
Seperti alvan yang memberikan garis pembatas dengan Brandon, seperti itu juga orang tua Aiyana menyikapi brandon,mereka tidak marah atau mencaci brandon, keduanya hanya kompak diam dan mengacuhkan brandon yang ada di kamar inap Gizhi.
“Ahh zhi, aku belikan susu yang kamu mau ya, siapa tau hari ini ketemu” pamit brandon cepat cepat pergi dari sana.
Gizhi terdiam beberapa saat karena seingat dia brandon sudah membelikan susu untuk ibu menyusui kemarin, tapi ketika melihat wajah kedua tamunya gizhi akhirnya sadar kenapa brandon tidak betah untuk berada di sana, gizhi hanya mampu menghembuskan nafas berat, dia tidak mampu melakukan apapun.
“Om, tante, maafin gizhi ya, brandon malah ada di sini” ucap gizhi dengan wajah sedih, memang saat ini gizhi sedang di kunjungi oleh ke dua orang tua Aiyana yaitu bunda Vania dan Ayah Abraham.
“kenapa kamu yang minta maaf, ayah dan bunda tidak dendam dan benci pada pria itu hanya saja ayah masih belum bisa memaafkan perbutannya pada putri ayah” kata ayah Abraham.
“iya om, brandon juga sudah menyesal dengan perbuatannya, dia mau minta maaf tapi Aiyana tidak mau berdekatan dengannya, brandon juga sama dengan gizhi yang tidak punya orang tua, gizhi mohon maafkan brandon om” pinta gizhi.
“Gizhi, udah ayah bilang, ayah tidak membencinya dan dendam padanya, ayah hanya marah, dimana di dunia ini ayah yang akan memaafkan orang yang sudah menyakiti putrinya sendiri? Biarkan saja seperti ini, mungkin suatu hari nanti kemarahan ayah akan reda, tapi tidak sekarang ayah masih belum bisa memaafkan dia dengan semua luka yang ada di tubuh putri ayah, biarkan kemarahan ayah dan bund aini mereda dengan sendirinya, anggap saja ini adalah bentuk penebusan dosa nya terhadap putri ayah” ujar ayah Abraham.
“Iya ayah benar, bunda juga belum bisa memaafkan perbuatan pria itu, tapi bunda tidak menyimpan dendam dan benci, bunda hanya belum bisa bersikap normal seperti bunda padamu, dia tidak mau menebus kesalahannya di penjara, bagaimana kami bisa memaafkan dia dengan cepat” sahut bunda Vania.
“Brandon keluar lebih cepat karena ingin melihat anaknya tan, fairuz adalah anak gizhi bersama brandon, gizhi menghubungi dia saat gizhi melahirkan, karena sangat ingin melihat anaknya makanya brandon mengeluarkan uang untuk membayar denda dari pada di penjara di sana, dia sudah menyesali semua perbuatannya” bela Gizhi, dia tidak mau calon suaminya dibenci oleh orang yang dia anggap orang tua keduanya.
“Iya zhi, ayah tau, sebagai seorang ayah, ayah tau bagaimana perasaan dia, saat ini ayah tidak marah karena keputusannya ingin keluar penjara atau tidak, ayah marah karena dia mengikuti bisikan setan untuk membalas dendam pada Alvan, masih banyak jalan untuk membuktikan kebenaran, seandainya dia menuntut alvan sejak awal dengan bukti yang dia punya semua kesalahpahaman ini tidak akan berakhir seperti ini, seandainya dia melaporkan alvan ke polisi alvan pasti akan menyelesaikan masalah itu lebih cepat dan mungkin akan banyak wanita yang terselamatkan atas keputusannya, tapi keputusannya adalah membalas dendam dengan cara menculik putri ayah, dia terhasut oleh rayuan setan…” ayah Abraham menjeda ucapannya dan tersenyum hangat pada gizhi.
__ADS_1
“Biarkan saja semua kemarahan ayah, bunda, alvan dan yang lainnya mengurai dengan sendirinya, kamu tidak perlu memohon maaf untuk perbuatannya, suatu hari jika dia benar benar sudah berubah, mungkin ayah, bunda dan alvan bisa memaafkan perbuatannya, dia sudah menjadi seorang ayah, jadi dia akan mengerti bagaimana terlukanya ayah melihat putri ayah dalam bahaya” sambung ayah Abraham.
Gizhi menunduk sedih, “maafkan gizhi om, gizhi juga pernah ikut membalas dendam pada alvan atas kematian sahabat gizhi” lirih gizhi yang mulai terisak kecil.
Bunda Vania mengelus punggung tangan Gizhi dengan lembut. “bunda tau kamu sudah menyesal, makanya bunda dan ayah ada di sini sekarang, lagi pula kamu tidak membuat seseorang sampai terluka, mungkin cara kamu menyampaikan kesedihan kamu saja yang berbeda, sudah jangan nangis, kasian Fairuz dia pasti ikut sedih juga kalau liat bundanya nangis” ucap bunda Vania dengan lembut.
“Hmm iya tan, bagaimana keadaan Aiyana?” tanya gizhi mengalihkan pembicaraan serius mereka.
“Aiyana sudah pulang kemarin, dan calon suami kamu yang bayar biaya rumah sakitnya, alvan sudah cerita sama bunda, katanya mereka bertengkar karena alvan tidak mau di bayarkan tapi brandon meninggalkan dia dan tidak mau mengambil uang yang sudah alvan berikan padanya” bunda Vania tertawa kecil menceritakan tentang bagaimana menantunya bertengkar dengan brandon.
“Biar aja tan, si brandon emang harus mengeluarkan banyak uang, dia tu kaya, jadi uangnya gak bakal habis hanya untuk biaya rumah sakit segitu aja” kekeh gizhi.
Di rumah keluarga besar Alvan,
Alvan yang baru saja pulang dari bekerjanya langsung berteriak mencari Aiyana, Pria itu langsung berlari menuju kamarnya yang ada di lantai 2 untuk melihat Aiyana namun istri tercintanya tidak ada di sana.
“Ai sayang! Ai” teriak alvan berkali kali , namun wanita yang dia panggil sedang bersembunyi di dapur sambil menahan tawanya. “ma! Di mana istri alvan?” tanya alvan pada mama Haura yang sedang memotong sayuran di dapur.
“Ngapain kamu cari istri kamu?”
__ADS_1
“Alvan kangen ma, jangan bilang mama biarkan ai keluar dari rumah tanpa penjagaan” alvan memang melarang istrinya keluar tanpa dirinya, jadi selama wanita hamil itu mengambil cuti kuliah, dia tidak boleh keluar jika tidak dengan alvan, untung saja istri kecilnya menurut dan tidak membantah.
“Kasian istri kamu van, di kurung terus dalam rumah”.
“mama izinkan ai keluar?! Alvan gak mau terjadi sesuatu sama ai ma” alvan sudah meraih ponselnya dan begitu dia menelpon suara dering ponsel Aiyana terdengar di dekat dapur, alvan tersenyum dan melangkah pelan kea rah dapur dan terlihat istrinya sedang bersembunyi di bawah meja bar yang ada di dapur, “sayang~ ngapain sembunyi di sini” alvan segera menarik tubuh Aiyana dan mencium wajah istrinya berkali kali.
“aduuhhhh mulai lagi penyakitnya kambuh” ledek mama haura.
“ma, kok istri alvan bau bawang, jangan bilang mama paksa istri alvan buat masak_”
‘Plak’ Aiyana langsung memukul tangan alvan yang sedang memeluk dirinya.
“ommas nyebelin, ai itu mau masak sendiri, kasian mama masak sendiri di dapur” potong Aiyana, suaminya memang melarang dia melakukan aktifitas seperti memasak mencuci atau hal yang bisa dikerjakan pembantu.
“kan ada ART sayang, mama aja itu yang sok sokan mau masak” bantah alvan.
“emang anak durjana kamu van, kasian tu istri kamu gak dibolehkan ngapa ngapain, yang ada dia bisa berontak gak boleh ngapa ngapain, tidak boleh keluar juga” ujar mama haura sambil geleng geleng kepala, ampun dengan perilaku anak keduanya, perasaan anak pertamanya biasa biasa aja tidak seperti alvan.
...🍗🍗🍗🍗🍗...
__ADS_1