Hello, My Antagonis Wife

Hello, My Antagonis Wife
Ancaman Gaby


__ADS_3

Karena merasa sangat gelisah dan sulit untuk tenang, Gaby akhirnya memutuskan untuk mengutus dua pengawal untuk mencari Jordan, dan satu lagi untuk membantunya menjaga keamanan Ele. Untuk mempermudah dalam proses pencarian, Gaby menghubungi Sammy yang sedang memantau keadaan perusahaan Jordan di negara asal. Mendengar kalau Jordan tida ada kabar, dengan cepat Sammy melacak posisi Jordan dengan menggunakan GPS yang sellau terhubung dengannya. Melihat dimana Jordan berada, Sammy tentulah merasa sangat kaget. Karena dari kabar yang tengah banyak beredar di berita online tentang kecelakaan tunggal yang terjadi tepat di mana posisi GPS Jordan berada.


" Hubungi orang yang kita pilih kemarin. " Titah Sammy lalu bergegas menyambar kunci mobilnya yang tergantung di ujung ruangan.


" Baik. " Ucap satu penjaga yang tersisa.


" Pastikan mereka segera datang. Separuh untuk menjaga Nona Gaby dan Nona kecil, separuh lagi ikuti arah GPS ku. Aku harus segera kesana. Tuan dalam " Titah Sammy seraya membuka pintu mobilnya.


" Tunggu! " Gaby berjalan cepat sembari memegangi perut besarnya.


" Biarkan aku ikut. " Pinta Gaby yang kini sudah berada di sekat Sammy.


Tentu saja Sammy kebingungan. Pasalnya dia juga tidak mau kalau sampai harus terjadi sesuatu dengan Istri tuannya. Apalagi melihat keadaan mereka sekeluarga yang akhir-akhir ini banyak sekali menangis. Tapi kalau melihat dari tatapan Gaby, Sammy yakin benar jika akan sulit menolaknya.


" Nona, akan lebih baik jika anda tetap tinggal bersama Nona kecil. "


" Ele sedang tidur. Dan lagi, Rose dan kedua putranya akan datang untuk menjaga Ele. Dua penjaga juga tidak jadi pergi kan? aku rasa Ele akan baik-baik saja. "


" Tapi Nona, "


Gaby mengeryit bingung melihat dengan jelas kalau Sammy begitu ingin menghalanginya.


" Apa yang kau sembunyikan dari ku? "


Sungguh Sammy tidak bisa membuang banyak watu lagi. Di dalam hatinya memang was-was. Tapi kalau banyak berbicara dan beralasan, dia takut kalau Tuannya akan semakin berada di dalam bahaya.


" Nona, tolong kuatlah dengan apa yang akan anda lihat nanti. " Ucap Sammy yang mampu membuat Gaby tertegun bingung. Tapi lebih baik kalau dia berangkat saja dulu dan memastikan kalau keadaan Jordan baik-baik saja.

__ADS_1


Hampir satu jam Sammy dan Gaby berada di dalam perjalanan. Sammy begitu serius dan mengendari mobil dengan kecepatan yang tinggi. Untunglah, berkat konsentrasi nya yang luar biasa, akhirnya mereka dengan cepat sampai di jalan, tepat dimana Jordan mengalami kecelakaan tunggal.


" Ini? " Gaby menatap nanar sebuah mobil yang ringsek dan sudah di Pagari dengan garis polisi.


" Ini mobilnya Jordan? " Sammy yang sudah berada di luar kini tengah membicarakan sesuatu dengan seseorang dan langsung kembali ke dalam mobil.


" Nona! " Sammy menahan Gaby yang akan keluar dari mobilnya.


" Apakah, apakah itu Jordan? " Tanya Gaby dengan suara gemetar. Bukan hanya suara, melainkan seluruh tubuh nya juga dingin dan gemetar.


" Iya, Nona. "


Gaby memegangi dadanya yang berdenyut sakit. Lagi? Tuhan apalah dia benar-benar ada? kenapa lagi-lagi dia ingin mengambil seseorang dari hidupnya?


" Katakan padaku, apa Jordan masih hidup? " Iya, pertanyaan ini memang sedikit kasar, tapi antara hidup dan matinya Jordan adalah hal terpenting sekarang ini. Bukan hanya karena Ele yang pasti akan sangat terluka dan bisa jadi dia juga akan drop kalau Ayah nya tiada. Tapi juga dirinya yang sudah mulai mencintai lagi pria itu. Dan bayi kembar yang ada di dalam perutnya, apakah harus lahir tanpa bisa melihat Ayah nya?


" Nona, Tuan Jordan memang mengalami luka kepala yang parah, tapi Tuan Jorda akan baik-baik saja. "


Jordan, kau harus selamat. Aku, Ele dan bayi kembar kita sangat membutuh kan mu.


Lima belas menit menuju rumah sakit terdekat, akhirnya mereka sudah sampai di ruang Jordan tengah mendapatkan perawatan.


" Bagaimana keadaan Tuan? " Tanya Sammy seraya membantu Gaby agar duduk di kursi tunggu.


" Untunglah mobil Tuan di lengkap dengan sistem keamanan yang cukup lengkap. Melihat dari keadaannya tadi, saya rasa tida terlalu serius. " Ujar salah satu penjaga.


" Kalian, dari mana kalian tahu mengenai ini? dan siapa yang meminta kalian datang? " Tanya Sammy lagi.

__ADS_1


" Beberapa sekitar dua jam yang lalu, Tuan mengirim pesan untuk mengawalnya pulang secara diam-diam karena merasa jika ia sedang di ikuti seseorang. Belia mengatakan jangan sampai dia mengetahui dimana dia dan keluarganya tinggal. Tapi, sepertinya bukan tujuan mereka untuk mengikuti Tuan Jordan. Melainkan membuatnya celaka. "


Tangan Gaby mencengkram kursi yang ia duduki. Sungguh dia tidak akan memaafkan siapapun yang mencelakai Jordan.


" Siapa? " Gaby menaikkan pandangan menatap dua pria berjas serba hitam itu dengan tatapan menuntut.


" Kemungkinan terbesarnya adalah Tuan Arnold. Mungkin mereka merasa marah karena Tuan Jordan yang sudah membuat perusahaannya semakin hancur. Sekarang ini, Tuan Arnold memiliki sumber daya yang cukup untuk melawan Tuan Jordan dengan menjual putrinya kepada Ayahnya Tuan Jordan. "


" Orang itu lagi? " Gaby semakin menekan cengkaram tangannya. Matanya juga lurus rtajam seperti tengah menjurus kan sasaran kemarahan yang tidak akan mudah untuk di lawan.


" Tunggu saja, setelah semua nya membaik, aku sendiri yang akan menghancurkan segalanya. Sumber dayamu, bahkan satu rupiah pun uang mu akan aku rebut. Bahkan, nyawa kalian juga tidak akan aku biarkan hidup dengan nyaman. "


Entahlah, dua pengawal yang berdiri tak jauh dari Gaby merasa ngeri melihat tatapan dan cara bicara Gaby yang terlihat begitu penuh ambisi dan keyakinan. Sammy juga merasakan ha yang sama. Tapi wanita tangguh seperti inilah yang pantas hidup bersama Tuannya.


" Ah! " Gaby memegangi perutnya yang terasa begitu sakit tiba-tiba. Bahkan punggungnya juga terasa ingin patah dan berdenyut nyeri yang hampir tak tertahankan.


" Nona? " Sammy terperanjak kaget lalu mendekati Gaby.


" Nona ada apa? " Tanya Sammy yang benar-benar terlihat panik.


" Perut ku sakit. Sakit sekali. " Ucap Gany yang jelas menahan sakit dari cara dia mengigit bibir bawahnya. keningnya juga tertarik menyeimbangi sakit yang begitu jelas terlihat.


" Dokter! " Teriak Sammy. Kedua pengawal itu benar-benar begitu sigap dan tak lama datanglah seorang Dokter kandungan. Dengan segera mereka membaringkan tubuh Gaby di atas Brangkar yang baru saja di siapkan perawat untuknya. Dengan segera Dokter membawa Gaby untuk segera mendapat penanganan.


" Kau ikutlah dengan ku. Dan kau tetaplah disini sampai aku kembali. Aku akan segera menghubungi kamp. Setelah mereka datang nanti, tolong suruh dua orang untuk menjaga ruangan Nona Gaby, dan dua orang untuk menambah penjagaan di tempat ini. Pastikan siapa saja Dokter yang akan keluar masuk dari dalam. Dan, jangan biarkan perawat atau Dokter menggunakan masker. Kenali dulu wajahnya. Kau paham? "


" Paham, Tuan. "

__ADS_1


Segera setelah itu dia menyusul Gaby.


Bersambung


__ADS_2