Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Tetap Di Sisiku


__ADS_3

Jordan meraih tangan Gaby lalu menggenggamnya erat. Kali ini dia tidak mau kehilangan Gaby apapun yang terjadi. Dan kesalahpahaman ini pasti akan segera ia selesaikan. Hanya saja, seseorang dengan teliti telah membersihkan buktinya. Mau tidak mau Jordan harus menunggu satu langkah lagi. Yaitu kepastian yang akan diberikan Ron dalam jangka waktu satu minggu lagi.


" Jordan? siapa wanita itu? " Tanya Ibunya Jordan tang merasa bingung. Selama ini dia benar-benar tidak tahu kalau Jordan membawa pulang seorang wanita yang sepertinya juga sudah tinggal bersama.


Jordan membalikkan tubuhnya menatap Ibu dan anggota keluarga lainya. Dia semakin erat menggenggam tangan Gaby yang tak berenergi sama sekali.


" Ibu, dia istriku. "


Ibunya Jordan bangkit dengan perasaan kaget. Dia memang belum tahu siapa Gaby, terlebih dia juga tidak diberi tahu degan siapa suaminya akan menikah yang ke empat kali itu. Karena saat akan diadakan pesta pernikahan, wanita yang akan dinikahi suaminya menghilang tanpa jejak.


" Istri?! "


" Iya. "


Ayah dan Tuan Arnold selaku Ayah angkat dari Gaby sudah mengepakkan tangannya kuat. Dia benar-benar ingin sekali memukul Gaby yang jurang ajar itu. Meskipun dia sudah diberi tahu oleh Selena mengenai keberadaan Gaby, tapi dia tidak tahu kalau akan begitu berhasrat memukul anak angkatnya saat bertemu langsung dengannya.


" Tapi bagaimana bisa kau menikah tanpa memberi tahu kami? " Tanya Ibunya Jordan yang terlihat masih kebingungan.


" Maaf Ibu. Semuanya berjalan begitu cepat. Ada banyak hal yang sudah terjadi. Mau tidak mau aku fokus kepada pernikahan ku dulu. Aku berniat memberi tahu, tapi aku tunggu waktu yang tepat saja, Bu. "


Ibu memegangi kepalanya yang terasa begitu sakit. Dilain sisi ada Selena yang harus dinikahkan dengan Jordan, tapi di sisi lain Jordan sudah memiliki istri. Ibunya Jordan kini menjadi bimbang dan tida tahu mana yang harus dipilih. Dia tahu benar rasanya saat suami ingin menikah lagi. Dia tahu benar rasanya harus membagi suaminya dengan beberapa wanita dan datang padanya dengan tubuh yang di penuhi tanda merah bekas ciuman istri yang lainya. Tapi juga ada Selena yang sudah mengandung anak Jordan. Benar-benar pusing dia memikirkan ini.


" Jordan, Ibu selalu berdoa agar kau tidak mengikuti jejak Ayah mu. Tapi hari ini kau membuktikan jika kau benar-benar putranya. "


Tentu saja Jordan tidak menerima ucapan Ibunya. Disamakan dengan Ayahnya adalah mimpi buruk baginya. Dia begitu menderita dengan gelar sebagai sati-satunua putra bagi kedua orang tuanya. Dia menjadi bahan ejekan karena Ayahnya yang sangat menyukai wanita cantik. Bahkan teman-teman kampusnya dulu sering memergoki ayahnya Jordan bersama wanita muda yang selalu berganti hampir setiap hari.


" Ibu, aku tidak mau menjadi seperti dia. Aku tida akan menjadi seperti dia! "

__ADS_1


" Tapi apa yang terjadi sekarang?! "


Jordan menarik nafas menenangkan diri sesaat.


" Beri aku waktu dan biarkan aku fokus. Aku akan membuktikan kebenarannya kepada kalian. "


Tuan Arnold yang entah mengapa merasa terancam, dengan sigap memangkas kata-kata Jordan dan terus mendesaknya.


" Tidak bisa! kandungan Selena sudah tiga bulan sekarang, akan memalukan jika sampai perutnya membesar dan menjadi pergunjingan orang. "


" Tua Arnold benar, kau harus memikirkan bayi mu dulu. " Ucap Ayahnya Jordan. Bukan tanpa alsan, dia juga menginginkan perpisahan Jordan dan Gaby. Karena dia benar-benar masih memiliki rasa untuk wanita itu. Apalagi saat melihatnya hari ini, dia benar-benar sangat cantik bak boneka. Baik dengan wajahnya ataupun tubuhnya.


Jordan tersenyum dingin setelah mendengar ucapan sang Ayah.


" Benarkah? aku malah curiga kau memiliki niat lain. "


" Keadaan? jangan omong kosong! "


Merasa jika akan menjadi rumit masalahnya, Ayahnya Jordan memilih untuk mengalah sekarang ini.


Rendy tak henti-hentinya menatap Gaby yang terlihat menahan duka yang amat dalam dan sorot mata yang tidak perduli dengan situasi saat ini.


Apa yang terjadi ini? kau adalah kakak ipar ku? menyedihkan sekali. Jika suatu hari kita dalam kondisi yang bebas, aku akan datang padamu dan dengan keteguhan akan membuat bahagia.


Rendy tahu benar ada yang tidak beres antara Jordan dan Gaby. Karena dia kembali mengingat betapa tak berdayanya Gaby saat ingin bunuh diri. Dia terlihat seolah tidak memiliki alasan untuk hidup. Dan saat itu dia menyimpulkan jika Gaby adalah wanita yang di campakkan kekasihnya saat mengandung, lalu bertambah menderita saat calon anaknya meninggal.


Aku harus mencari tahu tentang ini. Terutama alasan atau dorongan Gaby yang tidak mau hidup lagi. Penderitaan yang dia alami pasti tidak hanya sebatas itu.

__ADS_1


" Tolong kalian pergilah! biarkan aku tenang dan berpikir. "


" Terserah apa yang akan kau lakukan hari ini. Tapi minggu besok adalah hari pernikahan mu dengan Selena. Kau akan tahu resikonya jika tidak hadir. " Ancam Ayahnya Jordan lalu mengajak rombongannya untuk pulang.


Rendy yang berjalan paling akhir kembali menatap Gaby sebelum ia pergi. Sayang, gadis itu nampak tak perduli apapun dan tidak sadar jika sedari tadi Rendy menatapnya terus menerus.


Setelah semua orang pergi, Gaby langsung menepis tangan Jordan dengan kasar. Jujur saja rasanya begitu sesak dengan apa yang terjadi. Pemaksaan, perselingkuhan, siksaan Verbal juga fisik yang hampir setiap hari ia dapatkan seolah tiada ujungnya. Rasanya dia sudah benar-benar muak dengan apa yang Jordan lakukan. Jika mengenai cinta, tidak bisa di pungkiri jika Gaby memang masih mencintai Jordan. Tapi semua terasa semu karena mulai tertutup oleh kebencian yang semakin membutakan matanya.


" Nikahi Selena. Kasihan dia. Jangan mengulangi kesalahan yang sama. Karena kehilangan anak sangatlah menyakitkan. " Gaby terdiam sesaat.


" Tapi aku rasa, kau bukan manusia. Kau bahkan tidak memiliki welas kasih saat aku hamil. Kau juga dengan sengaja membunuhnya. Jadi mana mungkin kau bersedih? "


Jordan kembali meraih tangan Gaby tapi kembali ia tepis.


" Janganlah begitu jahat dengan anak mu sendiri. Karena kau tidak akan kuasa saat dia mempertanyakan welas kasih mu suatu hari nanti. "


Jordan mengusap wajahnya dengan kasar sembari menyaksikan punggung Gaby yang semakin menjauh darinya. Mengatakan yang sebenarnya juga tidak akan mungkin bisa Gaby terima. Baginya pelaku utama adalah Jordan. Entah seberapa kamipun ia menjelaskan juga tidak akan dia dengarkan. Apalagi bukti-buktinya belum sepenuhnya terkumpul. Tidak ada pilihan selain bersabar sebentar lagi.


Jordan memutuskan untuk menyusul Gaby yang sudah lebih dulu kembali ke kamar.


" Ge, ayo kita punya anak. Akan ku buktikan kalau aku tidakkah seburuk yang kau pikirkan. "


" Aku tidak mau memiliki anak! terlebih darimu. "


Jordan yang tak bisa menahan diri akibat penolakan yang selalu ia terima, akhirnya dengan paksa memaksa Gaby berhubungan suami istri.


Kau harus kembali mengandung agar tetap berada di sisi ku, Ge.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2