tapi di butuhkan beberapa latihan untuk mengasahnya.


" Siapa nama mu? " Tanya Gaby.


" Norita, Nyonya. "


" Baiklah, mulai hari ini kau akan menjadi asisten ku. "


Dan, bertarung bersama ku membunuh beberapa hama yang mengancam.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2